Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Di Pengujung Tahun 2021
Sumber gambar. Youtobe.

Di Pengujung Tahun 2021

Di Pengujung Tahun 2021 (Artikel 1)

Oleh: Siti Nurhayati, M.Pd.

Pagi itu badanku terasa pegal-pegal, kepala pusing dan hidung mampet. Semalam suntuk tidur sangat tidak berkualitas. karen tidak bisa bernapas lega dan badan mriang. Itu terjadi karena kemarin paginya saat saya berangkat ke sekolah untuk melaksanakan tugas piket, di tengah perjalanan tiba-tiba hujan gerimis. Tidak terlalu deras namun cukup membuat bajuku lembab dan hawa dingin menusuk tulang sumsum. Karena jarak ke sekolah sudah dekat maka saya enggan berhenti untuk mengenakan jas hujan.

Tiba di sekolah badan terasa lemas, bersin-bersin tiada henti dan kepala mulai pusing. Saya memarkir kendaraan di halaman sekolah, kemudian masuk dan meletakkan ransel di atas meja piket. Kebetulan telah ada seorang guru yang sudah duluan tiba di sekolah. Saya masuk ke ruang kantor dan menyalami beliau. Setelah salaman, aku menuju ke laci KTU untuk mengambil stempel sekolah untuk menyetempel raport yang akan dibagikan ke wali murid pada tanggal tiga januari 2022.

Aku duduk di meja piket sambil menunggu ibu kepala sekolah datang untuk minta tanda tangan beliau di buku raport. Kepala ini semakin pusing, sambil menunggu ibu kepala yang tidak kunjung hadir, aku ke ruang UKS dan merebahkan diri di tempat tidur. Tak lama, aku terlelap dan terbangun saat ada yang menyentuh kakiku. Ternyata aku dibangunkan ibu kepala sekolah.

Aku bergegas bangun, kemudian menyodorkan raport yang harus ditandatangani beliau. Setelah selesai penandatanganan, aku menuju ruang perpustakaan mengambil sampul raport kemudian memasukkkan lembar raport ke masing-masing raport anak yang aku menjadi wali kelas.

Karena kebetulan jam piket sampai siang maka aku paksakan membuka laptop sambil mengerjakan beberapa pekerjaan. Tetiba ibu kepala sekolah masuk ruangku untuk membicarakan beberapa hal. Saat terdengar suara azan, aku kemasi barang-barangku lalu pamit pulang karena badanku minta istirahat.

Kebetulan hari itu hari Kamis dan aku terbiasa puasa maka setelah sholat zuhur aku lepas mukena dan langsung berbaring untuk istirahat. Karena hidung mampet sehingga tidur tidak bisa nyenyak. Suami memintaku untuk batal puasa dan minum obat, namun karena sudah tanggung waktunya maka aku meneruskan puasa.

Selepas sholat asar, aku balik lagi ke tempat tidur. Sekitar jam lima sore, aku paksakan bangun untuk menyiapkan buka puasa. Aku sengaja membuat mie panas dan menyeduh susu etawa tawar agar saat buka puasa badan menjadi bugar.

Tak lama terdengar suara azan maghrib, aku langsung menyeruput susu hangat dan menyantap mie rebus panas yang sengaja aku masukkan beberpa cabe rawit supaya hot. Kurang terasa nikmat memang karena lidah terasa sedikit pahit namun lumayan membuat badan sedikit berkeringat. Aku langsung menelan obat flu dan obat rutin. Selepas itu aku langsung tunaikan sholat maghrib. Setelah membaca wirid, aku balik lagi ke tempat tidur.

Pagi harinya aku harus memimpin rapat untuk persiapan semester genap tahun ajaran 2021-2022 di PAUD yang aku menjadi penanggungjawab. Karena penting, walau badan belum fit aku paksakan diri ke PAUD. Selepas rapat, aku tidak langsung pulang melainkan bersama para pendidik yang lain melakukan setting ruangan dan juga mengedit beberapa surat dan juga proposal bantuan sarpras.

Sekitar jam 13.00 aku pamit dulu karena badan ini minta istirahat. Sebelum pulang aku menulis pesan ke tukang pijat langganan untuk memijat jika tidak sedang ada langganan lain yang menggunakan jasanya. Alhamdulillah dia bisa datang ke rumah sekitar jam enam belas.

Aku starter sepeda motor, kulajukan pelan-pelan karena melewati jalan raya yang cukup ramai jadi harus hati-hati ditambah badanku yang lagi tidak sehat. Setelah menempuh perjalanan sekitar sepuluh menit, aku telah tiba di rumah. Kebetulah aku telah menunaikan sholat zuhur di mushola PAUD, maka aku tinggal ganti baju lalu aku berbaring sambil menunggu tukang pijat datang.

Aku sengaja berbaring di depan TV sambil pegang ponsel. Tak lama aku tertidur. Saat terjaga, jam dinding menunjuk angka 15.30. Artinya tak lama lagi tukang pijat langganan segera tiba. Namun entah kenapa aku enggan bangkit dari tempat tidur. Tiba-tiba suami memberitahu kalau tukang pijat sudah datang. Aku langsung minta waktu sebentar untuk sholat asar.

Setelah selesai sholat asar, aku mengenakan kain sarung dan merebahkan diri di depan TV siap untuk dipijat. Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk pijat adalah sembilan puluh menit. Namun karena aku minta juga dikerokin maka saat azan maghrib tiba aku belum selesai diterapi. Tak lama pijat dan kerokan selesai. Kata ibu terapis hasil kerokan merah hitam dan terlihat seram. Anginnya sudah keluar melalui pori-pori yang terbuka karena dikeroki.

Saat tengah dipijit, ndilalah ada tamu sepupu suami sekeluarga datang dari Tegal. Jadi lama aku baru bisa menemui mereka setelah bersih diri dan sholat maghrib. Beruntung mereka tidak langsung pulang, melainkan jelang isa baru mereka pamit karena akan sambut tahun baru dengan makan-makan di tempat iparnya.

Setelah mereka pulang, aku langsung sholat isa. Tetiba pingin banget makan martabak telor yang istimewa yakni yang tebal karena telor bebek dan dagingnya banyak. Aku minta tolong anakku untuk membelinya. Sambil menunggu martabak datang aku berbaring lagi di depan TV. Sekitar tiga puluh menit anakku pulang membawa dua dos martabak. Baunya harum dan gurih. Aku menikmati tiga potong sudah terasa kenyang. Setelah itu aku minum air putih banyak dan berbaring lagi.

Tengah malam pas pukul dua puluh empat, tetiba aku terbangun karena kaget ada bunyi petasan dan kembang apa yang terus beruntun. Aku terpaksa bangun karena ternyata pintu rumah tidak tertutup dan lampu teras menyala terang. Dengan badan sedikit terhuyung aku menaiki tangga pelan-pelan ke lantai atas aula dan menikmati sendirian indahnya kembang api dari berbagai penjuru. Kebetulan rumahku tak jauh dari stadion Maguwoharjo dan Jogja Bay sehingga sangat jelas melihat kembang api yang dinyalakan dari dua tempat tersebut. Aku putar kiri kanan mengarahkan pandangan mata ke berbagai penjuru melihat kembanga api dengan bunyi yang khas. “Selamat datang tahun baru 2022. Semoga kebaikan dan keberkahan menyertai kita semua.” Aamiin.

Tiba-tiba rindu menulis. Maka aku sempatkan untuk menulis apa yang terjadi di penghujung tahun 2021 hingga datangnya tahun baru 2022. Semoga semangat untuk terus berlitersi terus menyala bagai nyala kembang api di malam tahun baru.

Maguwoharjo, 1 Januari 2022

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post