Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Windi - Bagian 21 (Tamat) (Tamugusi ke - 238)
Info Kece.com

Windi - Bagian 21 (Tamat) (Tamugusi ke - 238)

Windi

Bagian 21

Oleh: Siti Nurhayati

Jelang tidur, ibu Windi mencoba ngajak ngobrol suami tentang Windi dan Rio. Bukan ibu Windi tidak ingat bagaiman sikap dan ucapan pak Yuli pada mereka malam itu. Namun sebagai seorang muslim ia sadar bahwa tidak baik menyimpan perasaan dendam dalam hati. Memaafkan orang lain bukanlah menandakan bahwa ia rendah, justeru sebaliknya itu mulia dan membuat hati bahagia.

“Ayah...ibu mau omong sesuatu ya. Ayah belum ngantuk banget to?” ucap ibu Windi mengawali.

“Mau omong apa to bu kok sepertinya masalah penting banget,” timpal ayah sambil tetap berbaring, sementara ibu Windi masih posisi duduk di atas dipan menghadapkan wajahnya ke suaminya.

Ibu Windi menceritakan pertemuan tak disengaja antara Windi dan Rio di bank hingga tuntas. Lantas ayah Windi bertanya, “Jadi ibu mau ngomongin Windi dan Rio to?”

“Iya pak. Ayah tidak keberatan to kita membahas masalah ini?” tanya ibu Windi berharap suaminya telah memaafkan sikap dan ucapan pak Yuli.

“Ibu apa tidak ingat bagaimana pak Yuli bersikap malam itu? Ucapan pak Yuli sungguh keterlaluan kepada Windi. Jika ingat hal itu sakit banget bu hati ini,” ucap ayah Windi sambil bangkit duduk bersandar di dinding kamar.

“Ya ingat sekali to ayah...tapi ibu berpikir bahwa tidaklah baik memendam amarah di dada untuk waktu yang lama. Lebih baik melupakan dan memaafkan. Hal itu lebih melegakan hati dan malah bahagia karena tidak ada beban,” kalimat ibu Windi berusaha membujuk agar suaminya memaafkan kejadian yang sudah sangat lama.

“Jadi intinya ibu mendukung jika Rio akan bersatu kembali dengan Windi?” tanya ayah ingin tahu banget.

“Jika hal itu baik untuk Windi dan anaknya apa salahnya kalau kita merestui hubungan mereka ayah,” jawab ibu Windi berdiplomasi.

“Memang kalau ayah memikirkan Windi berjuang sendiri membesarkan anak tanpa ada seorang pendamping hidup rasanya kasihan. Lagi pula Windi kan masih muda masih panjang urusan ke depannya. Jika memang Rio serius dan orangtuanya juga sudah bisa menerima Windi sebagai ibu dari cucunya, kita Bismillah saja bu untuk sesuatu yang baik,” kalimat ayah Windi begitu bijak keluar dari lisannya.

“Alhamdulillah...ayah. Ibu sangat bangga punya suami yang berhati lapang dan berpikiran bijaksana,” ucap bu Suji sambil memagang tangan suami dan menciumnya.

“La iya to bu. Ayah juga pingin lihat Windi itu menikah dengan orang yang penuh tanggungjawab. Semoga Rio mampu menjadi suami yang baik dan bisa membimbing Nugi jadi anak yang sholeh. Kekhilafan yang dia perbuat terhadap Windi semoga diampuni Allah setelah ia menyesal dan bertobat. Mungkin memang mereka berjodoh ya bu,” ucap ayah Windi berharap ini jalan yang baik untuk masa depan Windi dan cucunya.

“Iya ayah. Ibu aminkan apa yang menjadi harapan kita bersama.” Ucap ibu Windi sambil berdiri mematikan lampu yang besar lalu menyalakan lampu yang wattnya lebih kecil karena hendak tidur dengan perasaan lega.

*****

Windi sengaja mengajak Nugi jalan-jalan sore itu. Windi sudah janjian ketemu di sebuah tempat makan yang asri. Ada gazebo-gazebo yang nyaman untuk makan-makan sehingga terjaga privasi para pelanggan. Windi sengaja memilih gazebo yang agak jauh dari yang lainnya dan pesan ikan bakar dan sup iga sapi yang yummy dan minuman es jeruk dan ada juga es kelapa muda. Tak lama Rio datang bergabung dengan mereka.

Melihat Rio yang datang, Nugi lalu bilang, “Loh ini kan bapak yang kita ketemu waktu di bank itu kan?”

“Iya betul. Kamu namanya Nugroho Wicaksono kan?” ucap Rio sambil tersenyum.

“Kok bapak tahu yah nama saya dengan lengkap?” kalimat Rio terucap seperti keheranan.

“Iya lah tahu...kan ibumu yang mengisi formulir saat kamu mau buka tabungan dengan lengkap. Kamu itu wajahnya persis pak Rio,” ucap Rio sambil mengambil ponselnya lalu selfie berdua.

“Lihat tuh...sama kan wajah kita,” ucap Rio sambil memperlihatkan foto selfie mereka.

“Iya yah...lihat ini bu. Kok wajah Nugi sama pak Rio mirip yah. Nanti kalau jalan bareng dikira Nugi anak pak Rio ya bu,” kalimat Nugi sangat polos.

Windi terkejut dengan kalimat Nugi namun kemudian ia tersenyum. Ia senang melihat mereka berdua ngobrol dengan sangat akrab. Dalam hati Windi bersyukur akhirnya ayah dan anak bisa saling sapa. Tak lama makanan yang dipesan datang. Para pelayan menyajikan di meja pendek dengan pelanggan duduk lesehan.

Kemudian Windi cerita pada Nugi bahwa Rio dulu adalah teman ibu. Rumahnya tidak jauh tapi karena rumah Windi di ujung barat sedangkan rumah Rio di ujung timur sehingga walau satu RT namun sangat jarang bertemu, kecuali pas acara Remais atau pas sekolah, karena ibu dan pak Rio belajar di SMP yang sama. Nugi hanya manggut-manggut saja sambil kadang menatap wajah Windi dan Rio.

“Ayo kita makan dulu, ntar keburu dingin loh makanannya,” ucap Windi mengajak mereka makan. Mereka makan dengan sangat lahap karena masakan di tempat makan tersebut sungguh istimewa.

Setelah makan kenyang mereka masih melanjutkan ngobrol santai. Lalu Windi mencoba bicara pada inti permasalahan dengan Nugi. Rio hanya mendengarkan dan melihat reaksi Nugi.

“Nak... kamu kan sekarang sudah kelas enam SD. Sebentar lagi kamu akan pergi ke untuk sekolah di pesantren. Kalau Nugi nyantri berarti ibu sendiri. Walau ada simbah tapi kan mereka juga punya urusan masing-masing. Kalau ibu pingin punya teman boleh tidak?” ucap Windi hati-hati.

“Tadi kata ibu pak Rio ini teman ibu. Kenapa tidak minta pak Rio aja jadi teman ibu. Pak Rio sepertinya baik banget. Iya kan pak? tanya Nugi sambil menatap Rio.

Ditanya demikian Rio sambil senyum langsung merespon, “Dengan senang hati pak Rio akan menjadi teman ibumu selamanya.”

“Tuh ibu...pak Rio sudah menjawab bahwa akan menjadi teman ibu selamanya,” ucap Nugi sambil melihat ibunya yang agak terkejut tidak menyangka kalau Nugi akan berkata demikian.

Rio kemudian bertanya,” Nugi ...kalau pak Rio mau jadikan ibu kamu istri pak Rio berarti boleh?”

“Tentu saja boleh. Nugi juga pingin kok punya ibu dan ayah seperti teman-teman Nugi,” jawab Nugi yang sungguh memberi kejutan yang membahagiakan Windi dan Rio serta bikin haru keduanya.

Rio lalu memeluk Nugi sangat erat sambil air mata membasahi pipinya. Ia begitu rindu ingin memeluk Nugi. Menyaksikan Rio memeluk erat Nugi sambil menangis, Windi lantas mengambil ponsel dan menyalakan kamera untuk mengabadikan sebuah persitiwa yang luar biasa, Ia sendiripun juga ikutan gerimis di pelupuk matanya dan jatuh tak bisa dibendung.

“Kok ibu sama pak Rio menangis. Ada apa sih?” tanya Nugi penasaran.

“Iya ibu dan pak Rio menangis terharu nak. Karena Nugi sudah mengijinkan pak Rio untuk menjadi teman ibu selamanya. Sehingga saat Nugi di pongok nanti, ibu sudah ada temannya. Kalau nengok Nugi di pondok ibu tidak sendirian,” ucap Windi sambil senyum tapi air mata berjatuhan.

Tak lama, orangtua Rio bertandang ke rumah pak Suji melamar Windi untuk putranya-Rio. Dengan ketulusan hati pak Yuli memohon maaf atas sikapnya dulu yang sangat buruk. Pak Suji dengan besar hati pun telah memaafkan. “Yang sudah terjadi biarlah berlalu dan menjadi pelajaran berharga,” kata pak Suji pada orangtua Rio.

Karena ini bukan pengantin biasa maka Windi dan Rio sepakat untuk melangsungkan pernikahan dengan sangat sederhana, hanya datang ke kantor KUA lalu menglangsungkan akad nikah di sana. Biaya untuk pesta lebih baik dialihkan untuk sekolah Nugi. Sekarang Nugi telah memiliki ayah dan ibu yang terikat pernikahan yang syah secara hukum agama dan negara. Semoga terbina rumahtangga yang syakinah mawaddah warahmah selamanya. Aamiin.

TAMAT

Maguwoharjo, 04/02/2021

Sumber gambar: id.pinterest.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post