Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Rindu Sekolah (Tamugusi ke 205)
Ruang kelas. parenting.co.id

Rindu Sekolah (Tamugusi ke 205)

Rindu Sekolah

Oleh: Siti Nurhayati

Rupanya rindu sekolah memang dirasakan oleh siswa dan juga guru tentunya. Saya yakin orang tua juga demikian, ingin anak-anaknya pergi sekolah seperti dulu. Namun apa daya sang corona belum ada tanda-tanda hendak beranjak dari bumi ini. Mereka juga ingin menghuni tempat yang nyaman untuk ditinggali, yaitu dengan menggusur banyak penghuni bumi sebelumnya. Telah banyak yang meninggal akibat si tak kasat mata namun dahsyat membabi buta menyerang siapa saja yang kebetulan sedang rendah imunnya.

Banyak siswa saya yang menanyakan secara wapri apakah semester genap nanti sekolah masih daring apa sudah mulai tatap muka. Saya menjawab bahwa nanti akan diberitahukan secara resmi di masing-masing WA grup kelas. Mereka menjawab baik bu ditunggu informasinya.

Saat ada pengumuman resmi bahwa sekolah masih daring atau belajar dari rumah hingga ada pengumuman lagi dari pemerintah, ekspresi kekecewaan terlihat dari respon mereka di grup. Ada yang bilang, “Waduh buuuu… sudah kangen pakai seragam, kangen ketemu kawan dan guru, kangen dapat uang sangu…”

Saya jawab, “Silahkan baju seragam dipakai saat sekolah daring, karena kita akan menggunakan google meet sehingga kita bisa saling ketemu wajah walalu lewat layar android masing-masing.”

Mereka menjawab, “Tapi bu…kalau tidak ke sekolah ortu tidak kasih uang saku, uang bensin bu…”

Saya jawab, “Anak-anak orangtua tidak kasih uang saku ke sekolah, tapi kalian tetap dikasih uang jajan. Bisa beli jajan di warung tetangga.”

Mereka menjawab, “Tapi tidak asyik bu…masa cuma di rumah doang.”

“Kalian kan tahu to mengapa kita harus sekolah jarak jauh?” saya mencoba menggali pengetahuan mereka tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Firda, “Iya bu tahu. Karena corona masih meraja lela.”

Nabila, “Karena sekolah kita masuk wilayah zona merah covid-19.”

Fatimah, “Harus menjaga jarak aman untuk mencegah penuliran virus corona.”

Saya, “Lah itu kalian sudah pintar. Terus untuk menjaga diri agar tidak tertular virus corona, apa yang harus dilakukan?”

Mereka menjawab, “Ingat pesan ibu…pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak aman…”

“Kalian semua sudah pintar. Mengikuti perkembangan berita dengan baik,” kataku memuji mereka.

“Kita telah memasuki tahun baru 2021. Mari kobarkan semangat untuk memperbaiki kualitas hidup. Bersekolah dengan lebih serius dan tertib. Pada semester yang lalu, kalian banyak yang tidak tertib. Jika tidak ada perubahan untuk kebaikan diri, bukan tidak mungkin kalian tidak naik kelas. Selamat tahun baru. Selamat mempersiapkan diri memasuki semester genap. Jangan lupa berdoa agar pendemi lekas berlalu.” Saya menutup percakapan di WA grup kelas.

“Iyaaa bu. Terimakasih. Kami kangen bapak ibu guru. Semoga bapak dan ibu guru selalu diberikan kebahagiaan dan kesehatan,” kata anak-anak

“Aamiin.” Saya mengaminkan dengan penuh haru.

“Ya Allah…angkatlan corona kembali ke langitMu. Biarkan kami beraktifitas seperti dahulu. Jikalau ada di antara kami yang pongah tidak mengindahkan seruanMu untuk taat hanya kepadaMu, ampunilah. Tarik tentaramu …kami telah sadar bahwa tanpaMu manusia bukan apa-apa. La haula wal kuwwta ila billah.”

Maguwoharjo, 2 Januari 2021

Sumber gambar: parenting.co.id

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post