Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belanja Buku Teman (Tamugusi ke - 216)
Tiga buku baru. Dokpri.

Belanja Buku Teman (Tamugusi ke - 216)

Belanja Buku Teman

Oleh: Siti Nurhayati

Belakangan saya banyak belanja buku teman-teman penulis. Rasanya kalau ada yang promosi buku pingin langsung order. Andai saja tidak ada keperluan lainnya, ingin kuborong semua buku yang sudah teman-teman tulis. Hampir sama dengan status di grup FB yaitu “Tulisan teman-teman bagus-bagus semua. Ingin aku baca semua. Apa daya waktu terbatas. Maaf baru aku Like.”

Sekarang ini belanja kan tidak harus keluar rumah. Apa lagi hingga harus pergi jauh, sangat tidak perlu. Ditambah lagi masa pandemi, lebih baik di rumah saja. Yang penting ada gawai atau laptop yang terkoneksi internet maka belanja online sangatlah mudah, termasuk belanja buku.

Baru saja saya membeli tiga baku dari penulisnya langsung. Mereka tingga berjauhan dengan saya, ada yang di Brebes, Medan dan Magelang. Mereka promosi di FB aku beli di WA. Tinggal tanya bagaimana cara order. Setelah itu order sesuai petunjuk. Transfer uang via ATM sesuai harga plus ongkir. Tunggu saja di rumah. Tidak pakai lama para kurir berdatangan ke rumah. Simple banget. Semua menjadi mudah dan Insha Allah berkah.

Apakah mungkin buku-buku yang saya beli terbaca semua? Jawabnya iya diusahakan. Jadi mohon yang bakunya sudah saya beli, jangan buru-buru bertanya minta krisan atau reviewnya. Mereka sudah berbaris rapi di rak-rak buku saya. Nunggu giliran saya jamah dan menyelami isinya. Mereka sabar menanti dan diam saja tidak ada yang protes “kenapa didiamkan saja”. Yang penting sudah terbeli jadi tenang tidak khawatir kehabisan stok.

Saya baru membaca buku-buku tersebut sedikit-sedikit. Mungkin baru bisa dibilang kolektor buku. Tidak masalah. Saya senang kalau melihat buku-buku berbaris rapi di rak. Dan saya merasa kaya walaupun harta saya berupa buku. Di kamar anak-anakku juga ada rak yang penuh buku. Di perpustakaan suami apa lagi buku saja bahkan masih ada yang segel karena belum sempat membukanya. Saya cinta buku, karena buku itu guru yang baik. Tidak pernah marah, malah diam saja. Tapi sungguh saat membaca seperti sedang ngobrol sama penulisnya.

Dari buku-buku yang saya belanja dari teman-teman, niatnya adalah memahami gaya bahasa yang digunakan, diksi yang dipilih dan selanjutnya mencoba menangkap pesan dari buku tersebut. Namun yang lebih utama adalah “nglarisi” mengapresiasi karya teman sehingga termotifasi untuk makin berkarya. Siapa tahu saya sebagai konsumen, bisa ketularan jadi produsen buku alias rajin menulis artikel dan menebar kemanfaatan.

Ada cerita yang lucu tentang belanja buku. Penulisnya dari Jambi maka saya order juga ke Jambi. Setelah buku tersebut sampai di rumah saya lihat penerbitnya ternyata tetangga satu dusun. Jadi buku tersebut dari dusun saya terbang ke Jambi. Setelah saya beli, buku tersebut terbang balik ke dusun saya. Seperti cerita orang pulang haji. Orang Gresik belanja kopyah di Mekah tetapi kopyah buatan Gresik.

Semoga saya ada kesempatan untuk menjadi “kutu buku” sehingga buku-buku yang sudah saya belanja habis aku baca. Dengan membaca banyak buku, saya mempunyai bahan untuk menulis banyak hal. Aamiin.

Maguwoharjo, 13/1/21

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post