Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mudik Masa Pandemi - Bagian ketujuh (Tamugusi ke - 10)

Mudik Masa Pandemi - Bagian ketujuh (Tamugusi ke - 10)

Bagian ke 7. Hari ketiga di Waiwerang Adonara Timur

Kami bangun untuk makan sahur. Pak Hasan dan istri sungguh luar biasa melayani kami dengan sepenuh hati. Saat kami membuka kamar, terlihat di meja di ruang tamu telah tersedia hidangan makan sahur yang cukup lengkap. Selalu ikan adalah lauk utamanya, karena memang daerah pantai sehingga ikan sangat mudah didapat. Kebetulan juga wisma Taufik dekat dengan pasar Waiwerang. Terhidang ikan bumbu kuning dengan nasi putih hangat. Ada sayur sawi plus tauge dioseng dengan cabai merah besar. Masha Allah, luar biasa nikmat.

Selepas santap sahur, kami bersih diri di kamar mandi sekaligus ambil air wudhu dan bersiap diri untuk berangkat ke masjid Annur yang jaraknya dari wisma sekitar seratus meter berjalan sedikit menanjak. Kami berdua jalan kaki menuju masjid sambil menikmati udara pagi yang sejuk.

Sampai di masjid sudah ada beberapa orang dan yang lain sedang beranjak ke masjid untuk jama’ah shalat subuh. Saya langsung menuju ruang yang untuk perempuan, suami langsung menuju ke depan siap mengimami shalat subuh dan berceramah. Seebelum aktifitas itu kami langsung shalat tahyatul masjid dan qobliyah subuh.

Tak lama masjid sudah dipenuhi jama’ah, namun agak sedikit berkurang. Tidak sebanyak jama’ah shalat isa. Shaf laki-laki ada empat shaf sekitar serratus orang. Shaf perempuan ada tiga shaf sekitar tujuh puluh lima orang. Lumayan. Mungkin pagi ada yang siap berjualan sehingga harus-siap-siap dan tidak sempat ke masjid.

Selapas dari masjid, kami berdua kembali ke wisma. Saya hanya menaruh mukena saja. Setelah itu kami keluar lagi dari wisma untuk jalan-jalan kea rah lokasi bekas bencana banjir bandang. Sungguh melihat bekas-bekas bencana itu saya berfikir betapa dahsyat banjir bandang itu menyapu desa Waiburak. Lumpur menutup jalan dan des aitu. Pohon-pohon yang berjalan saat banjir masih tertidur dan menimbulkan aroma yang tidak sedap. Jembatan terputus dan kawat tergulung tidak berbentuk.

Konon sebelum des aitu tersapu banjir, tiga hari berturut hujan tidak henti. Begitu lebat mengguyuy bumi seperti air yang tertumpah dari langit. Dan pada jam dua belas malam saat orang-orang sedang tidur lelap tetiba suara keras yang ternyata adalah banjir bandang yang menyapu begitu saja orang yang sedang tidur. Oleh karena itu banyak orang meninggal karena tidak sempat menyelamatkan diri.

Kami berjalan kaki sekitar dua kilo meter ke arah timur. Kami menyusuri jalan sambil mengambil beberapa gambar pada obyek yang menarik untuk difoto. Berjalan terus sampai ke posko bantuan. Namun karena masih pagi sehingga belum ada aktifitas. Melihat-lihat suasa sejenak, kemudian kami bermaksud untuk balik ke wisma.

Sambil berjalan balik menuju wisma, suami teringat ada rumah paman yang bekerja sebagai pegawai kantor urusan agam dan ternyata suadh pension sejak beberapa tahun terakhir. Setelah tanya ke beberapa orang akhirnya ketemu rumah paman Sadri. Usianya suadh tujuh puluh dua tahun namun masih terlihat sehat.

Paman dan bibi terkejut melihat kedatangan kami, namun sangat gembira karena sudah lama tidak ketemu suami saya. Kami ngobrol cukup lama. Banyak hal yang diobrolkan, terkadang terlihat paman terharu sehingga menetes airmata. Paman minta agar bisa datang pas maghrib supaya bisa hidang makanan, namun suami menolak karena sudah ada janji di tempat lain.

Karena sudah siang dan panas serta capek, akhirnya kami pulang ke wisma diantar sepeda motor oleh anak paman. Say yang dulu diantar baru kemudian suami juga diantar ke wisma.

Maguwoharjo, 5/06/2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post