Selamat dari Tragedi (Tamugusi ke - 213)
Selamat dari Tragedi
Oleh: Siti Nurhayati
Kematian memang adalah rahasia Ilahi. Adalah Rachmawati warga Mempawah Kalimantan Barat sebagaimana dilansir oleh Tribunnew.com, batal terbang dari Jakarta ke Pontianak Sriwijaya Air SJY-182 pada Sabtu, 9/1/2021. Beliau merupakan pegawai Kemenag RI pusat yang sekaligus mantan qori’ah Internasional era 1985-1986, batal terbang lantaran menunggu hasil PCR SWAB yang baru keluar hari itu.
Beliau jauh hari sebelum hari nahas itu terjadi sudah menghubungi biro travel untuk booking tiket, namun karena hasil tes SWAB belum keluar juga hingga menjelang hari keberangkatan maka tiket dibatalkan. Beliau bermaksud terbang pada hari berikutnya menggunakan pesawat Air Asia.
Bisa jadi awalnya kesal ketika beliau menunggu hasil PCR belum juga keluar padahal harus berangkat pada hari yang sudah dijadwalkan. Namun setelah mengetahui bahwa pesawat yang harus ditumpanginya mengalami kecelakaan dengan seluruh penumpang belum diketemukan bersama bangkai pesawat tersebut, beliau menjadi amat sangat bersyukur bahwa selamat dari tragdei maut itu.
Manusia memang harus mempunyai rencana terkait kehidupannya. Bahkan agar hidup bisa lebih tertib kita sudah harus menjadwalkan untuk melakukan ini dan itu. Dan tentu saja kita berharap agar segala sesuatu bisa terlaksana dengan baik lancar dan aman sesuai dengan rencana. Namun bahwa apa yang dilakukan manusia adalah sebatas ikhtiar sedangkan takdir itu hak prerogatif Allah SWT. Jika kita telah menyadari hal tersebut, bila sesuatu terjadi di luar rencana maka itulah takdir Allah. Suka atau tidak manusia hanya bisa menerima.
Kita tentu ikut berduka terlebih lagi adalah para keluarga korban, atas terjadinya tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY-182 kemarin Sabtu , 9 Januari 2021 di perairan kepulauan seribu, yang hampir bisa dipastikan seluruh penumpangnya tidak selamat. Manusia ditakdirkan tidak bisa bernafas di dalam air seperti ikan. Sehingga jika jatuh ke dalam laut apalagi di dalam sebuah pesawat, akan sulit sekali selamat. Walaupun misal seseorang bisa berenang, namun tidak untuk waktu yang lama.
Semua terjadi begitu tiba-tiba, kebahagian yang dialami oleh keluarga korban untuk menyambut kehadiran keluarga mereka di bandara Supadio Pontianak, berubah menjadi kepiluan yang teramat dalam. Butuh waktu untuk bisa menerima takdir yang tidak sesuai dengan keinginannya. Mereka tidak pernah menduga bahwa pesawat yang harusnya membawa keluarga mereka, harus berubah haluan menjadi pesawat maut.
Berbeda dengan yang dialami oleh ibu Rachmawati. Yang awalnya mungkin, dengan tertundanya hasil PCR SWAB mengecewakan berubah menjadi sesuatu yang sangat disyukuri karena menyelamatkannya dari tragedi itu. Hal ini tentu memberikan kesempatan beramal soleh lebih banyak lagi untuk bekal di akhirat kelak.
Kapan manusia akan selamat atau pun celaka, hanya Allah yang tahu. Takdir benar-benar wilayah Tuhan untuk mengaturnya. Tugas manusia hanya berikhtiar sebaik-baiknya dan tawakal atas segala takdir-Nya. Saat takdir yang menyenangkan menghampiri kita, haruslah diterima dengan penuh kesyukuran. Sebaliknya jika takdir yang memilukan terjadi, kita harus menerimanya dengan ikhlas dan sabar.
Mari kita doakan para korban agar diampuni segala dosanya, diterima seluruh amal baiknya dan dilipatgandakan pahalanya, serta ditempatkan di sorga Allah yang terindah. Dan untuk keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. Setiap manusia akan menemui mautnya dengan cara yang hanya yang Maha Kuasa tahu. Apapun caranya tentu kita berharap agar husnul khotimah.
Wallahu’alam bishawab. Innallaaha ma’a shobiriin. Allah bersama orang-orang yang sabar.
Maguwoharjo, 10/01/2021
Sumber gambar: SINDOnews.com
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
