Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tawaran (Tamugusi ke - 309)

Tawaran (Tamugusi ke - 309)

Tawaran

Oleh: Siti Nurhayati, M.Pd.

Setiap hari kita akan mendapatkan berbagai tawaran baik itu barang ataupun jasa dari setiap perusahaan. Adalah hal yang wajar bahwa setiap usaha di dunia ini akan menawarkan apa yang telah diusahakan kepada orang lain agar membeli produknya sesuai dengan yang diiklankan.

Setiap orang membutuhkan barang dan jasa untuk menjalani kehidupannya. Kebutuhan manusia itu amat banyak dan beragam. Kebutuhan orang yang satu dengan yang lain bisa sama bisa juga beda. Hal ini membuka peluang usaha, baik usaha barang maupun jasa.

Ada banyak orang membutuhkan rumah tinggal, maka muncul usaha properti. Ada yang membutuhkan pangkas rambut, memunculkan usaha barber shop, ada yang membutuhkan makanan maka muncul banyak usha kuliner. Saking banyak jenis usaha, maka muncul jasa iklan untuk mengiklankan produk mereka.

Dari sisi pelaku usaha tentu pingin agar produknya laku sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu mereka akan memasang iklan di berbagai media. Ada yang iklan lewat TV, radio, majalah, koran dan internet bahkan tidak jarang lewat orang secara langsung menawarkan sebuah atau banyak produk. Mereka berusaha menawarkan produknya semenarik mungkin baik berupa gambar, teks ataupun suara.

Dari sisi konsumen bagaimana? Tentu untuk menjawab bagaimana sikap konsumen terhadap berbagai iklan dengan tepat, membutuhkan penelitian yang serius. Di sini saya hanya ingin cerita saya sendiri sebagai konsumen atau orang yang ditawari banyak produk agar menjadi pembeli atau konsumen.

Kalau iklan yang di TV, radio, atau di baliho, saya bisa abaikan. Namun justeru yang kadang membuat hati rasa berat adalah saat yang menawarkan secara gencar adalah orang yang kita kenal dan terus-terusan masuk ke japri atau inbox. Tidak salah mereka menawarkan, karena Namanya beriklan memang harus gigih.

Saya berfikir bahwa kalau lagi membutuhkan barang tersebut tentu saja akan mencarinya sendiri. Namun saat ditawari terkadang karena merasa itu teman terus tidak enak, apalagi ada embel-embel “tolong dibeli ya ini anakku lagi latihan usaha” dan sebagainya yang intinya setengah memaksa agar membeli. Maka akhirnya membeli tapi dengan perasaan kurang nyaman.

Setelah sering melakukan transaksi yang karena “tidak enak”, saya merasa bahwa itu merugikan diriku sendiri. Terlebih jika dana itu sebenarnya untuk yang lain yang lebih dibutuhkan, namun nyasar untuk membeli barang yang kurang dibutuhkan maka amat disayangkan.

Akhirnya yang saya lakukan sekarang adalah mengucapkan terimakasih atasa tawaran yang diberikan. Berikut, jika sana terus mendesak saya akan sampaikan bahwa untuk saat ini saya belum membutuhkan barang tersebut, jika nanti saya membutuhkan akan saya hubungi. Jika orang tersebut peka maka akan paham bahwa saya menolak karena belum membutuhkan barang tersebut.

Terkadang juga kita sebenarnya sudah berlangganan dengan produk tertentu, kalau beralih belum tentu juga sama, maka saya akan katakana bahwa untuk barang tersebut saya sudah punya langganan bertahun-tahun.

Jika tawaran itu berupa pelatihan ini itu, webinar ini itu, menulis ini itu secara keroyokan, sebelum menerima itu ada pertimbangan. Itu pas tidak ya buat saya, penting gak ya buat saya, terjangkau tidak ya oleh saya. Jika jawabannya adalah “Ya”, maka dengan senang hati saya akan ikut. Yang jelas dalam kehidupan akan banyak sekali tawaran, jangan terpancing dengan tawaran yang menggiurkan namun sebenarnya menyesatkan.

Sikap hati-hati sangat diperlukan untuk menentukan pilihan. Jangan sampai salah pilih agar tidak menyesal. Tapi jika Allah tawarkan kehidupan akhirat yang lebih baik, maka kita harus membelinya karena janji Allah itu pasti. Jangan menggadaikan tawaran kehidupan akhirat dengan kehidupan dunia yang menipu.

Maguwoharjo, 14/04/2021

Sumber gambar: SP. Linfox.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post