Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hanya untuk Putriku (Tamugusi ke - 291)

Hanya untuk Putriku (Tamugusi ke - 291)

Hanya untuk Putriku

Oleh: Siti Nurhayati

Part 3.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun. Tak terasa rumah tangga Melati bersama Nurdin telah berjalan dua tahun. Setelah dua tahun berumahtangga, namun mereka belum dikaruniai seorang anak. Padahal sepertinya keduanya tidak ada masalah. Keduanya masih muda dan sehat. Namun entah mengapa Tuhan belum memberi keturunan kepada mereka berdua.

Mawar walau sebenarnya juga masih menyimpan rasa terhadap adik iparnya, namun selama dua tahun hidup dalam satu atap berhasil menghindari tatapan mata Nurdin yang mengisyaratkan bahwa dalam hatinya juga ada rasa yang sama. Namun kerana dia telah memilih menjadi adik iparnya, maka dia juga berusaha untuk tidak terjadi hal-hal yang melanggar norma. Terlebih dia sebagai seorang perangkat desa, harus benar-benar mampu memberikan tauladan bagi warganya.

Nurdin setiap harinya timbul rasa kasihan terhadap Mawar yang diperlakukan layaknya pembantu, yang mana dia harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga seorang diri,sementara istrinya malah tidak membantunya sebagaimana seharusnya. Dia terlalu egois dan tidak hormat terhadap kakaknya. Bahkan dia selalu waspada jika suaminya nanti akan selingkuh dengan Mawar, lantaran hingga saat ini kakaknya masih sendiri.

Suatu malam, entah apa yang terbersit dalam pikirannya sehingga Nurdin masuk ke dalam kamar Mawar. Mawar yang dalam keadaan terlelap tidak menyadari bahwa adik iparnya telah menyelinap ke dalam kamarnya yang tidak terang, hingga terjadilah hubungan terlarang. Saat dia tersadar, semua telah terjadi. Nurdin minta maaf namun apa daya semua telah terlanjur.

Sebelum ada yang terbangun, Nurdin buru-buru balik ke kamarnya. Kemudian diapun terlelap. Namun di sisi lain, Mawar menangis tanpa suara. Kegadisannya telah direnggut oleh adik iparnya. Dia bingung jika perbuatan Nurdin kepadanya meninggalkan benih yang cepat atau lambat akan diketahui oleh orang lain terutama keluarganya.

Pagi hari Mawar dan Nurdin bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Mawar tetap mengerjakan apa yang biasa dia kerjakan. Nurdin pun demikian. Sehingga tidak ada seorangpun yang curiga telah terjadi sesuatu yang dahsyat tadi malam.

Mawar merebus air kemudian membuatkan minum untuk seluruh keluarganya. Dia juga telah mengukus ketela pohon juga ketela rambat yang dibeli ema di pasar di pulau seberang. Semua telah dihidangkan dengan baik di meja makan, yang lain tinggal menikmatinya saja.

Nurdin telah mandi dan bersiap ke kantor lurah untuk melaksanakan tugas hariannya. Dia pamitan pada istrinya. Namun dia sempatkan untuk melirik Mawar yang sedang mengelap meja makan karena ada teh yang tumpah sedikit. Mawar hanya menunduk saja dan tidak menghiraukannya.

Maguwoharjo, 27/03/2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post