Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hendak Berlibur (Tamugusi ke - 215)
bunga. fb.com

Hendak Berlibur (Tamugusi ke - 215)

Hendak Berlibur

Oleh: Siti Nurhayati

Adalah pak Yaman Zai salah satu dari sekian orang yang mengalami duka mendalam karena keluarganya menjadi korban pesawat nahas Sriwijaya Air SWJ-182 yang hilang kontak dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu 9 Januari 2021 lalu. Sebagaimana dilansir newsmaker.tribunnews.com, pria ini berasal dari pulau Nias dan baru satu tahun bekerja di Pontianak.

Pak Yaman Zai terus menangis histeris di bandara Supadio Pontianak saat mengetahui pesawat yang ditumpangi istri dan ketiga buah hatinya hilang kontak dan belum diketahui bagaimana nasib mereka. Anak ke tiganya bahkan masih bayi usia baru berapa bulan. Istrinya kontak terakhir pukul 13.30. Biasanya satu jam penerbangan telah sampai, namun ini lama sekali ditunggu tidak jua datang, ditilpun juga tidak aktif. Mereka bermaksud liburan di Pontianak bersamanya.

Kita bisa membayangkan betapa bahagianya mereka saat akan bertemu satu sama lain kemudian berlibur bersenang-senang. Namun suasana bahagia itu seketika berubah menjadi mencekam. Betapa terguncang jiwa pak Yaman, ketika orang-orang yang disayanginya hingga kini tidak jelas nasibnya. Niat liburan bersama pun tidak terwujud. Sedih, kecewa, marah, tak berdaya itu sangat manusiawi. Namun bagaimana lagi, takdir itu telah terjadi.

Sungguh berat ujian hidup yang menimpanya pak Yaman Zai dan para keluarga korban lainnya. Mereka merasakan duka yang teramat dalam kehilangan orang-orang yang sangat dicintai dengan cara yang tragis. Tentu manusia menjadi bingung atas semua yang terjadi begitu tiba-tiba, namun jika kemudian menyadari bahwa Allah menguji setiap orang yang beriman. Ujian bisa berupa kedukaan juga kesenangan. Jangan salah paham bahwa yang namanya ujian hanyalah hal-hal yang menyedihkan atau musibah.

Beberapa ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an bisa menjadi obat jiwa-jiwa yang sedang berduka. Antara lain sebagai berikut.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al Ankabut [29]: 2-3)

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al Baqarah [2]: 155)

"Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” (QS. Muhammad: 31)

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…” (QS Al-Baqarah: 286).

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas“. (QS Az-Zumar: 10)

Dari ayat-ayat tersebut di atas sangatlah jelas bahwa setiap orang yang beriman akan mendapatkan ujian sesuai dengan kadar keimanannya. Semakin dalam keimanan seseorang maka akan mendapatkan ujian yang makin sulit. Tentu hal ini dimaksudkan untuk menilai kualitas imannya benar atau hanya main-main. Dan perlu diingat pula bahwa Allah menguji juga sesuai dengan kemampuannya. Allah sudah mengukurnya sehingga tidak akan menguji di luar batas kemampuannya.

Allah juga tidak akan membiarkan dan menyia-nyiakan orang yang beriman dan bersabar. Dia akan memberikan pertolongan dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka jika ia bersabar dalam menerima ujian. Jadi manusia harus tetap berprasangka baik terhadap setiap takdir-Nya. Sebab pasti Allah membuat perencanaan yang terbaik untuk hamba-hambaNya yang beriman dan beramal sholeh.

Semoga pak Yaman Zai dan para keluarga yang berduka tetap diberikan kesabaran dan ketabahan menerima musibah ini. Allah punya rencana yang terbaik untuk mereka. Aamiin.

"Tidaklah seorang Muslim yang tertimpa musibah kemudian bersegera kepada apa yang di perintahkan Allah berupa ucapan :

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ عِنْدَكَ احْتَسَبْتُ مُصِيبَتِي فَأْجُرْنِي فِيهَا وَعَوِّضْنِي مِنْهَا إِلَّا آجَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهَا وَعَاضَهُ خَيْرًا مِنْهَا

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Allahumma ‘indaka ihtasabtu mushibati, fa’jurni fiha wa ‘awwidhni minha.

Artinya:

Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepadaNya. Ya Allah, di sisi-Mu aku rela dengan musibah yang menimpaku, maka berilah aku pahala dan gantilah dengan yang lebih baik." (HR. Ibnu Majah)

Wallahu’alam bishawab

Maguwoharjo, 12/01/2021

Sumber gambar: FB.com

Rujukan dari berbagai sumber.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post