Reuni Alumni PGA Kupang (Tamugusi ke - 292)
Reuni Alumni PGA Kupang
Oleh: Siti Nurhayati
Sabtu, 27 Maret 2021 telah terjadi pertemuan alumni PGA Kupang dari lintas angkatan bersama guru-gurunya di tempat saya. Saya bukan alumni PGA Kupang melainkan suami saya.
Mereka telah merencanakan lama untuk bisa bertemu satu sama lain, namun baru teralisir kemarin. Awalnya salah satu dari mereka membuat WA grup. Kemudian dari sana usulan tempat pertemuan dan juga waktu disepekati bahwa pertemuan di tempat bapak Abdul Malik Usman Yogyakarta.
Diundang beberapa teman yang sangat mungkin untuk bisa hadir. Utamanya adalah yang tinggal di Yogyakarta dan Jawa. Ada beberapa yang sejatinya kepingin bisa hadir, namun karena satu dan lain hal akhirnya mereka hanya bisa memantau perkembangan lewat WA grup saja.
Yang sempat hadir dalam acara reuni tersebut adalah bu guru mereka yang bertugas selama tiga puluh tahun di Kupang. Hebatnya dua bu guru ini walau sudah lansia berusia tujuh puluh lima tahun yaitu ibu As’adah ponakan almarhum bapak AR Fachrudin dan ibu Sukarsini.
Bu As’adah naik taksi on line Grab dari desa Banaran Galur Kulonprogo tiba paling awal di tempat saya. Padahal tempatnya sangat jauh, dekat pantai Trisik. Sekitar satu jam setengah ke tempat saya. Kemudian bu Sukarsini berboncengan sepeda motor dengan pak Zain suaminya dari Moyudan. Pak Awaludin tinggal di Klitren Yogyakarta, pak Nasir tinggal di Nanggulan, bapak Fuadi tinggal di Ngawi Jatim hadir naik mobil bersama putranya dan sempat menjemput pak Yani yang tinggal di Solo. Ada pak Sidik naik sepeda motor dari Wates. Yang datang terakhir adalah pak Sulaiman yang datang bersama istri, anak dan sopir dari Solotigo Jawa Tengah.
Mereka datang tidak langsung acara resmi. Melainkan benar-benar bernostalgia terlebih dahulu dengan ngobrol sebebasnya mengenang masa lalu mereka saat sekolah atau saat mengajar di PGA Kupang. Saya amati mereka sangat bahagia dan tertawa lepas mengenang hal-hal yang lucu, sambil minum dan senek.
Tidak terasa mereka bercengkerama, ngobrol sana sini akhirnya terdengar suara azan duhur. Suami mengisayaratkan agar salat duhur bersama. Baik yang berada dalam aula maupun yang duduk-duduk di luar aula, mereka semua berdiri dan berjalan menuju ke kamar kecil dan kemudian wudu secara bergantian.
Yang sudah selesai wudu langsung menuju aula untuk salat sunnat sambil menunggu yang lain siap salat berjama’ah. Tak lama pak Malik siap menjadi imam dan minta salah satu qamat. Selesai salat duhur, saya silahkan untuk menikmati hidangan makan siang.
Hidangan makan siang terdiri dari ikan nila bakar, mangut ikan patin, sayur jantung pisang bumbu rendang, orak arik buncis wortel, sambel goreng kentang, ayam goreng Kalasan, dan sayur daun kelor. Untuk desert atau penutup adalah es kelapa muda.
Selepas makan siang, acara yang agak resmi dimulai. Satu per satu mereka menyampaikan kisahnya masing-masing. Dari saat mereka hadir di PGA Kupang, baik sebagai siswa maupun sebagai guru hingga kehidupan mereka sekarang ini.
Berharap bahwa diadakan reuni akbar di Kupang. Mereka akan berusaha hadir dalam acara tersebut yang akan dihadiri lebih banyak lagi alumni yang sudah tersebar di seluruh Indonesia. Untuk yang di Yogyakarta, berharap tiga bulan ke depan ada acara kumpul-kumpul lagi. Dan yang sudah melamar untuk ketempatan adalah ibu As’adah di Kulon Progo. Sebelum bubar mereka menyempatkan foto bersama. Yang tidak bisa hadir sunggu rasa sayang, namun apa daya. Berharap lain waktu bisa ikut.
Setelah semua pulang, tinggallah ibu As’adah yang belum. Menunggu salat asar, kemudian saya dan suami mengantar ke Kulon Progo sekalian pingin tahu rumahnya. Suami sudah pernah ke rumah beliau, namun karena sudah sangat lama sehingga agak lupa. Kebetulan putri saya pernah KKN di dekat tempat beliau maka dia juga ikut antar. Jadi kami berlima antar beliau dan ketemu suami beliau yang dulu dinas di Undana Kupang selama tiga puluh tahun.
Alhmdulillah acara berjalan lancar. Capek memang tapi puas dan bahagia. Silaturahmi merajut kasih yang jauh menjadi dekat, yang terputus menyambung kembali. Kini PGA memang sudah berubah wujud menjadi MAN, namun faktanya PGA adalah bagian dari sejarah mereka.
Maguwoharjo, 28/03/2020
Sumber gambar: dokpri

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
