Tamu Suami (Tamugusi ke - 202)
Tamu Suami
Bagian 2.
Oleh: Siti Nurhayati
Sementara bu Anes membantu bu bidan menangani bayi dan ibunya, pak Rudi dan pak Andi tidak mungkin lah di dalam kamar bu Anes lama-lama. Karena itu mereka berdua menunggu di ruang tamu. Mereka siaga untuk melaksanakan instruksi dari para ibu jika sesuatu harus di lakukan.
Bu Anes keluar kamar menggendong bayi mungil yang tak sabar minta keluar dari perut bunda. Padahal umur kandungan belum sembilan bulan, dan bundanya sedang menemani ayah bertamu di tempat suaminya. Beliau menunjukkan bayi mungil dan tampan itu pada sang ayah baru.
“Pak Rudi silahkan cuci tangan dulu sebelum menggendong si jabang bayi,” pinta bu Anes.
Sang ayah membersihkan diri dengan mencuci tangan dengan sabun dan sekalian wudu di kamar mandi tempat jabang bayi mau keluar tadi. Kamar mandi itu sudah dibersihkan dari bau amis dan sudah wangi karena dibersihkan dengan karbol oleh bu Anes. Perasaannya campur aduk tak karuan. Ada rasa bahagia, malu, khawatir, bingung…lengkap. Kemudian ayah baru itu keluar dari kamar mandi setelah mengeringkan tangan dengan tissue.
“Bersyukur bayi lahir dengan selamat ya bu. Coba tadi kalau lahir dalam perjalanan apa tidak tambah repot,” kata pak Andi sambil melihat bayi mungil yang digendong istrinya.
Pak Rudi sudah keluar dari kamar mandi terus mendekati mereka berdua di ruang tamu.
“Sekarang ayah boleh menggendong ananda,” kata bu Anes sambil menyerahkan bayinya ke tangan ayah yang masih sangat grogi.
“Bagaimana saya harus menggendongnya bu…maklum baru kali ini saya mempunyai bayi setelah sekian lama menunggu?” tanya pak Rudi minta diajarin menggendong bayi yang benar.
“Kedua tangan pak Rudi angkat lengan ditekuk sejajar, nah begitu,” kata bu Anes sambil menyerahkan bayinya.
Pak Rudi menggendong bayi itu dengan sangat hati-hati walaupun masih sangat grogi namun akhirnya bisa.
“Silahkan diazani di telinga kanan dan qomat di telinga kiri bayi ya pak Rudi,” pinta bu Anes.
Kemudian pak Rudi melaksanakan instruksi bu Anes dengan baik disaksikan oleh pak dan bu Andi. Setelah selesai, bu Anes meminta bayi itu kembali untuk ditidurkan di box bayi bekas anaknya dulu yang masih tersimpan di kamar kedua anak mereka.
“Sini pak bayi itu biar istirahat dulu di box bayi di kamar anakku,” pinta bu Anes sambil menyorongkan kedua tangannya. Bu Anes tentu saja adalah seorang ibu muda yang sudah pengalaman merawat kedua bayinya yang kini sudah umur empat dan tiga tahun.
Pak Rudi menyerahkan bayi ke gendongan bu Anes dengan hati-hati setelah mencium bayinya. “Ini bu…maaf ya jadi sangat merepotkan,” ucap pak Rudi.
“Tidak apa-apa pak…tenang saja. Kami memang mungkin dipilih Tuhan untuk dijadikan tempat lahir putra bapak dan bu Rudi yang pertama ini. Kami bersyukur bayi lahir dengan selamat,” ucap bu Anes.
Bu Anes membawa bayi ke kamar anaknya yang sedang main di dalam kamar. Mereka dibilangin bahwa tidak boleh ramai dan juga pegang-pegang bayi. Walau mereka masih kecil namun sepertinya paham ketika diberitahu ibunya.
“Iiiiihhhh gemes…bayinya imuuut,” ucap mereka berdua sambil melihat bayi di gendongan bu Anes.
“Iya..kalian hanya boleh melihat tapi tidak boleh pegang-pegang yah. Dijagain saja.” kata ibunya mengingatkan.
“Iya bunda,” ucap mereka serempak.
Kemudian bayi itu diletakkan di box bayi yang sudah ditata sedemikian rupa. Bayinya terlihat nyaman tidur di box bekas anak-anaknya.
“Ingat tidak boleh mengganggu yah…” kata bu Anes sebelum keluar kamar anak-anak.
“Iyaaaa bundaa,” sahut mereka sambil senyum.
Pak Andi diikuti pak Rudi masuk ke kamar anaknya, khawatir mereka tidak bisa menjaga bayi. Mareka masih belum paham kalau terjadi apa-apa.
*****
Bu Anes kemudian masuk ke kamar mengecek kalau bu bidan membutuhkan bantuannya.
“Bagaimana bu bidan…ada yang bisa saya bantu? tanya bu Anes.
“Iya bu..ini kasur kan tidak diberi alas plastik sehingga basah tembus ke kasur busa. Adakah plastik yang bisa untuk alas, supaya ibu bayi bisa saya rawat dengan mudah?" tanya bu bidan.
“Ada alas bayi bekas anakku dulu tapi tidak terlalu besar,” jawab bu Anes.
“Ya boleh. Yang penting bisa untuk alas perut hingga pantatnya.”
Kemudian bu Anes mengambil alas tidur bayi di dalam lemari anaknya lalu menyerahkan pada bu bidan. Mereka lalu memasang alas itu di bawah tubuh bu Rudi. Sedikit repot tapi akhirnya bisa.
“O ya bu…minta wadah juga untuk plasenta bair nanti dibawa pulang dan ditanam di rumah bu Rudi.”
Bu Anes ke dapur tapi sedikit bingung memilih wadah apa untuk plasenta itu. Beliau menemukan toples cookies yang bisa ditutup rapat di rak piring. Diambilnya toples itu, lalu dibawa ke kamar kemudian diserahkan ke bu bidan.
Bu bidan membuka toples itu kemudian mengambil plasenta yang ada di atas kasur di dekat pantat bu Rudi, lalu memasukkan ke dalam toples terus ditutup rapat dan diletakkan di bawah tempat tidur.
Selanjutny bu bidan minta baju ganti untuk mengganti baju bu Rudi yang sudah kotor oleh darah dan air ketuban, dan juga minta air hangat untuk membersihkan tubuhnya.
Bu Anes memilih bajunya yang longgar dan bersih dari lemarinya, lalu meletakkan di tempat tidur. Kemudian beliau ke dapur untuk ambil baskom yang diisi air panas dari termos dicampur air dingin dari keran air cuci piring.
Setelah semua yang diperlukan disiapkan oleh bu Anes, kemudian bu bidan melepas baju kotor bu Rudi dan meletakkan dalam ember. Ambil handuk kecil dicelup ke dalam air hangat lalu dibersihkan seluruh tubuhnya dan dipasang juga pembalut jumbo yang beliau bawa, untuk menampung darah nifas. Terakhir dipakaikan baju gantinya. Ibu bayi sudah bersih dan siap memberi ASI.
Bersambung.
Maguwoharjo, 30 Desember 2020
Sumber gambar: gambarkartunmu.blogspot.com
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
