Pesta Maut (Tamugusi ke - 265)
Pesta Maut
Oleh:Siti Nurhayati
Krisis pangan telah menciptakan banyak pencuri baru. Mereka akan berburu apa saja demi memenuhi hasrat makan lantaran perut yang lapar. Bukan saja perut sang pencuri, namun juga keluarganya. Mereka tak peduli yang dimakan adalah hak orang lain. Demi memenuhi kebutuhan dasar yakni pangan, mereka rela melanggar norma hukum yang ada walau nyawa taruhannya.
Malam itu pencuri itu datang bukan hanya sendiri, namun berombongan bersama keluarganya masuk mengendap-endap ke dapur rumahku. Pertama bapaknya yang menyelinap, mengamati situasi apakah aman atau tidak. Setelah bapak tikus menyimpulkan bahwa aman dan banyak tersedia makanan, segera peluit dibunyikan untuk rombongan masuk lewat pintu yang telah dibuatnya, yakni pintu kayu yang digigit dengan giginya yang tajam bagai belati, hingga terbuat lubang yang cukup untuk badan tikus lolos masuk ke dapur.
Mereka mengacak-acak apa saja yang ada di dapur dan bisa dimakan. Mereka berpesta pora menari-nari, loncat sana loncat sini dengan gembiranya. Setelah lelah berpesta, ibu tikus merasa pusing dan mual. Dia berjalan kelimpungan lalu jatuh dengan mulut berbusa. Tak lama keenam anaknya juga mulai berjalan terhuyung-huyung nabrak apa saja hingga satu per satu tersungkur lalu nyawa pun melayang. Bapak tikus yang sangat berduka bergumam, “Ampuni aku Tuhan, keluargaku semua mati karena makan makanan yang telah diracun oleh si empunya rumah.” Tak lama ia juga mati keracunan.
Maguwoharjo, 01/03/2021
Sumber gambar: shopee.com
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
