Tamugusi ke - 300 (Tamugusi ke - 300)
Tamugusi ke - 300
Oleh: Siti Nurhayati, M.Pd.
Sungguh berbahagia bahwa pada hari ini, ternyata saya telah berhasil menulis secara konsisten selama tiga ratus hari tanpa jeda, alias belum pernah mengalami terjun bebas. Semoga hal ini terus berlanjut hingga hari ke 365 tanpa halangan apapun. Aamiin.
Jujur saya nyaris tak percaya bahwa saya bisa melakukan ini. Menulis secara konsisten. Biasanya saya adalah orang yang moody alias melakukan segala sesuatu sesuai mood saya. Saat sedang rajin maka rajin banget. Sebaliknya saat sedang malas ya malas banget. Namun ternyata saya bisa mengikuti tantangan menulis 365 hari dan persis hari ini adalah tulisan yang ke 300.
Awalnya saya tidak tahu apa itu MGI. Saya hanya tahu teman saya telah memasukkan saya ke grup FB Media Guru Indonesia yang lama. Waktu itu saya belum begitu tertarik dengan grup tersebut. Tapi lantaran sering mendapat notifikasi dari grup tersebut, yang menandakan grup itu sangat aktif, maka iseng-iseng saya membukanya. Saya lihat unggahan dari rekan gurusianer. Rupanya sangat menarik. Tadinya hanya pasif, terus kemudian berani komentar. Setelah sering komentar saya berani ngepos, namun bukan artikel yang saya pos melain hanya status tentang rasa senang berada di grup MGI.
Setelah membaca banyak artikel yang umumnya mengarahkan pada blog gurusiana, tapi saat saya akan komen tidak bisa karena belum punya akun gurusiana. Kemudian saya bertanya pada google caranya membuat akun gurusiana. Tidak pakai lama jadilah saya mempunyai akun gurusian.id. Namun saat itu hanya untuk komen-komen saja pada tulisan gurusianer yang say abaca. Hal itu berlangung sekitar satu bulan.
Saya melihat artikel pak CEO tentang Tantangan menulis di blog gurusiana di FB MGI. Waktu itu ada pertanyaan “Sudah menulis hari ke berapakah anda?” Saat itu saya menjawab bahwa belum menulis satu hari pun. Kemudian saya berpikir mampukah saya mengikuti tantangan tersebut, sepertinya berat sekali. Namun saat saya memutuskan bahwa bisa, dalam hati saya sudah memasang komitmen yang kuat bahwa harus bisa menulis setiap hari, apapun itu dan apapun rintangannya harus bisa diatasi.
Saya melihat banyak penamaan untuk mengurutkan unggahan tulisan oleh para gurusianer. Ada yang Tagur, ada yang menulis hari ke, dan banyak lagi. Kemudian saya sendiri menamakan tulisan saya yang diunggah di blog gurusiana dengan nama Tamugusi, singakatan dari Tantangan Menulis Gurusiana. Lantaran terdengar di telinga itu seperti bahasa Jepang, maka beberapa orang menanyakan ke saya tamugusi itu apa artinya dan bahasa apa. Setelah saya jelaskan mereka hanya bilang “Oooo itu to.”
Hari ini Senin, 5 April 2021 adalah Tamugusi saya yang ke 300. Artinya hingga hari ke tiga ratus sejak saya menyatakana menerima tantangan tersebut, masih konsisten menulis. Alhamdulillah. Oleh karena itu saya bermaksud mengajukan piagam sebagai bukti bahwa saya benar-benar telah menulis. Karena ini merupakan tulisan hari yang ke 300 di blog gurusiana berarti saya sudah dapat piagam biru untuk 30 hari menulis, perak untuk 60 hari menulis, emas untuk 90 hari menulis, platinum untuk 180 hari menulis dan diamon untuk 270 hari menulis. Masih kurang 65 hari untuk menjadi Gurusaiana 356. Semoga tidak ada aral melintak untuk sampai pada tahapan tersebut.
Dalam tigaratus tulisan yang saya unggah, berbagai macam jenis tulisan baik yang fiksi maupun non fiksi saya pernah tulis. Awalnya memang saya bingung untuk menentukan tulisan saya masuk katagori apa, namuan setelah saya mengikuti pelatihan Sagusabu pada bulan Agustus 2020 bersama Komnasdik Jawa Timur sedikit banyak telah bisa melokalisir tulisan saya. Sehingga saat diminta mengklik katagori tulisan yang wajib diisi saat mengunggah tulisan di blog gurusiana, saya sudah lebih terampil memilihnya.
Hal-hal yang membuat saya lebih percaya diri menulis adalah karena tulisan yang diunggah mendapat respon dari para pembaca, bahkan sempat lima kali mendapat bonus poin karena sempat artikel yang diunggah menjadi artikel favorit. Juga empat kali ikut lomba menulis menulis bulanan gurusiana, dua kali berhasil lolos. Dan juga sudah menulis buku tunggal walau baru satu tulisan yaitu Selaksa yang merupakan kumpulan pentigraf. Semoga ke depan bisa lebih produktif lagi menulis dan menghasilkan buku tunggal yang lebih banyak dan berkualitas dan juga ikut menulis keroyokan atau Antologi.
Maguwohajo, 5/04/2021
Sumber gambar. gurusiana

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
