Kopi Dalgona
Kopi Dalgona
Oleh: Siti Nurhayati
“Ma...mama tidak beli roti tawar lagi?” tanya putriku sambil membuka toples isi biscuit kelapa yang ada di meja dapur.
“Belum sempat beli lagi karena mau pergi ke swalayan kok males rasanya,” jawabku sambil berlalu ke depan.
Rupanya putriku bosan di rumah terus dan jadinya pingin ngemil. Tak lama dia pakai jilbab terus pergi. Tak lama dia pulang membawa makanan kecil yang dia beli dari toko sebelah rumah. Kemudian dia duduk di depan tv sambil menikmati beberapa bungkus makanan kemasan sambil menawarkan ke saya, “Mama...mau makan chocolatos tidak? Ini aku beli di toko Estin.”
“Boleh,” jawabku sambil mengambil dua batang chocolatos dan langsung aku kunyah dalam sekejap sambil menikmati serial India di ANTV.
Saat iklan muncul di tengah serial yang sedang aku tonton yang biasanya lama banget, aku pergi ke dapur. Aku ambil satu sachset Jelly yang aku beli beberapa hari yang lalu. Putriku mengambil remot dan mengganti chanel tv ke film kartun Spongbob sambil menanyakan, “Mama mau bikin apa to?”
“Mama mau bikin Jelly coklat dicampur susu ultramilk,” jawabku sambil mengaduk-aduk Jelly di atas kompor yang menyala.
“Asyik...ntar aku minta ya,” katanya sambil terus nonton film kartun.
“Yan nanti nunggu dingin dan siap dipotong-potong baru nikmat rasanya,” kataku sambil terus mengaduk hingga mendidih. Kompor aku matikan dan Jelli aku tuang ke dalam mangkok plastik persegi empat.
Aku meletakkan Jelli yang masih panas itu di dekat kulkas. Kemudian aku sholat isa. Setelah sholat isa aku membuka laptop untuk mengerjakan beberapa pekerjaan.
Ditengah sedang mengerjakan pekerjaan yang belum selesai, aku pergi ke dapur untuk melihat apakah Jellinya sudah bisa dipotong apa belum. Rupanya putriku malah sudah memotongnya. Kata putriku jellinya kurang manis. Padahal menurutku enak dan kenyalnya pas hanya sedikit kurang manis.
Aku bilang bahwa memang jellinya tidak menggunakan gula pasir karena aku sedang mengurangi yang manis-manis maka hanya aku taruh satu sachset gula diet tropicana slim saja. Aku ambil sepotong jelli kemudian memakannya. Sementara menikmati Jelli, aku melihat putriku sedang mengaduk kopi hitam di piring yang ditaruh saringan teh lalu diaduk muter menggunakan sendok.
“Kamu sedang mengaduk kopi hitam mau dijadikan apa?” tanyaku sambil menyaksikan dia terus mengaduk.
“Ma...ini aku sedang membuat kopi dalgona,” katanya sambil terus mengaduk kopinya.
“Kopi dalgona itu apa?” tanyaku penasaran.
“Kopi Dalgona itu kopi yang sedang viral sekarang ini mah. Kira-kira sejak tahun 2020-an kopi ini mulai viral. Yang pertama menyebutnya sebagai kopi Dalgona adalah artis Korea bernama Jung Il-Woo karena rasanya mirip seperti permen Dalgona yaitu rasa manis dan bertekstur lembut seperti spons.”kata putri sambil terus mengaduk kopi.
“O begitu,” kataku sambil manggut-manggut karena diberi informasi yang cukup bagus oleh putriku.
Sementara dia mengaduk kopi hitam, tetiba ada teman anakku yang memberi tahu putriku bahwa bukan seperti membuatnya.
“Lah seperti apa mas Fais?” tanya putriku
“Membuatnya pakai itu loh...Coffee mix. Terserah mereknya apa. Nanti akan lebih mudah membuatnya. Tinggal kalau pingin manis tambahin gula dikit atau dengan susu kental manis,” kata mas fais mejelaskan.
Kemudian saya pergi lagi ke depan untuk menyelesaikan pekerjaan di depan laptop. Sementara itu putriku pergi ke warung sebelah untuk membeli Gooday sachcetan dan juga susu kental manis.
Setelah mendapatkannya, putriku melanjutkan proyeknya membuat kopi Dalgona.
Caranya adalah menuangkan satu sachcet goodday ke dalam mangkuk lalu ditambahkan tiga sendok air panas. Kemudian diaduk terus menggunakan sendok dan saringan teh hingga membentuk busa halus seperti spons. Setelah itu putriku menyiapkan segelas air panas plus susu kental manis kemudian diaduk. Setelah itu dia tuangkan adonan dalgona tadi diatas segelas susu. Ternyata dia membuat dua gelas kopi dalgona yang kemudian dia tambahkan empat potong dadu jelli yang aku buat tadi yang warnnaya juga coklat.
Dia kirimkan segelas kopi dalgona plus jelli tadi ke tempat aku sedang menyelesaikan pekerjaan di laptop. Tak pakai lama aku langsung menyeruputnya. Tentu saja meninggalkan spons lembut di sekitar pinggiran mulut saya yang kemudian aku lap dengan tissue yang tersedia di samping laptopku.
Ternyata Masha Allah...rasanya sangat enak. Tidak kalah dengan kopi dalgona yang ada di café-café...dalam hatiku ketawa sekan sudah sering keluar masuk café saja. Padahal Cuma berkhayal saja. Dan jellinya itu makin lengkap nikmatnya karena dimasukkan ke dalam kopi dalgona.
Kemudian aku senyum pada putriku sambil bilang agar jangan terlalu sering membuat kopi dalgona.
Dia keheranan dan bertanya, “Kenapa mah...tidak boleh sering-sering membuat kopi dalgona? Bahayanya apa?”
“Bahayanya adalah...nanti rusak program diet mama. Karena pasti nagih minum kopi dalgona”, jawabku sambil menatap bola mata putriku.
“Ohhh tenang ma...nanti aku buatkan pakai gelas gede biar mama kenyang,” kata putriku sambil tertawa malam itu.
Maguwoharjo, 24 Agustus 2021.
Sumber gambar: kaskus.co.id
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
