Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Yosep Kolin (Tamugusi ke - 285)
Lamakera Solor Timur.Edyraguapo.blogspot.com

Yosep Kolin (Tamugusi ke - 285)

Yosep Kolin

Oleh: Siti Nurhayati

Sore hari duduk santai dengan suami. Ngobrol banyak hal. Karena baru pulang kampung halaman, suami banyak cerita berbagai hal di sana. Salah satu ceritanya adalah tentang Yosep Kolin. Saya mendengarkan dengan seksama. Cerita mengenai sosok tersebut sangat menarik.

Saat itu sekitar jam dua siang, konon suami sedang menunggu orang-orang yang akan menangani proyek air bersih. Mereka mencari sumber air untuk dijadikan sumber yang nantinya akan dibangun instalasi air bersih yang akan dialirkan ke masyarakat lebih luas.

Suami menunggu di halaman masjid. Tetiba ada seseorang yang mendekatinya. Orang itu bertanya apakah benar ini Malik. Setelah suami menjawab “Iya. Benar.” Kemudian beliau bertanya lagi apakah masih mengenali dirinya. Saking lamanya tidak bertemu, suami menjawab, “Mohon maaf, belum ingat.” Kemudian beliau menjawab bahwa Yosef Kolin. Suami kemudian ingat kemudian berdua saling berpelukan lama hingga menjadi pusat perhatian banyak orang.

Suami kemudian bertanya dari mana tahu bahwa beliau sedang di kampung. Beliau menjawab bahwa dari Nasir. Ponakan suami yang menjadi sekcam. Nasir memang sempat selfie berdua suami. Ternyata kemudian foto itu dikirim ke Yosep Kolin dan bilang bahwa Malik sedang pulang kampung. Mengetahui hal itu, Yosef yang sudah pension lama dari guru SD, mendatangi kampung suami mengendarai sepeda motor.

Kemudian suami melanjutkan ceritanya bahwa konon Yosef adalah guru pertama yang mengabdi di SD desa di atas bukit. Nama desa itu adalah Tanah Werang kecamatan Solor Timur. Saat bertugas menjadi guru SD, Yosef bersama tiga dua temannya tinggal di rumah orangtua suami selama tiga tahun, yakni tahun 1974 -1976. Saat itu suami sekolah kelas enam MIS.

Selama tiga tahun tinggal di rumah, mereka bertiga selalu membantu pekerjaan rumah jika sedang tidak mengajar. Mereka bertiga beragama Kristen Katolik, sedangkan keluarga suami beragama Islam. Sungguh persaudaraan antara muslim dan non-muslim terjalin sangat baik. Saling menghormati satu sama lain.

Sebelum pak Yosep bersama dua temannya berangkat tugas, mama mertua sudah menyediakan sarapan untuk mereka. Mereka juga telah membantu pekerjaan rumah dengan sangat rajin. Mereka sangat sopan. Selama tiga tahun tinggal di rumah, abah mama tidak mau menerima uang dari mereka. Pokoknya mereka sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Setelah tiga tahun tinggal di rumah, mereka akhirnya mendapat tempat tinggal yang lebih dekat ke sekolah tempat mereka mengabdi.

Waktu suami sekolah di kota Kupang, Yosep Kolin dapat tugas belajar di Undana. Suami sempat ketemu beberapa kali. Kemudian suami lanjut studi di Yogyakarta dan tidak pernah bertemu lagi, dan baru kemarin saat pulang kampung ketemu lagi dengan pak Yosep.

Pak Yosep sangat terharu saat mengetahui suami telah bekerja sebagai dosen di UGM. Beliau bilang bahwa Malik memang juara kelas sejak masih sekolah. Pak Yosef minta kalau datang lagi mohon sempatkan ke rumah beliau di Solor Barat. Berharap sangat suami sekeluarga bisa silaturahmi ke keluarga pak Yosep. Persaudaraan yang tulus, sangat awet.

Semoga suatu hari saya bersama suami bisa kunjung ke rumah pak Yosep. Aamiin.

Maguwoharjo, 21/03/2021

Sumber gambar: dokpri

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post