Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Temanku Berburu Genose
Tes Genose Covid-19

Temanku Berburu Genose

Oleh: Siti Nurhayati

Kepala sekolah menginstruksikan agar teman-teman guru dan karyawan untuk tes Genose setelah ada salah seorang teman guru yang psoitif Covid-19. Kepala sekolah sendiri sehari sebelumnya diantar saya sudah melakukan rapid tes antigen dan hasilnya non reaktif atau negatif.

Saya bermaksud untuk juga tes Genose bersama teman-teman. Namun saat saya tiba di sekolah teman-teman sudah tidak ada di sekolah. Saya hanya bertemu ibu kepala sekolah yang berada di sekolah sendirian. Di ruang kantor hanya ada kepala TU yang sedang sibuk dengan komputernya.

Saya terlambat datang ke sekolah karena saya harus ngeprint raport terlebih dahulu. Saya juga harus minta ibu kepala sekolah untuk menandatangani raport para siswa. Resikonya saya ditinggal rombongan teman-teman. Sebagian teman yang lain sudah tes Genose dan hasilnya negatif. Rombongan yang meninggalkan saya berjumlah empat orang.

Saya bertanya kepada kepala sekolah mereka melakukan tes Genose di mana. Beliau menjawab bahwa bu Yogi, bu Firda, bu Ani dan bu Mae bilang kalau akan tes di RS UAD. Kemudian saya bilang bahwa akan menyusul mereka di sana. RS UAD hanya berjarak sekitar tiga kilo kea rah utara dari sekolah kami. Beliau bilang bahwa jangan ke sana dulu. Sebaiknya tilpun dulu apakah benar mereka di sana atau pindah ke tempat lain.

Ibu kepala sekolah tilpun mereka namun tidak ada satu pun dari mereka yang menjawab. Saya juga mengontak mereka satu per satu juga tidak langsung dijawab. Mungkin mereka sedang mencari tempat yang menyediakan tes Genose. Karena sekolah hanya mendanai untuk tes Genose yang biayanya ramah kantong.

Karena urusan saya dengan kepala sekolah sudah selesai kemudian saya pulang. Sesampai di rumah saya buka WA untuk mengecek apakah mereka berempat sudah menjawab. Ternyata bu Firda menjawab bahwa posisinya sekarang di Krapyak Bantul. Lalu saya tanya mengapa jauh sekali hingga di sana. Dijawab bahwa sudah mencari di beberapa tempat dari Sleman. Kota hingga Bantul namun tidak beruntung.

Pertama ke RS UAD ternyata tidak menyediakan tes genose yang ada swab antigen. Kemudian ke stasiun Lempuyangan, ternyata harus mendaftar menggunakan tiket perjalanan. Tentu saja mereka tidak punya tiket karena tidak bermaksud pergi menggunakan kereta api. Lalu mereka berangkat menuju masjid Jogokaryan kota yang katanya ada tes Genose. Sudah sampai sana ternyata harus mendaftar terlebih dahulu menggunakan aplikasi dan kuotanya hari itu sudah habis. Kemudian ada info bahwa ada klinik tidak jauh dari masjid yang juga mengadakan tes Genose. Lalu berangkatlah mereka berempat ke klinik tersebut. Sesampai di sana ternyata masih ada kuota yang itu hanya tinggal empat. Ini rejeki mereka karena mereka juga cuma berempat.

Mereka mendaftar. Satu per satu mereka dipanggil untuk dicatat identitasnya. Mereka juga ditanya apakah setengah jam sebelumnya tidak makan apapun. Tentu saja mereka lebih dari setengah jam sudah puasa karena telah berburu Genose hingga di Krapyak. Mereka dikasih plastik Genose yang harus ditiup sampai penuh dan kencang. Setelah kencang lalu katupnya ditekan agar tidak keluar anginnya

Mereka duduk setelah meniup plastic. Harap-harap cemas, mereka maju saat dipanggil untuk mengambil hasil. Mereka kembali dengan wajah yang cerah dan gembira karean semua hasilnya NEGATIF. Mereka saling melempar senyum kebahagiaan karena merasa lega.

Untung saja saya tidak ikut mereka. Kalau ikut mereka tentu salah satu harus tidak gembira karena tidak kebagian plastik Genose yang harus ditiup. Masa harus meniup balon, gak asyik dong. Saya sendiri sudah tes tiga kali dan hasilnya selalu Negatif.

Alhamdulillah. Hikmah dari kejadian itu adalah kita semua menjadi semakin sadar dan waspada akan pentingnya menjaga kesehatan. Tanpa tubuh dan jiwa yang sehat kita tidak bahagia karena tidak bisa beraktifitas secara maksimal. Salam sehat.

Maguwoharjo, 24 Juni 2021

Sumber gambar: CNN Indonesia, Ekbis Sindonnews.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post