Kelapa Muda plus Alpukat (Tamugusi ke - 305)
Kelapa Muda plus Alpukat
Oleh: Siti Nurhayati
Buah alpukat dari kebun sendiri ternyata enak banget. Memang Tuhan belum kasih banyak, tapi walaupun hanya panen lima buah tetapi sungguh sesuatu banget. Buah alpukatnya sungguh sangat enak. Bijinya sudah sangat tua, dan dagingnya sangat lembut. Persis seperti mentega, makanya dibilang alpukat mentega.
Kebetulan tadi itu kami sekeluarga plus teman anakku juga anak bu likku itu semua terlibat membersihkan lingkungan rumah. Menjelang Ramdhan pingin lihat lingkungan rumah juga bersih dan sedap dipandang mata, maka semua yang membuat lingkungan kumuh harus dibersihkan. Termasuk pohon kersen atau talok itu, karena sudah sangat rimbun dan cabangnya sudah mengganggu jalan sehingga dipotong beberapa cabangnya. Kami semua ikut membereskan secara gotong royong dari jam sembilan pagi hingga jam dua siang.
Untuk menghilangkan capai dan dahaga, saya minta anak laki untuk membeli kelapa muda dua butir dan minta dikerok dagingnya dan dicampur air kelapanya tanpa tambahan apapun. Penjual kelapa muda tidak jauh dari rumah. Orangnya ramah, jujur, selalu memilihkan buah kelapa muda yang bagus dan dengan yang saya inginkan. Setelah sampai rumah, kelapa muda dituangkan di sebuah wadah besar lalu dicampur dengan serutan buah alpukat yang berwarna kuning gading. Kebetulan ada lima buah alpukat hasil kebun sendiri yang sudah empuk. Kemudian ditambahkan cremer dan gula pasir serta es batu sesuai selera. Setelah es campur itu jadi, tinggal panggil pasukan. Ada yang ambil pakai gelas, ada yang pakai mangkok. Semua menikmati dengan perasaan gembira.
Sudah menikmati semua, ternyata masih banyak es campur tersisa di wadah besar. Akhirnya siapa yang pingin nambah tinggal ambil saja. Cuaca panas, badan capek karena kerja bakti, seketika hilang dengan menikmati es kelapa muda plus alpukat. Sungguh hal yang harus disyukuri.
Setelah menikmati es buah dan hilang penat, pekerjaan bersih- bersih dilanjutkan. Akhirnya semua tuntas. Pekerjaan tuntas, es campurnya juga tuntas, ludes hingga tak bersisa. Alhamdulillah.
Pingin rasanya undang teman-teman semua untuk menikmatinya, namun apa daya jauh-jauh dan pastilah tak cukup andai lebih banyak yang hadir. Oleh karena itu saya hanya berbagi cerita saja.
Maguwoharjo, 10/04/2021

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
