Tanpa Rencana (Tamugusi ke 193)
Oleh: Siti Nurhayati
Suami mau ambil BPKB mobil yang baru setelah balik nama. Sampai di kantor Samsat Sleman ternyata STNK mobil tidak dibawa. Beliau naik sepeda motor padahal STNK ada di dalam mobil. Padahal syarat untuk ambil BPKB selain foto copy KTP dan surat pengambilan adalah STNK. Karena STNK tidak dibawa maka beliau pulang tanpa membawa BPKB karena petugas tidak mau kasih.
Sampai di rumah suami malea mau balik lagi ke kantor Samsat. Kebetulan jam 13.00 ada Zoom meeting sehingga beliau minta tolong anak saya atau saya untuk mengambil BPKB dimaksud. Kemudian anak saya bersama istri anak dan saya yang berangkat ke kantor Samsat.
Kami berangkat setelah sholat zuhur. Kami naik mobil ke kantor Samsat Sleman berempat. Sekitar 20 menit kami sudah sampai di sana. Karena syarat untuk ambil BPKB baru sudah lengkap maka petugas langsung menyerahkan ke anak saya.

Sudah terlanjur keluar rumah, maka anak saya ngajak jalan-jalan ke tempat wisata yang tidak jauh dari tempat pengambilan BPKB. Dia melihat google map sebentar di gawainya langsung muncul nama Puri Mataram. Dia langsung mengarahkan mobilnya menuju lokasi wisata tersebut. Hanya sekitar 10 menit kami sudah sampai di sana.
Puri Mataram terletak di dusun Drono Tridadi Sleman. Lokasi wisata ini termasuk baru, namun sudah cukup di kenal oleh masyarakat luas. Banyak bangunan berbentuk rumah joglo khas Mataram. Dua joglo besar sebagai Cafe dan Restorant. Joglo yang kecil-kecil banyak di manfaatkan untuk pelanggan yang punya acara meeting atau pesta dengan orang yang tidak terlalu banyak.
Saat saya tiba tadi juga lumayan banyak pengunjung. Ada yang hanya datang bersama keluarga kecilnya ada juga yang datang dangan rombongan yang agak banyak. Di depan banyak tersedia tempat cucu tangan. Namun tadi tidak ada pengecekan suhu. Pengunjung wajib pakai masker. Tempatnya yang lumayan luas membuat jaga jarak aman terkendali.
Pertama saya bersama anak dan cucu menikmati wahana air dengan naik perahu bebek. Sambil memberi makan ikan yang terus mengikuti perahu kami kemanapun kami mengayuh. Pakan ikan tersedia di pinggir kolam dengan membayar Rp.5000 mendapat dua bungkus pellet. Sewa perahu hanya Rp. 15.000.
Setelah puas bermain perahu, kami menepi dan naik ke darat. Saat saya mau pesan makanan ternyata Restoran sudah tutup. Mereka menawarkan untuk ke Cafe. Karena letaknya yang di depan dan menunya berbeda, sehingga kami putuskan untuk makan di luar Puri Mataram saja. Kami lanjut ke wahana berikutnya. Tiket untuk masuk ke wahana Rp.20.000. Anak di atas tiga tahun ke atas harus membeli tiket. Saya membeli empat tiket karena cucu telah berumur 4 tahun. Saya sodorkan uang 100.000 kembali 20.000 dan mendapat 4 kantong plastik kecil wortel yang telah diiris-iris. Awalnya saya mengira itu stik bawang untuk pengunjung, ternya wortel untuk kasih makan kelinci.

Kami berjalan memasuki wahana-wahana. Pertama wahana kelinci. Kami masuk lalu di sambut oleh kelinci yang lucu-lucu. Kami bermain dengan mereka sambil memberi makan mereka wortel yang kami dapat dari penjual tiket. Setelah puas, kami lanjut jalan memasuki wahana taman kaktus. Sempat foto di balik patung kaktus yang di lubangi selebar wajah kita untuk spot foto.
Kami keluar dari wahan kaktus untuk menuju wahana kuda dan kambing. Cucu saya ditawari naik kuda belum berani. Kami pun lanjut jalan ke taman bunga. Kami berpose di beberapa spot foto. Pulangnya harus naik jembatan gantung sambil melihat burung merak di sebelah kanan jembatan.
Setelah turun dari jembatana gantung, kami berjalan menuju tempat parkir mobil. Tapi sebelumnya kami sempatkan sholat asar di mushala berbentuk joglo yang sangat bagus dan bersih. Kamudian kami pulang. Sebelum sampai rumah kami sempat makan bakso dan minum air jeruk manis. Kami pulang sampai di rumah pas maghrib. Wisata tanpa rencana, namun cukup membahagiakan. Alhamdulillah.
Maguwoharjo, 21/12/2020
Sumber gambar: dokpri

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
