Mudik Masa Pandemi (Tamugusi ke - 4)
Bagian 4. Turun di Pelabuhan Deri Adonara
Biasanya penyeberangan dari Kupang ke Flores Timur memakan waktu sekitar dua belas jam. Namun karena begitu banyaknya muatan sehingga kapal tidak berani lari cepat. Sekitar lima belas jam kapal Ile Mandiri sandar di dermaga Lewoleba Lembata.
Sekitar pukul Sembilan kapal membongkar muatan. Beberapa truk dan kendaraan keluar dari mulut kapal. Sebagian penumpang turun di Lewoleba. Selain menurunkan muatan, kapal juga mengambil muatan dari Lewoleba yang akan menyeberang ke Larantuka. Setelah selesai bongkar muat penumpang, kapal melanjutkan perjalanan ke pelabuhan berikutnya yakni pelabuhan Deri Adonara.
Rasanya sudah pingin mandi karena tidak sempat mandi selama di kapal. Tidak enak kalau terlalu lama di kamar mandi karena terlalu banyak yang antri untuk menggunakannya. Saat harus cuci muka dan sikat gigi, rasanya tidak tidak nyaman kalau harus menggunakan air dari keran, oleh karena itu saya gunakan air Aqua untuk cuci muka dan sikat gigi. Alhamdulillah setelah menempuh waktu enam puluh menit, kapal sandar di Pelabuhan Deri Adonara.
Waktu menunjukkan pukul sebelas siang saat kapal sandar. Saya baru pertama kali melihat Pelabuhan Deri Adonara. Kakak ipar dan suami telah membawa turun keluar dari kapal barang bawaan kami. Saya hanya membawa tas kecil isi mukena dan peralatan mandi serta dompet. Sengaja saya tidak jalan cepat karena sedang menikmati suasana. Saya ambil beberapa foto dengan kamera di HP. Penat memang tapi bahagia karena telah mendarat dengan selamat.

Suami telah memesan mobil untuk membawa kami ke Waiwerang. Dari dermaga kami langsung menuju mobil yang telah menunggu. Mobil itu telah pernah disewa oleh suami sebelumnya sehingga dengan cepat dan tepat waktu mobil itu telah sampai dan menunggu kami di Pelabuhan Deri.
Saya sangat menikmati perjalanan dengan mobil itu karena pemandangannya sangat bagus. Di sisi kiri ada laut, di sisi kana nada gunung. Saya sengaja membuka kaca jendela agar bisa bersentuhan dengan angin yang masuk ke dalam mobil dan menerpa pipi saya. Rasanya adem dan enak banget.
Kami melewati beberapa perkampungan. Banyak saya jumpai makam di sekitar rumah penduduk yang kebanyakan Nasrani, sehingga makam-makam tersebut ada dipasang gambar Yesus atau bunda Maria. Pun jika ada ketemu makam keluarga muslim juga ada tanda khas pada nisannya yakni ada tulisan Allah Muhmmad.
Kami juga melewati perkampungan di atas gunung yang terkena bencana tanah longsor saat diterjang hujan lebat dan badai Seroja. Sopir juga memelankan mobilnya agar kami bisa mabil gambar desa yang hilang seolah ditelan bumi. Namun karena posisinya tinggi di atas gunung dan jauh maka gambar yang dihasilkan tidak begitu jelas.

Kami juga melewati sebuah gereja pernah dipakai salat oleh suami dan kawan-kawan saat ada pertandingan sepak bola di desa yang penduduknya hampir semua Nasrani. Kata suami saat itu dari pihak gereja mengijinkan gerejanya dipakai salat oleh para pemain sebak bola yang muslim. Waktu itu suami masih sekolah di MTs.
Kami juga melewati desa Waiburak yang desanya porak poranda oleh banjir bandang sebelum Ramadhan. Desanya tertutup lumpur yang sudah mengering. Rumah-rumah penduduk hanyut ke laut terbawa banjir. Banyak pohon-pohon besar yang masih tersisa dan masih belum dibersihkan. Desa tersebut masih proses recovery atau pemulihan paska bencana.
Setelah melewati desa Waiburak, kami memasuki desa Waiwerang. Kendaraan berhenti di depan penginapan, namanya Wisma Taufik. Kami bertiga turun di Wisma taufik. Kakak ipar lanjut perjalanan dengan perahu motor ke desa Lamakera. Kami berdua menginap beberapa hari di Wisma Taufik. Kami ada beberapa agenda acara di Adonara.
Maguwoharjo, 30/05/2021

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
