Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sudah Tiada
Lies Darmawan. Facebook.com

Sudah Tiada

Sudah Tiada

Oleh: Siti Nurhayati

Agak jarang saya membuka facebook. Pagi ini ada seseorang mengirim tautan facebook. Secara otomatis saya mengklik tautan tersebut. Karena lumayan lama tidak membukanya, maka notifikasi telah banyak menumpuk termasuk permintaan pertemanan.

Setelah mencermati profil dari teman yang mengirim tautannya, saya beralih untuk mengklik notifikasi yang sangat panjang itu. Tetiba mata saya tertuju pada notifikasi siapa yang ulang tahun. Dan hatiku berdebar karena salah satunya adalah sahabat FB yang sudah tiada.

Adalah almarhumah Lies Darmawan sahabat FB saya dari Bandung. Saat mendiang masih ada, selalu saja menulis status yang memotifasi. Selain suka mengunggah foto-foto yang menarik baik sendirian maupun bersama keluarga besarnya, mendiang juga suka chatting dengan sahabat-sahabatnya termasuk dengan saya.

Saya mengenalnya di suatu grup yang saat itu merupakan grup internasional. Anggota grup tersebut dari berbagai negara. Dari sekian banyak teman yang kebanyakan dari luar negeri, saya tertarik dengan satu teman yang cukup aktif di grup itu yang bernama Lies Darmawan yang kebetulan juga berasal dari Indonesia. Saya chat mendiang untuk berkenalan lebih personal.

Orangnya sungguh luar biasa baik. Dalam berbincang mendiang sangat berhati-hati untuk tidak menyinggung siapapun. Saya terkesan dengan kepribadiannya. Meski penampilannya sangat modis dan terkesan glamor, namun sungguh orangnya sangat rendah hati dan dengan keluarganya sangat harmonis.

Mendiang memiliki banyak saudara kandung perempuan yang wajahnya satu sam lain sangat mirip. Biasanya pose ramai-ramai di tempat-tempat yang sangat eksotik di sekitaran Bandung dan Jakarta. Melihat keakraban antar saudara kandung dalam foto-foto yang diunggah membuat yang melihat itu seneng dan kepo. Kok bisa akrab begitu dan sering bounding bersama.

Suatu hari mendiang berkunjung ke Yogyakarta, sekitar empat tahun yang lalu. Tetiba mendiang menghubungi saya bahwa sedang menginap di hotel Grand Ambarukmo yang lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat saya. Dengan senang hati saya menemuinya di hotel. Saya bawakan salak Sleman yang terkenal manis dan enak.

Sekitar jam sepuluh pagi saya datangi hotelnya. Saya menunggu di lobby yang suasananya lumayan sepi. Tak berapa lama mendiang turun sendiri dari kamarnya di atas. Suaminya sengaja tidak turun agar kami berdua bisa lebih leluasa ngobrol.

Hal pertama yang kami lakukan ada berselfie ria hingga beberapa foto berhasil kami simpan di Hp masing-masing. Sungguh melihat orangnya secara langsung ternyata bahkan lebih cantik dari foto-fotonya. Mengenakan jilbab dan bercelana kulot hitam dengan atasannya yang santai seperti hem panjang berwarna putih. Sangat anggun dan bersinar wajahnya walau agak sedikit pucat.

Mendiang cerita bahwa barusan keluar dari rumah sakit. Katanya mondok di rumah sakit di Bandung lumayan lama. Katanya juga bahwa sebenarnya kepalanya pelontos, namun karena berjilbab sehingga tidak nampak. Saya tanya sakit apa. Kemudian mendiang menjawab bahwa ada tumor otak yang stadiumnya sudah empat. Mendengar hal itu sungguh hati ini menangis. Namun mendiang berusaha tetap tegar dan ceria dengan kondisinya.

Saat itu ,mendiang ke Yogyakarta adalah untuk mencarikan tempat kos putranya yang baru saja diterima sebagai mahasiswa baru di UGM. Mendiang datang bersama suaminya yang usianya sekitar enam tahun lebih tua darinya. Suaminya adalah aparatur sipil yang bertugas di DLLAJR Bandung. Konon suaminya sangat menyayanginya. Kondisi mendiang yang sering keluar masuk rumah sakit membuat suami tak tega melepas pergi jauh sendiri. Maka dari itu ke Yogyakarta juga suami mendampinginya.

Sekitar satu jam lebih kami ngobrol di lobby hotel. Rasanya bahagia banget ketemu teman sosial media yang selama ini hanya ngobrol lewat messenger atau saling komen di unggahan grup ataupun beranda pribadi. Karena saya harus pergi ke acara lain, dan mendiang juga sudah harus ketemu putranya maka saya dan mendiang harus mengakhiri pertemuan. Rupanya itu adalah pertemuan yang pertama dan terakhir.

Sejak itu mendiang jarang mengunggah fotonya di facebook. Rupanya sepulang dari Yogyakarta, mendiang semakin sering keluar masuk rumah sakit untuk kemoterapi. Hingga suatu hari ada teman facebook lain mengabarkan bahwa Lies Darmawan telah meninggal dunia beberapa waktu yang lalu karena tumor otak. Saya lumayan shock dan meneteskan airmata.

Jika mendiang masih ada maka usianya adalah lima puluh satu tahun pada 24 September yang lalu. Semoga mendiang Lies Darmawan diampuni dosanya, dilipatgandakan segala amal baiknya, serta ditempatkan di sorga-Nya yang terindah. Aamiin.

Maguwoharjo, 26 September 2021

Sumber gambar: Facebook.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post