Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Alpukat Panen Perdana (Tamugusi ke - 302)
Alpukat Mentega. dokpri

Alpukat Panen Perdana (Tamugusi ke - 302)

Alpukat Panen Perdana

Oleh: Siti Nurhayati

Pekarangan saya tidak terlalu luas, namun lumayan ada beberapa tanaman yang bisa dinikmati buahnya saat panen, salah satunya adalah alpukat. Setelah menunggu sekian lama, kini kami memanen perdana yang hanya lima buah saja. Walau cuma lima namun hal itu sangat kami syukuri.

Pohon alpukat yang ditanam di halaman umurnya kira-kira enam tahun. Waktu itu anak saya pulang dari rumah mertuanya di Banyumas, dibawain tiga pohon yakni durian, kelengkeng dan alpukat. Semua ditanam berjejer. Dari tiga pohon yang ditanam, yang tumbuh bagus dua yakni alpukat dan kelengkeng, sedang pohon duriannya mati. Mungkin tanahnya tidak cocok untuk tanaman durian. Kelengkengnya sudah sempat berbuah dua kali, tapi alpukatnya baru satu kali.

Karena lama tidak berbuah saya pikir pohon alpukat itu mandul alias tidak bakalan berbuah. Namun sekitar tujuh bulan lalu saat saya sedang menyirami tanaman yang di atas atap aula saya melihat pohon alpukat itu berbunga. Saya sungguh terkejut senang, lantaran saya sudah menvonis jika alpukat saya mandul.

Setiap hari saya melihat bunganya semakin banyak berwarna putih kekuningan kecil-kecil. Saya berharap bahwa bakalan panen buah alpukat banyak. Namun setiap hari bunga rontok tertiup angin. Kemudian muncul buah alpukat yang sangat kecil-kecil. Namun nasib sama dengan bunganya yakni mengalami rontok yang sangat banyak. Bahkan rasanya sayang banget saat alpukat yang sudah mulai nampak besar berjatuhan. Setiap pagi saat menyapu daun rontok yang kering, sekaligus juga menyapu buah alpukat yang berjatuhan.

Setelah mengalami seleksi alam kemudian tinggal berapa buah yang sudah nampak besar-besar. Saya sangat berharap agar buah itu bertahan tetap di pohon hingga tua dan bisa dipanen. Namun ternyata hingga sangat tua hanya bertahan lima. Alhamdulillah, buahnya besar dan ini adalah alpukat mentega yang buahnya lembut seperti mentega dan tidak berserat. Ini tinggal nunggu empuknya saja, namun bijinya sudah sangat tua.

Pohon alpukat itu sudah sempat patah dua kali. Sehingga pohonnya tidak lurus ke atas namun agak bengkok sedikit, karena batang utamanya patah kejatuhan batang mangga yang juga jatuh saat itu. Namun akhirnya pohon alpukat itu tumbuh tinggi kira-kira tujuh meter tingginya sekarang ini. Semoga yang akan datang bisa berbuah dan panen lebih banyak lagi, sehingga bisa lebih banyak lagi yang bisa menikmatinya.

Lima buah alpukat panen perdana sungguh menjadikan kebahagiaan tersendiri. Bukan tidak bisa beli di pasar, tapi kalau panen sendiri rasanya sesuatu banget.

Maguwoharjo, 7/04/2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post