Windi - Bagian 1. (Tamugusi ke - 218)
Windi
Bagian 1
Oleh: Siti Nurhayati
Mungkin kurang peduli dengan apa yang terjadi dengan lingkungan sekitar, atau memang tuli bu Aminah kurang paham. Saat ia ke pasar, tetiba sesorang yang bukan tinggal di lingkungannya bertanya, “Bu yang benar siapa yang membuat anak pak Suji berbadan dua?”
Ia yang kaget campur heran balik bertanya, “Anak pak Suji yang mana sih mbak, malah tidak dengar kabar apapun.”
Mbak Santi yang kebetulan satu dusun dengan orangtua pak Suji sambil tertawa bilang, “Loh bu Aminah ini bagaimana to, orang satu dusun malah gak dengar. Kabar itu sudah santer di tempat saya loh bu. Kabarnya malah sudah tiga bulan.”
“Ya sudah mbak, tidak baik menggosip orang di pasar. Saya tak belanja dulu ntar keburu kesiangan,” ucapnya sambil pamitan untuk masuk ke pasar.
“Baik bu. Saya juga mau beli telor. Kebetulan persediaan di kulkas habis. O ya bu jangan lupa mencari tahu yah. Saya juga penasaran,” jawab mbak Santi.
“Mbak...jangan di sebarluaskan dulu lah. Itu masih kabar burung loh, takutnya jadi fitnah. Kita harus menutup aib orang kalau memang itu benar. Supaya Allah juga menutup keburukan kita agar tidak dipermalukan,” ucapnya mengingatkan mbak Santi.
“Astaghfirullah. Iya ya bu. Tapi...itu benar loh bu. Tidak bohong. Saya kan juga tetangga dekat dengan neneknya Windi.” ucap mbak Santi meyakinkannya.
“Windi setahu saya kan baru kelas dua SMP masa sih sampai berbadan dua. Rumahnya kan cuma di belakang saya. Kami satu RT. Tapi sungguh saya tidak dengar berita itu. Saya malah baru tahu ini,” jawabnya sambil melangkah ke tempat penjual sayuran.
“Pasang telinga dong bu, dengarkan bisik-bisik tetangga. Biar tidak ketinggalan berita,” ucapnya sambil tersenyum.
“Ya..ya ...sudah yuk lanjut belanja dulu.” kata bu Aminah menutup obrolan.
Bersambung.
Maguwoharjo, 15/01/2021
Sumber gambar: id.pinterest.com
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
