Terpaksa Bisa (Tamugusi ke 189 )
Oleh: Siti Nurhayati
Setiap akhir semester para wali kelas adalah orang yang paling sibuk mengurus nilai membuat laporan hasil belajar siswa ke orangtua atau wali. Jika para siswa tertib mengerjakan tugas dan lulus ujian mencapai nilai ketuntasan minimal, akan sangat mudah mengimput data ke leger nilai. Namun jika tidak, akan menambah pekerjaan wali kelas mengejar mereka untuk melunasi hutang tugas. Wali kelas juga harus menguasai komputer dan juga internet untuk mengerjakan raport.
Melek digital atau pun IT bagi usia milenial adalah hal yang sangat biasa. Namun bagi generasi tua tentu hal yang perlu perjuangan untuk menguasainya. Tidak jarang karena sudah berpikir negatif bahwa “saya susah paham” akhirnya malas dan menghindar. Yang terjadi bukan kemajuan, malah kemunduran. Ini terkait dengan karakter. Jika memiliki karakter pembelajar sesulit apapun pasti berusaha untuk memahaminya dan trampil menggunakan pengetahuannya, namun jika tidak ya sebaliknya yang terjadi.
Saya adalah wali kelas yang sudah sangat senior. Setiap tahun ajaran baru tidak pernah tidak menjadi wali kelas. Kalau masalah mendidik dan membina anak-anak, semakin senior semakin mahir. Yang menjadi masalah adalah format raport yang sering berganti. Di saat sudah mahir dengan format lama tetiba harus ganti. Terpksa harus belajar lagi dan lagi. Dan hal ini terkait dengan kemampuan digital atau komputerisasi.
Untuk tahun ajaran yang sekarang kebetulan saya harus menggunakan format raport yang baru. Sebenarnya jika dibandingkan dengan format lama, yang baru ini lebih simple. Raport yang lama itu bisa lebih banyak lembar karena ada ada nilai pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang deskripsinya panjang lebar. Juga terdiri dari angka dan huruf serta perdikat. Sedang yang sekarang cukup nilai pengetahuan, ketrampilan, nilai akhir dan predikat. Sedang karakter ada di catatan akhir yang meliputi lima karakter yakni integritas, religius, nasionalis, mandiri dan gotong royong.
Terus masalahnya dimana kalau raport yang sekarang lebih simple? Masalahnya adalah saya kebingungan membuat master dan mailmerge dengan format yang menggunakn MS. Word. Pada semester lalu saya dibantu teman wali kelas paralel. Kebetulan guru computer sehingga jelas lebih pinter masalah komputerisasi. Namun sekarang saya di kelas XI belaiu kelas XII jadi format raportnya berbeda. Dulu beliau yang membuat master untuk kelasnya, lalu saya tinggal copy dan mengganti datanya dengan data kelas saya. Jadinya cepat selesai.
Semester sekarang secara mandiri saya harus belajar membuat master, mail merge ke dalam raport word dan mencetak dengan printer. Melalui WA saya bertanya pada teman cara membuat master yang dijawab lihat master yang lalu tinggal dikurangi kolom yang tidak digunakan. Saya juga melihat video tutorial di Youtobe.
Awalnya saya membuat leger nilai komplit dengan presensi dan catatan lainnya. Kamudian langsung saya mailmerge. Saat diklik Insert Merge Field tidak muncul nama sesuai dengan yang saya maksud, malah yang muncul F2 – F52. Saya edit lagi hingga beberapa kali tapi tetap saja hal yang sama terjadi.
Terakhir saya membuat file Excel baru, copy leger nilai dan formatnya diganti dengan menulis NIS, NISN, Nama, P Agama, K Agama, N Agama, Pre Agama dan seterusnya untuk semua mapel, ditambah Sakit, Izin dan Alpa. Itu saja, kemudian file saya beri nama MASTER. Setelah itu saya klik Mailing pada menu toolbar dan klik mail merge ke format raport yang word dan seterusnya, baru bisa. Alhamdulillah tengah malam akhirnya tugasku membuat raport selesai.
Ternyata sepanjang ada kemauan pasti ada jalan. Terpaksa bisa. Demi sebuah tanggungjawab menyelesaikan raport semester gasal ini, saya berusaha keras mengatasi masalah yang saya hadapi. Memang demikian seharusnya. Ada masalah muncul, dirumuskan masalahnya, ada hypothesa, pecahkan masalah dan hore bisa. Ini seperti Problem based learning.
Maguwoharjo, 17/12/2020
Sumber gambar: youtobe.com
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
