Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ramadan telah Tiba (Tamugusi ke - 308)

Ramadan telah Tiba (Tamugusi ke - 308)

Ramadan telah Tiba

Oleh: Siti Nurhayati

Ramadan telah tiba, hatiku gembira. Tentu saja gembira karena telah menunggu sebelas bulan lamanya. Sungguh hal yang harus disyukuri karena telah bertemu kembali dengan bulan Ramadan bulan mulia bulan yang penuh keberkahan. Banyak saudara yang tidak berkesempatan bertemu bulan suci ini karena telah berpulang ke hadirat Allah SWT.

Untuk menyambut Ramadan suami sengaja potong ayam piaraan sendiri untuk makan sahur. Padahal biasanya sangat sayang kalau mau potong ayam, alasannya sudah dipelihara kok dimakan, tetapi kemarin bahkan suami yang potong sendiri dibantu anak lanang. Kebetulan ada tamu yang menginap di rumah jadi agak ramai. Ayam yang telah dipotong itu saya masak sup. Jadi sahur hari pertama dengan lauk sup ayam kampung sungguh terasa nikmat.

Saat terdengar azan isa, kami semua menuju aula untuk jama’ah salat isa lanjut tarawih sebelas raka’at yakni empat empat tiga. Yang menjadi imam tentu saja suami tercinta. Bila bukan pandemi, biasanya suami telah stand by di masjid kampus UGM sebagai imam, bergantian dengan imam yang lain untuk imami jama'ah tarawih yang berdatangan dari berbagai penjuru dengan penceramah yang bagus-bagus.

Kami salat jama'ah berdelapan. Yang perempuan saya sendiri, karena anak gadis saya ada yang sedang tidak salat, ada yang salat sendiri di kamarnya. Walau cuma berdelapan di aula, namun cukup hikmat dan terasa sekali kekhusukan. Hanya cucu yang masih yang belum genap lima tahun, belum selesai tarawih sudah kabur. Katanya salat banyak sekali bikin capek.

Selepas tarawih, saya tadaraus, kemudian nulis pentigraf. Setelah pentigraf tayang di gurusiana saya tidur. Sengaja tidur lebih awal agar bangun tidak terlambat. Yang lain boleh terlambat, tapi seorang ibu jangan sampai bangun kesiangan. Bisa dipastikan akan terjadi kekacauan karena bisa-bisa tidak makan sahur. Adalah biasa membangunkan anggota keluarga lalu menyiapkan makan sahur. Yang lain akan membantu di dapur jika telah dibangunkan.

Saya tidur jam sembilan malam dan bangun pukul setengah tiga dini hari. Langsung saya panaskan sup ayam yang telah dimasak sebelum maghrib. Kemudian ada yang goreng tempe, ada yang bikin minum, sedangkan yang nyuci piring anak perempuan.

Saat terdengar azan subuh, kami segera ambil air wudu dan kembali lagi salat jama’ah di aula. Setelah selesai jama'ah subuh, buka Al Qur'an lagi untuk lanjut tadarus beberapa ayat, paling tidak satu lembar. Nanti lanjut lagi setelah salat fardu berikutnya.

Alhmdulillah puasa hari pertama berjalan lancar. Suami belanja labu kuning dan ikan nila. Saya masak gulai labu kuning plus daun kol atau kobis. Terus goreng ikan nila dan terong. Saya membuat sambel terasi dikasih perasan jeruk nipis. Sedangkan untuk takjil saya bikin bubur mutiara. Ada teman anak lanang malah bikin tempe goreng. Nikmat sekali bisa melaksanakan puasa hari ini dengan sangat mudah dan tetap bugar hingga tiba waktu berbuka. Setelah berbuka tambah sehat.

Maguwoharjo, 13/04/2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post