My grandson
Anaknya cerdas dan lucu juga sangat cerewet. Usianya baru empat tahun setengah. Belum sekolah tetapi kecerdasan verbal dan numerasinya lumayan bagus. Sepertinya kemampuan bahasa dan numerasinya berkembang pesat lantaran suka melihat pelajaran anak-anak lewat youtobe. Dia adalah Zielrafie cucu aku yang pertama.
Dia suka banget cerita tentang Megalodon. Katanya adalah Hiu raksasa yang hidup di zama purba. Hampir tiap hari dia melihat cerita Megalodon dan teman-temannya yang hidup sezamannya di samudera. Bahkan dia sering videocall dengan sepupunya yang kembar yang tinggal di Jawa Tengah untuk menceritakan tentang Megalodon dengan detail, mulai dari ukurannya, kecepatan renangnya dan sebagainya. Dia jua hapal nama teman-teman Megalodon. Apalagi kalau sepupunya menanggapinya maka tambah dia semangat menceritakannya.
Dia senang bersepeda. Tadinya sepedanya ada roda bantunya agar kalau bersepeda oleng kiri kanan tidak jatuh. Sebenarnya sudah kekecilan sepedanya karena dibelikan sepeda sejak umurnya masih tiga tahun, namun walau sudah besar dia tetap belum mau untuk dilepas roda bantunya. Baru sekitar satu bulan ini roda bantunya di lepas dan sekarang sudah lancar bersepeda roda dua.
Teman kecilnya tidak banyak, apalagi masa pandemic anak-anak jarang yang main jauh. Dia hanya punya teman kecil perempuan namanya Zaha umurnya lebih muda dan mbak Uun umurnya lebih tua dikit. Kadang mereka bermain bersama bertiga. Tapi lebih sering main sama adik Zaha, tetangga sebelah kiri rumah. Kalau Uun tetangga sebelah kanan rumah.
Suatu hari Ziel bersepeda terus main ke tempat Zaha. Di rumahnya, Zaha ngajak belajar tentang binatang. Dia keluarkan buku yang ada gambar berbagai binatang. Zaha menunjukkan gambar sapi pada Ziel sambil bertanya gambar apa. Ziel menjawab, “Sapi”.
Zaha bilang, “Cow”.
“Bukan... Ini Sapi,” kata Ziel sambil meyakinkanya.
“Cow,” kata Zaha lagi
“Sapi...dibilangin kok tidak percaya,” kata Ziel sambil melihat wajah Zaha.
Kemudian Zaha membuka lembaran lain yang ada gambar kucing.
“Ini gambar apa kak?” tanya Zaha.
“Kucing,” jawab Ziel
“Cat” kata Zaha.
Mereka berdua kembali berdebat. Yang satu bilang kucing satunya bilang cat. Demikian juga ketika membuka gambar anjing, yang satunya bilang anjing yang lain bilang dog.
Mendengar Zaha dan Ziel saling berdebat, mama Zaha ketawa terus keluar ke teras rumahnya sambil bilang bahwa kakak Ziel benar, adik zaha juga benar. Sapi, kucing dan anjing itu bahasa Indonesia, sedangkan cow, cat dan dog adalah bahasa Inggrisnya.
Tiba-tiba di rumah Ziel kasih pertanyaan sama mamanya, “Bahasa Inggrisnya ular itu apa mah?
Mamanya menjawab, “bahasa Inggrisnya ular itu snake.”
“Bukan. Mama salah,”kata Ziel serius.
“Mama benar. Coba tanya uti pasti jawabnya snake,” kata mamahnya serius.
“Bahasa Inggrisnya ular itu King Cobra mah,” kata Ziel tak kalah serius.
Spontan mamanya tertawa, sambil bilang bahwa king cobra itu nama ular.
Sehari setelah Idul Adha mama Ziel sedikit demam. Besoknya diswab antigen bersama ayahnya ke sebuah rumah sakit. Ternyata hasil tes ayahnya negatif tetapi mamanya positif. Malamnya Zielrafie demam. Besoknya diswab antigen ternyata positif. Oleh dokter dibilang agar isolasi bersama mamahnya.
Beruntung anaknya cerdas sehingga saat diberi pengertian bahwa harus begini harus begitu, tidak begini tidak boleh begitu anaknya menurut. Setelah minum obat dari dokter kondisinya lebih baik. Namun karena harus isolasi selama sepuluh hari maka dia tetap pakai masker dan boleh bersepeda tapi hanya di halaman.
Tadi sore dia bersepeda. Tetiba adik Zaha melihatnya terus memanggil, “kakak Ziel...sini ke tempat aku.”
Ziel menjawab sambil jaga jarak di atas sepedanya, “Aku lagi kena Covid, gak boleh main-main dulu. Nanti kalau aku main takutnya adik Zaha ketularan. Besok kalau aku sudah sembuh, aku main lagi ke tempat kamu ya.”
Di Hari Anak Nasional, Zielrafie harus isolasi karena terpapar virus corona. Beruntung anaknya kooperatif sehingga tidak terlalu memusingkan. Semoga lekas sembuh ya Zielrafie, cucuku sayang. Aamiin.
Maguwoharjo, 23 Juli 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
