Karena Cinta maka Rindu (Tamugusi ke - 286)
Karena Cinta maka Rindu
Oleh: Siti Nurhayati
Sepuluh hari berpisah dengan cucu tersangat rindu. Anak saya baru rencana akan ke tempat mertua karena adik ipar akan menikah, saya sudah rasa kurang nyaman. Kedengarannya egois, namun begitulah faktanya. Namun karena kakek dan nenek yang sebelah sana juga pasti punya rasa yang sama, maka saya harus rela berbagi cinta.
Baru tadi malam anak cucu pulang dari Banyumas. Rasanya sungguh luar biasa bahagia. Rindu terobati. Begitu terdengar bunyi mesin mobil masuk garasi, saya dan suami menyambut cucu. Yang bayi langsung saya gendong. Yang abangnya digendong kakek. Tak hiraukan oleh-oleh yang dibawa di mobil bagian belakang, pokoknya ketemu Kembali cucu sudah lebih dari cukup.
Benar anak sudah berkeluarga, namun karena suami menginginkan tetap tinggal di rumah sehingga sudah terbiasa sehari-hari bersama cucu. Rasanya ada yang kurang bila sehari tak bercengkerama dengan cucu. Cucu rasa anak. Adalah kebahagiaan tersendiri kumpul dengan anak dan cucu.

Pernah saya bilang suami mengapa anak sudah berkeluarga tidak boleh hidup berpisah secara mandiri. Suami dengan ringan bilang bahwa buat apa saya beli tanah seluas ini kalau bukan untuk anak. Herannya, suami seorang perantau, namun tidak tahan hidup berpisah dengan anak.
Setelah dibersihkan walau tidak mandi namun dilap tubuhnya dan diganti bajunya, cucu yang besar umur empat tahun tiduran di kamar saya minta dielus-elus. Mungkin karena capek sehingga tidur tanpa makan malam. Namun kemudian ayahnya pindahkan dia tidur di kamarnya. Karena tidur perut kosong, selepas subuh bangun terus ke kamar saya minta diambilkan makan. Lapar, katanya. Saya ambilkan makan dengan lauk ayam dan tempe bacem. Setelah kenyang dia main-main dengan mainnya yang banyak.
Cucu yang kecil malam itu melek sebentar lantas tidur lagi. Pergi saat berumur tiga pekan, pulang sudah berumur satu bulan. Digendong, dicium, diubek-ubek. Pokoknya gemes dan gemes. Namanya juga bayi, masih putih bersih tanpa dosa, jadi bawaannya gemes kalau melihat cucu yang masih bayi itu.
Namun demikian, saya tidak boleh terlena hanya bermain-main dengan cucu. Melainkan mereka adalah penghibur hati, dan penyemangat dalam menjalani kehidupan. Saat jam delapan harus sudah berada di kantor, mereka semua ditinggalkan bersama ayah bundanya. Begitu pulang kantor, sejenak bermain-main lagi dengan mereka sambil melanjutkan aktifitas sehari-hari. Yang jelas, karena cinta maka ada rindu.
Maguwoharjo, 22/03/2021
Gambar. Dokpri
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
