Hanya untuk Putriku - Cerbung (Tamugusi ke - 294)
Hanya untuk Putriku
Oleh: Siti Nurhayati
Part 5.
Bulan terang berteman ribuan bintang di langit. Sang bayu bertiup lembut, hawa dingin menembus celah rumah yang terbuat dari kayu beratap seng. Suara ombak laut masih terdengar jelas di telinga Mawar yang belum mampu memejamkan mata. Para nelayan masih berjuang mengais rejeki di tengah samudera. Bulan terang ikan susah nongol, sehingga tangkapan nelayan tak sebanyak jika bulan belum purnama. Hingga selarut itu, Mawar belum juga bisa tidur. Pikirannya tak tenang.
Sudah bulan ketiga Mawar tak datang bulan, meski bulan di langit demikian terang. Bulan pada diri Mawar justeru surut tak hendak menyembul. Gelisah, khawatir, pening, mual, bertubi-tubi ktidaknyamanan mengahampiri dirinya. Hidup tak seindah mawar di taman. Nasibnya sangat sendu, masa depannya semakin remang-remang.
Lantaran semalaman hampir tidak bisa tidur, maka Mawar tidak bisa bangun pagi. Emanya membangunkannya dengan hati dongkol. Lantaran sudah siang namun Mawar belum juga bangun. Ema minta Mawar segera ke dapur selepas salat subuh. Ema sudah merebus air tinggal tunggu mendidih. Mawar bergegas ke dapur untuk meneruskan pekerjaan yang telah diawali ema.
“Itu pisang yang di keranjang dikeluarin, terus dibuat pisang goreng,” emanya berujar.
Mawar membuat teh manis hangat lalu menggoreng pisang kapok yang ema beli di pasar. Pisangnya besar-besar dan berasa manis. Pulau di seberang memang lebih subur di banding dengan pulau yang ditinggali keluarga Mawar.
Tak lama pak Nirwan bersama abangnya Mawar telah pulang dari melaut. Di dalam perahunya terdapat ikan namun tak sebanyak sebagaimana biasanya. Pada saat bulan terang memang agak susah mendapatkan ikan.
***
Mawar semakin tidak tahan dengan bau ikan. Hal ini mungkin karena dalam kandungannya telah ada janin. Saat sedang menjemur ikan tetiba mual yang teramat sangat sehingga dia harus lari ke kamar kecil untuk muntah. Wajahnya menjadi sangat pucat dan keringat dingin.
Ema heran melihat Mawar yang seperti orang sedang hamil muda. Dia bertanya, “Hei Mawar kamu kenapa muntah-muntah? Tidak biasanya kamu seperti itu?”
Mawar menjawab, “Tidak apa-apa ema...hanya sedikit masuk angin. Nanti minum teh hangat juga sembuh.”
“Ya sudah cepatan minum teh hangat. Jangan sampai sakit parah. Ini pekerjaan masih banyak,” kata ema sambil keluar meneruskan menjemur ikan.
Mawar keluar dari kamar kecil lalu membuat teh hangat dan meminumnya. Setelah itu badannya lumayan enak, namun masih agak lemas. Dia lantas duduk di balai-balai yang ada di dapur rumah sekedar rileks dan menguatkan badannya kembali.
Melihat kakaknya hanya duduk sementara emanya sedang menjemur ikan Melati merasa tidak senang. “Kak Mawar kok enak-enak duduk, sementara ema malah yang menjemur ikan,” ucapnya ketus.
“Iya sebentar ...tadi kurang enak badan jadi saya istirahat sebentar,” jawab Mawar dengan sabar.
“Ya cepetan. Jangan terlalu lama duduk. Kasihan ema jemur ikan banyak tuh,” ucap Melati tanpa menghiraukan kakaknya yang sedang kurang sehat.
Mawar lantas bangkit dari balai-balai berjalan menuju halaman rumah untuk meneruskan menjemur ikan. Ada banyak ikan yang sedang dijemur. Sebagiannya ada yang sudah hampir kering dan sebagiannya masih agak basah. Untuk menjadikan ikan kering butuh waktu beberapa hari tergantung cuaca. Jika dapat panas yang bagus maka tidak lama ikan-ikan itu akan mengering. Harganya bagus jika keringnya merata. Membuat ikan kering asin sangat mudah namun butuh ketelatenan. Hanya dibutuhkan ikan segar kemudian dipisahkan antara ikan yang besar, sedang dan kecil. Ikan yang besar dan sedang dibelah dua lalu dibersihkan dengan air yang cukup. Setelah ikan-ikan itu bersih kemudian diberi garam. Ada yang model tabur secara berlapis ada yang langsung direndam air garam. Biarkan selama dua tiga hari hingga garam meresap. Setelah itu dicuci kembali hingga bersih, kemudian dijemur di para-para yang terbuat dari anyaman bambu. Harus dibolak balik saat penjemuran sehingga bisa kering merata. Jika sudah kering dan terasa asin gurih maka ikan siap dikemas lalu dijual.
Mawar sedang membolak balik ikan yang sedang dijemur, namun baunya menyengat hidung sehingga dia yang sedang tidak seperti biasanya akrab dengan aroma khas ikan yang sedang dijemur, tetiba dia merasa mual-mual lagi. Dia lari lagi masuk ke dalam kamar kecil. Melihat hal itu Melati mulai curiga bahwa ada apa-apa dengan kakaknya.
Maguwoharjo, 30/03/2021
Sumber gambar: Akurat.co
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
