Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hanya untuk Putriku - Cerbung (Tamugusi ke - 298)
VisitAdonara. WordPress.com

Hanya untuk Putriku - Cerbung (Tamugusi ke - 298)

Hanya untuk Putriku

Oleh: Siti Nurhayati

Part 8.

“Iya...kalian pulanglah. Lanjutkan pekerjaan kalian. Hal ini akan saya selesaiakan. Insha Allah semua akan baik-baik saja. Kalian percaya ya dengan saya. Sekarang bubar dan pulanglah,” pak Sulhan mencoba menenangkan orang-orang yang mulai kacau.

Bersyukur mereka mematuhi ucapan pak Sulhan yang penuh wibawa itu. Mereka pun bubar dan melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.

Melati merasa menyesal. Namun apa daya, nasi telah menjadi bubur. Karena dalam menyampaikan informasi tentang kehamilan Mawar sangat tidak bijaksana, melainkan lebih pada meluapkan rasa marah dan cemburu, sehingga hal yang semestinya bisa diselesaikan dengan lebih adem malah seperti membakar rumah. Seisi rumah terbakar emosi. Hal yang harusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan, malah akhirnya tersebar seantero desa mengetahuinya.

Konon cemburu adalah bumbu cinta. Maksudnya cinta Melati terhadap Nurdin. Namun lantaran cintanya yang membabi buta melahirkan cemburu buta terhadap Mawar kakaknya sendiri. Kecemburuannya telah membuatnya bertindak ceroboh. Kini Mawar siap menanggung akibat kecemburuan Melati.

Pak Sulhan masuk setelah orang-orang yang berkerumun di luar rumah pak Nirwan membubarkan diri dan pulang ke rumah masing masing. Melihat Mawar yang sangat depresi dengan kejadian ini, pak Sulhan berfikir untuk menyelamatkannya. “Mawar, besok kamu harus ikut bapak besar pulang ke pulau seberang. Kemaslah semua barangmu. Kamu perlu sauasana yang tenteram untuk membesarkan janin yang ada dalam kandunganmu hingga terlahir ke dunia dengan selamat. Yang lain tidak boleh mengganggunya setelah dia dalam lindungan saya. Biarlah saya dan keluarga yang akan melindungi Mawar. Bersiaplah nanti sore kita akan berangkat dengan kapal.”

Mendengarkan apa yang telah disampaikan oleh Pak Sulhan, semua hanya terdiam. Mereka bingung harus berkata apa. Namun epa Mawar lantas berbicara pada kakak sepupunya itu dengan bibir yang bergetar menahan rasa yang bercampur aduk. “Kakak jika itu hal yang terbaik untuk kita semua, sebagai ayah Mawar saya hanya bisa mengikuti saja. Saya hanya orang bodoh, tidak sekolah seperti kakak. Saya titipkan Mawar dan cucu saya yang ada di kandungannya dengan segenap hati. Semoga dalam bimbingan dan asuhanmu...Mawar dan bayinya senantiasa dalam keadaan sehat dan baik,” ucapnya sambil memeluk pak Sulhan seat-eratnya.

“Bismillah mari diniatkan untuk tidak menambah dosa dengan cara menganiaya Mawar dan janinnya. Jika ini adalah takdir Allah maka kita harus menerimanya. Tentu yang bersalah harus tetap beristighfar dan tidak berbuat kesalahan lagi. Mari perbaiki masa depan dengan mengikuti ketentuan agama Allah. Apakah hanya Mawar yang melakukan dosa? Kita semua hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari salah dan dosa,” ucap pak Sulhan dengan suara yang mantap.

Mendengar ucapan pak Sulhan semua menunduk dan merasa berdosa. Melati lantas tersedu-sedu memohon maaf sambil memeluk kakaknya, “Maafkan saya kak Mawar, selama ini saya sering bertindak kasar pada kakak. Sekali lagi maafkan saya kak telah bersikap sangat buruk.”

Namun sebenarnya dalam hatinya juga senang karena kakaknya akan meninggalkan rumah sehingga dia tidak perlu lagi khawatir bahwa Nurdin akan meninggalkannya dan kemudian memilih Mawar untuk menjadi istrinya. Sedangkan Nurdin hanya bisa tertunduk tak bisa berkata apa-apa. Dia hanya pasrah jika Mawar harus pergi bersama bayinya ke pulau seberang bersama dengan bapak besar.

Emanya juga hanya bisa menangis karena Mawar akan meninggalakan rumah. Artinya Mawar tidak bisa lagi membantu pekerjaanya di rumah.

Setelah semuanya mengikuti apa yang telah diusulkan oleh pak Sulhan, pak Sulhan pulang untuk memberi tahu istrinya bahwa akan pulang bersama Mawar. Mawar lantas membersihkan diri dan mengemasi barang-barangnya untuk nanti pergi naik kapal bersama bapak besar dan istrinya.

Sambil mengemasi barang-barangnya dia terus berurai air mata. Dia akan memulai hidup barunya tinggal bersama bapak besarnya di pulau seberang. Barang yang dibawa tidak banyak. Hanya beberapa potong pakaian yang dia punya. Dia bentangkan selembar kain sarung kemudian pakainnya diletakkan di atasnya lantas diikat untuk nanti dibawa.

Selepas asar, bapak besar telah datang kembali ke rumah pak Nirwan untuk menjemput Mawar. Kemudian Mawar berpamitan dengan epa. ema, kak Haiban, Melati dan juga Nurdin. Nurdin tak kuasa menahan haru dan rasa bersalah yang mendalam. Mawar menyalami tangannya. Nurdin hanya menangis dan mengucapkan maaf.

Mawar melangkahkan kakinya keluar rumah. Bapak besar dan istrinya telah menunggu di halaman. Mawar untuk terakhir kali menatap lagi rumahnya yang penuh kenangan. Dia lantas berjalan menuju dermaga untuk naik kapal yang akan menuju ke pelabuhan besar yaitu Pelabuhan kabupetan di pulau seberang.

Orang-orang desa beberapa ada yang ikut ke dermaga melihat Mawar terakhir kali. Orangtua dan saudaranya juga mengantarkan ke dermaga. Emanya membawakan bekal makanan sedikit untuk makan di atas kapal.

Kapal yang akan berangkat jam empat sore pun telah dipenuhi banyak orang yang juga akan ada keperluan di kota kabupaten. Giliran pak Sulhan, istri dan Mawar memasuki kapal yang berukuran sedang. Muat sekitar seratus orang. Di bagian tengah ada beberapa bangku untuk para penumpang duduk. Dia atas ada beberapa kendaraan roda dua yang diikat agar tak jatuh. Juga ada beberapa karung ikan kering yang akan dijual ke Jawa.

Tepat pukul enam belas mesin kapal telah dibunyikan. Jangkar pun ditarik dari dasar laut. Kemudian kapal mulai melaju pelan dan kemudian cepat. Orang-orang yang berada di pinggir dermaga melambaikan tangan tanda melepas orang-orang yang akan bepergian. Mawar tak henti meneteskan airmata. Disampingnya duduk istri pak Sulhan yang adalah mama besar Mawar. “Selamat tinggal kampung halamanku,” hati Mawar berucap. Pak Sulhan sengaja tidak duduk di dalam, melain di atas sambil ngobrol dengan orang-orang yang umumnya laki-laki.

Bersambung.

Maguwoharjo, 03/04/2021

Sumber Gambar: ViditAdonara. WordPress.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post