Daring Lagi (Tamugusi ke 208)
Daring Lagi
Oleh: Siti Nurhayati, M.Pd
Senin 4 Januari 2021 merupakan hari pertama masuk sekolah di semester genap yang mana di akhir semester akan ada kenaikan tingkat. Para siswa masih banyak yang belum masuk. Sepertinya mereka masih malas. Terlebih sekolah masih dilakukan secara online atau daring, sehingga tak ada semangatnya.
Setelah mengevaluasi pembelajaran daring pada semester lalu yang hanya menggunakan whastapp grup dan googleclassroom, untuk semester ini saya mengajar dengan googlemeet plus dua media sebelumnya.
Pada semester lalu, banyak dari siswa saya yang sangat malas untuk aktif dalam pembelajaran. Umumnya setelah mengisi presensi mereka kabur entah kemana. Dilanjut di googleclassroom juga maksimal 50% yang masuk, itupun kerepotan menagih tugas mereka.
Semester ini saya coba menggunakan video conference sehingga lebih otentik. Sebelumnya saya minta mereka memasang aplikasi googlemeet di gawainya. Memastikan ada pulsa internet dan ada signal yang bagus. Alhamdulillah sudah ada beberapa yang berhasil memasangnya namun ada yang belum. Ada seorang anak yang mintanya pakai Zoom karena tidak berhasil memasang googlemeet. Yang belum berhasil gabung googlemeet saya belum sempat menanyakan satu per satu apa kendalanya. Segera akan saya tindaklanjuti.
Saya meminta mereka mengenakan baju yang sopan karena harus on camera, syukur berseragam sehingga secara psikologis terasa lebih seperti sekolah tatap muka.. Beberapa siswa masih ada yang di luar kota sehingga mereka daring benar-benar dari jauh. Ada yang dari Palembang, Solo, dan Kalimantan. Sisanya kebanyakan berada di Yogyakarta.
Senin saya mengajar di dua kelas, yang jam ke 1 – 3 di kelas XI Tata Kecantikan dan ke 8 – 10 di kelas XI Akuntansi. Di kelas pertama hadir 5 siswi dari 12, sedangkan di kelas kedua hadir 9 siswa dari 21. Saya merasa ini permulaan yang baik walaupun belum 100% kehadiran. Mereka yang tidak ikut pelajaran ada yang memberitahu karena sakit, tidak ada signal, dan tidak berhasil pasang aplikasi googlemeet. Yang lainnya belum memberi kabar.
Saat on camera ada yang lucu, karena adiknya terus menggangu mau ikutan sekolah. Ada juga yang sambil menjaga warung ibunya. Ada yang fokus pada wajah sendiri sehingga seperti orang sedang berdandan dengan terus mematutkan diri. Terus juga mereka seperti kangen satu sama lain sehingga mereka terus omong-omongan sendiri antar mereka. Saya memberi kesempatan untuk santai dulu dan ngobrol bebas. Setelah mereka saya minta untuk menonaktifkan microphonnya baru pelajaran dimulai.
Saya mengucapkan salam, menanyakan kabar dan kesiapan mereka. Sebelumnya saya minta mereka menulis di chat nama mereka dan Hadir. Misal: Siti Hadir. Itu saya lakukan sebagai presensi. Kemudian saya beri pengantar tentang materi yang akan dipelajari, lalu saya share screen berupa slide power point. Hari pertama saya menyampaikan materi tentang Conditional Sentence Type One, karena saya memang mengajar Bahasa Inggris.
Mereka menyimak dengan melihat slide yang saya sampaikan sambil dijelaskan. Sebelum mengerjakan soal Latihan saya menanyakan tentang kejelasan materi yang telah disampaikan. Mereka mengerjakan soal Latihan dengan cukup antusias. Setelah selesai , saatnya saya tunjuk mereka satu per satu untuk menjawab. Kemudian saya mencocokan jawaban mereka dan menjelaskan mengapa jawabannya A atau B.
Terakhir adalah meyimpulkan materi pelajaran hari itu. Sebelum menutup saya minta mereka untuk masuk googleclassroom. Di sana mereka bisa membuka kembali Ppt yang saya unggah dan juga tugas kelas yang harus diunduh, dikerjakan dan diunggah kembali paling lambat tiga hari setelahnya.
Selesai pembelajaran, saya mengisi agenda kemajuan kelas. Rasanya senang dapat menunaikan tugas sebagai guru di hari pertama masuk sekolah dengan baik. Berharap selanjutnya yang bisa masuk kelas lebih banyak dan syukur lengkap. Semoga pendemi lekas berlalu sehingga sekolah bisa normal seperti dahulu. Aamiin.
Maguwoharjo, 5 Januari 2021.
Sumber gambar: dokpri

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
