Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Takziah (Tamugusi ke - 174)
Takziah. Dokpri

Takziah (Tamugusi ke - 174)

Senin, 30 November 2020 pagi sekali ada pesan ke wa suami dari seseorang yang isinya berita lelayu. Saat ditanya siapa yang meninggal, dia menjawab putranya yang nomor tiga karena kecelakaan. Seseorang tersebut adalah montir langganan, biasa ke rumah untuk membetulkan mesin mobil jika ada yang error. Seketika suami mengucapkan “Innalillahi wainnailaihi roji’uun.”

Saya kebetulan menjadi panitia pelaksana penilaian akhir semester di sekolah. Sekolah kami tak jauh dari rumah duka. Maka saya juga menyempatkan untuk takziah. Saya mengucapkan turut berdukacita dan mendoakan agar keluarga sabar dan tabah menerima musibah ini dengan ikhlas dan almarhum meninggal husnul khotimah. Setelah memasukan amplop ke dalam kotak yang tersedia saya balik ke sekolah untuk meneruskan pekerjaan.

Suami takziah setelah saya balik ke sekolah. Melihat ayah almarhum rasanya tak tega. Terlihat duka dan penyesalan kenapa semua harus terjadi. Semua telah terjadi menyesalpun tiada guna. Harus menerima takdir ini dengan keikhlasan. Tidak mudah memang namun itulah jalan satu-satunya agar tak terus larut dalam kesedihan. Setelah jenazah diberangkatkan ke pemakaman menggunakan ambulan, suami menyempatkan mampir sejenak ke sekolahk, namun segera kembali ke rumah untuk mengisi kuliah daring.

Saya pun sungguh ikut merasakan duka yang sangat dalam dari ayah dan ibu serta saudara yang ditinggalkannya. Menurut cerita, almarhum yang baru berusia 18 tahun ini mengalami kecelakaan di jalan yang yang curam licin ditambah cuaca yang tidak bersahabat saat akan takziah ke family ibunya yang telah meninggal sepekan yang lalu.

Konon saat akan berangkat berempat dengan menaiki dua sepeda motor sudah diingatkan oleh putranya yang nomor dua bahwa sebaiknya ditunda besoknya nanti diantar pakai mobil, karena hari itu dia ada kerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, disamping juga cuaca tidak mendukung untuk bepergian jauh apalagi medannya yang berbahaya. Namun entah bagaimana ayahnya tetap bersikeras untuk berangkat.

Akhirnya mereka tetap berangkat. Ayahnya memboncengkan ibunya, almarhum memboncengkan adik perempuannya. Berangkat pagi-pagi maksudnya supaya tidak kemalaman pulangnya. Namun hujan sejak malam hingga pagi dan sampai seharian tak juga matahari muncul, sehingga saat sepeda motor harus melewati pegunungan secara beringinan sangatlah membahayakan.

Tetiba saat sudah sepertiga perjalanan, pas ditanjakkan yang menikung almarhum berusaha menghindari lobang namun rodanya slip sehingga terjatuh. Adiknya jatuh ke arah kiri sedangkan dia ke kanan. Pada saat bersamaan ada truk juga melewati jalan itu sehingga kecelakaan tak bisa terhindarkan, dia tertabrak truk. Ayah ibunya yang berada di depannya histeris tak kuasa menahan tangis melihat bujangnya berlumur darah. Beruntung adiknya hanya mengalami luka ringan.

Tak lama polisi laka lantas berdatangan, korban segera dilarikan ke rumahsakit namun nyawanya tak bisa diselamatkan. Besok paginya mereka pulang bersama ambulan yang disambut tangisan seluruh keluarga besarnya. Manusia hanya punya segudang rencana, namun kehendakNyalah yang terjadi. Maksud hati mau takziah malah ditakziahi. Semoga husnul khotimah. Aamiin.

Maguwoharjo,1 Desember 2020

Sumber gambar : Dokpri

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post