Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Semalam Suntuk (Tamugusi ke 217)
Hujan malam hari. Bobobox.com

Semalam Suntuk (Tamugusi ke 217)

Semalam Suntuk

Oleh: Siti Nurhayati

Selepas sholat maghrib badan ini terasa letih dan mata super mengantuk. Sebenarnya ingin ke tempat peraduan selepas sujud sholat isa, maka aku duduk di depan laptop untuk menyiapkan materi ajar, namun kedua bola mataku tak sanggup lagi untuk dibuka barang sejenak. Dengan terpaksa aku pamit suami untuk tidur terlebih dahulu dan minta dibangunkan setelah terlelap sekitar satu jam untuk sholat isa. Suami mengiyakan maka aku pun lega untuk melanjutkan rencana tidur.

Di atas kasur kucoba berbaring serileks mungkin. Terdengar hujan mulai turun walau tak terlalu besar. Gawaiku yang tinggal sedikit persen dayanya, aku chas dan kukatakan padanya, “Aku mau tidur dulu jangan berisik yah. Kau makan sepuasmu supaya saat aku bangun aku menjumpaimu masih bernyawa.”

Aku peluk guling empuk dan miring ke sisi kanan. Tak lupa aku membaca doa sebelum tidur dan beristighfar sambil mengambil nafas sedalam-dalamnya. Tidak pakai lama, aku pun terlelap. Setelah kurang lebih tiga jam, aku terbangun sendiri. Rupanya suami juga lupa pesanku untuk membangunkanku.

Aku bermaksud bangun, namun tubuh ini serasa ada yang mengikat. Rasanya sulit sekali mau bangkit dari tempat tidur. Padahal aku belum sholat isa. Kepalaku juga rasa berat dan sedikit pusing. Mungkin tubuhku masih ingin dimanja dan belum puas istirahatnya. Karena aku lihat jarum pendek jam dinding kamar masih menunjuk angka sepuluh, maka dalam hatiku bilang tidur lagi saja nanti tengah malam bangun untuk sholat isa sekalian tahajud dan sahur untuk puasa Kamis.

Aku lanjut merem lagi dan mimpi berkali-kali. Namun aku tak ingat mimpi apa saja semalam. Suami juga terlelap di atas dipan di depan TV. Bukan beliau yang nonton TV, sebaliknya TV yang menontonnya terlelap. Sekitar pukul dua dini hari, aku terbangun lantaran panggilan alam yang kalau dibiarkan kasurku bisa basah.

Aku dengan mata masih berat untuk terbuka berusaha bangkit dan berjalan ke kamar mandi dengan mata yang setengah merem. Beruntung kamar mandi ada di dalam kamar tidur sehingga dengan mudah aku mencapainya. Setelah kusiram kloset dengan bersih, aku lanjutkan cuci muka agar kantuk hilang. Kemudian aku wudu terus menuju tempat sholat. Aku pasang mukena lalu takbir. Selepas salam saya wirid. Mau bangkit lanjut tahajud tetiba rasa kantuk menyerang lagi bertubi-tubi hingga aku kalah. Masih menggunakan mukena kubaringkan tubuhku. Berharap bisa bangun pukul setengah empat pagi.

Aku sholat tahajud sebelas rokaat, kemudian menulis banyak sekali tulisan begitu lancarnya. Aku merasa senang karena nanti tinggal unggah di blog gurusiana. Ada beberapa judul yang sudah berhasil aku selesaikan. Aku pun tersenyum puas. Namun rupanya itu cuma mimpi. Astaghfirullahalaziem.

Terdengar sayup-sayup suara azan subuh. Aku terbangun dan tubuhku masih berbalut mukena. Ada rasa menyesal dalam hati karena aku tiadk sholat malam, tidak sahur dan tidak puasa Kamis. Kalau aku nekat puasa khawatir lemas sebab aku juga tak sempat makan sebelumnya. Terakhir makan siang saja. Aku istighfar berkali-kali mohon ampun atas apa yang terjadi. Ada apa dengan tubuh ini kenapa sulit untuk bangun malam ya Allah.

Aku langsung melepas mukena dan menuju kamar mandi untuk ambil air wudu. Selepas sholat subuh, aku rebus air kemudian membuat minuman untuk menghangatkan perut. Kemudian aku merebus pisang dan kentang untuk suami. Setelah itu aku membuka laptopku untuk melanjutkan membuat materi ajar dengan powerpoint.

Mungkin para pembaca budiman juga pernah mengalami seperti yang aku alami semalam suntuk. Bersyukur aku masih bisa menjalankan ibadah wajib walau kehilangan yang sunnah. Semakin berumur, tubuh ini sering keletihan. Benar hadis nabi yang mengatakan, “Ingat lima perkara sebelum lima perkara. Muda sebelum tua, lapang sebelum sempit, kaya sebelum miskin, sehat sebelum sakit, dan hidup sebelum mati.” Intinya jangan menunda-nunda untuk beramal sholeh.

Wallahu a’lam bishawab.

Maguwoharjo, 14/01/2021

Sumber gambar: **(censored)** – NUonline.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post