Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hanya untuk Putriku (Tamugusi ke - 289)
Edyraguapo.bogsopt.com

Hanya untuk Putriku (Tamugusi ke - 289)

Hanya untuk Putriku

Oleh: Siti Nurhayati

Part 1.

Desa yang terletak di pinggir pantai begitu damai. Desa tersebut merupakan salah satu desa dari sebuah pulau kecil yang hanya terdiri dari dua kecamatan. Walau desa tersebut berada di ujung pulau dengan kondisi alamnya yang penuh bebatuan namun masyarakatnya sudah beradaptasi dengan alamnya sangat baik.

Deburan ombak terdengar setiap saat. Burung camar terbang ke sana kemari menari di atas samudera dengan lincahnya. Angin bertiup terkadang kencang, terkadang santai sepoi-sepoi, membuat mata mengantuk saat tersentuh sang bayu. Perahu nelayan ada yang sedang melaut bersama sang empunya untuk menangkap ikan, namun ada yang hanya ditambatkan di bibir pantai membuat pemandangan indah di pagi dan senja hari saat terbentuk siluet. Masyarakat pesisir menjalani kehidupan dengan bersahaja. Banyak penduduk di desa tersebut dengan aneka mata pencahariannya, salah satunya adalah keluarga bapak Nirwan yang memiliki satu istri dan tiga orang anak yang sudah besar. Satu bujang dan dua gadis.

Mawar namanya, seorang gadis lugu di kampungnya adalah salah satu putri pak Nirwan. Meski lugu dia juga adalah manusia yang punya rasa ingin mencinta dan dicinta. Namun nasibnya tak seberuntung adiknya Melati,yang telah menikah terlebih dahulu dengan seorang pria yang sebenarnya kepadanya juga perasaan itu telah berlabuh. Mau bagaimana lagi, suka tidak suka dia harus menerima kenyataan bahwa dia yang disayang harus menjadi adik ipar.

Tidak masalah bahwa dia, si Rudin telah menjadi adik ipar, namun mengapa dia harus tinggal satu rumah dengannya. “Mengapa tidak dibawa saja adikku tinggal di rumahnya?” gumam Mawar dalam hatinya.

Jika dia harus tinggal satu rumah, walaupun bapak dan ibu menerimanya dengan senang hati, tetapi tetap hal itu membuat hati Mawar tidak nyaman. Benar bahwa ke tempat kerjanya dari sisi jarak terhitung lebih dekat, sehingga bisa menghemat biaya. Itu kira-kira alasan Rudin, suami Melati. “Ok lah, saya tidak lagi mempermasalahkan, namun jujur dalam hati, Mawar khawatir jika dia menggodanya, saat ada kesempatan,“ begitulah lamunan Mawar.

Mawar memang tidak bernasib baik dalam hal asmara, dan juga Mawar merasakan bahwa Melati lebih disayang oleh kedua orangtuanya. Namun demikian, dia tetap berusaha untuk bersikap wajar dan sabar. Dia tetap menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dengan baik. Entah mengapa kedua orang tua dan abangnya terlebih Melati tidak begitu menyukai Mawar. Padahal Mawar adalah gadis yang cantik lagi pendiam, tapi mengapa justeru dia yang menjadi bahan bullyan setiap harinya.

Rupanya Nurdin juga diam-diam sebenarnya lebih suka terhadap Mawar. Namun Mawar yang pendiam tidak paham isyarat cinta yang ditunjukkan kepadanya. Justeru adiknya si Melati yang lebih menunjukkan perasaan suka kepada Nurdin, sehingga tak ayal Nurdin melamarnya untuk menjadi istrinya. Dengan senang hati Melati dan keluarganya menyetujuinya. Tinggallah si Mawar gigit jari menerima nasib, orang yang disayanginya memilih untuk menjadi adik iparnya.

Bersambung.

Maguwoharjo, 25/03/2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post