Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Menyongsong Kelahiran Cucu Kedua (Tamugusi ke - 255)
Menunggu kelahiran cucu kedua.

Menyongsong Kelahiran Cucu Kedua (Tamugusi ke - 255)

Menyongsong Kelahiran Cucu Kedua

Oleh: Siti Nurhayati

Mempunyai anak tentulah sangat membahagiakan jika itu lahir dari pasangan yang syah dan kelahiran jabang bayi itu sangat dinantikan. Namun ternyata mempunyai cucu itu lebih membahagiakan. Ini merupakan fase kehidupan yang mana seseorang menjadi nenek atau kakek. Kini usia saya hampir lima puluh lima tahun Insha Allah akan lahir cucu kedua sebentar lagi,

Cucu pertama saya adalah laki-laki yang lahir pada 28 Desember 2016 secara sesar. Hal ini terjadi lantaran air ketuban sudah rembes duluan sementara menunggu lahiran normal tidak juga lahir hingga nyaris kehabisan air ketuban. Untuk menghindari resiko besar maka dokter mengambil tindakan sesar untuk cucu pertama. Alhamdulillah kini cucu pertama sudah besar dan tumbuh sehat serta cerewet namun sangat ramah terhadap orang lain. Anaknya sangat mudah bergaul dan beradaptasi dengan lingkungan baru sekalipun. Dia bernama Zielrafie Mehdi Hasyemi dipanggil Ziel.

Cucu kedua tinggal menghitung waktu saja untuk lahiran karena usia kandungan sudah memasuki minggu ke tiga puluh delapan. Sesuai hasil USG bayinya berjenis kelamin laki-laki lagi dan berat janin sudah besar yakni 3,8 kilo gram. Dokter bilang karena ada riwayat sesar maka jika berat bayi lebih besar dari bayi sebelumnya maka akan sangat beresiko jika harus dilahirkan secara normal. Dokter menyarankan untuk dilahirkan secara sesar antara tanggal tujuhbelas hingga dua uluh dua tahun ini. Hari pekiraan lahir sebenarnya 5 Maret 2021. Namun jika menunggu hari itu maka kemungkinan berat bayi mencapai empat kilo lebih.

Setelah berembug keluarga dengan mempertimbangkan berbagai hal maka diputuskan akan dilahirkan sesar besok Ahad, 21/02/2021. Ini tanggal cantik kata putra saya yang adalah ayah dari bayi yang akan dilahirkan itu, sehingga sekarang kami ini sedang menghitung waktu untuk sampai pada waktu dieksekusi oleh dokter kandungan yang menangani kehamilan menantu saya. Dokternya adalah dokter yang sama dengan yang menolong persalinan cucu pertama.

Saya membayangkan betapa hebohnya nanti jika kedua cucu sudah bisa main bersama. Cucu yang pertama itu sangat aktif dan cerewet. Kosa katanya banyak sekali sehingga kalau ngomong susah putusnya. Semua diomongin bahkan sangat ngeyel jika dibilangin. Sering berdebat untuk masalah apa saja. Saya tidak tahu jika besar mau seperti apa. Mau menjadi diplomat barangkali. Apapun, saya berharap agar cucu saya menjadi anak yang sholeh dan taat pada norma agama. Aamiin.

Saat ditanya kalau adiknya nanti lahir akan diberi nama siapa. Dia bilang adiknya mau diberi nama Zidane. Ketika ditanya kenapa dikasih nama itu. Dia menjawab supaya nanti pinter main sepak bola. Ketika saya bilang dinamai Abdel saja biar kalau sekolah nomor urutnya di awal bukan di akhir. Dia menjawab kalau adiknya mau jadi pemain bola bukan jadi penyanyi.

Sabtu malam menantu saya akan diantar ke rumahsakit. Karena ini masa pandemi jadinya nanti dia dan bayinya tidak boleh ditengok kecuali ditunggu oleh dua orang secara bergantian. Juga ibu yang akan melahirkan dirapid test antobody alhamdulillah non reaktif. Rencana yang menjaganya adalah suami dan ibunya sendiri. Semoga kelahirannya akan berjalan lancar, aman dan selamat. Selamat datang kedua cucuku yang kedua. Semoga terjaga dari segala fitnah dunia.

Di rumah, saya menjaga cucu pertama karena dia tidak boleh ikut ke rumahsakit. Saya harus mengantisipasi jika dia nanti rewel karena harus ditinggal mama dan ayahnya ke rumah sakit. Walau sudah dikondisikan, namun perlu tetap diwaspadai jika tetiba dia menangis. Dia sudah minta untuk dijaga oleh teman mama dan ayahnya yang dulu tinggal di tempat saya. Dia sangat senang sama mbak Idha namanya. Semoga tidak rewel.

Maguwoharjo, 19/02/2021

Sumber gambar: dokpri

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post