Jamalwati
Jamalwati
(Artikel 10)
Oleh: Siti Nurhayati
Sepulang dari kegiatan yang hampir seharian, saya lupa kalau malamnya ada pertemuan via link zoom untuk membahas apa yang telah dipelajari pada kursus bahasa Arab online Papan Tulis secara mandiri yakni berbekal modul dan link video. Jadi sifat dari pertemuan via zoom itu adalah untuk klarifikasi dengan ustadz jika ada yang merasa kebingungan saat belajar.
Selepas sholat maghrib karena badan letih dan terasa mengantuk maka saya berbaring di dipan depan TV. Tentu saja karena badan capek dan sangat mengantuk dengan mudah saya terlelap dan pulas. Pendek kata lupa segalanya hingga saya terbangun sekitar setengah sembilan malam. Merasa belum sholat isa saya segera wudhu dan menunaikan ibaha sholat isa. Namun herannya saya belum ingat sama sekali kalau harus masuk link zoom.
Saya kemudian duduk di meja belajar lalu membuka laptop. Semantara tangan kirinya meraih handphone Android yang tengah dicolok ke terminal listrik. Dengan cekatan jari kanan saya menyentuh layar dan langsung membuka whatsaap. Saya baru sadar bahwa undangan untuk hadir pertemuan tatap maya via zoom telah dikirim sejak sore. Serta merta saya mengklik link zoom dimaksud. Bersyukur karena acara masih berlangsung walau hanya dapat di ujung acara yang sudah hampir selesai.
Saat itu sedang terjadi diskusi yang sangat seru tentang benda tunggal berjenis laki-laki (isim al-mufrad al-mudzakkar) Ada peserta kursus yang mempermasalahkan apakah jika binatang yang meskipun dia berjenis kelamin perempuan tetap digolongkan kepada jenis laki-laki, misalnya unta yang bahasa Arabnya adalah Jamalun. Ustdaznya menjawab bahwa ya tetap jamalun, karena tidak mungkin akan memeriksa jenis kelaminnya satu per satu. Dan memang tidak ada bahasa Arabnya unta jantan atau unta betina. Keduanya disebut Jamalun. Namun sepertinya peserta tersebut tidak puas dengan jawaban ustadz. Kamudian ada peserta lain yang mengusulkan mengapa tidak Jamilah atau Jamiliyah. Ustdaznya bilang kalau Jamiliyah itu kata sifat yang maknanya indah atau cantik atau bagus, bukan kata benda. Semntara menyimak diskusi tersebut saya yang datangnya sangat terlambat malah menulis di chat zoom, “Jamalwati.” Maksudnyanya usul agar unta betina diberi nama Jamalwati. Membaca tulisan saya seketika ustadznya tertawa sambil mengatakan bahwa tidak ada bahasa Arab Jamalwati, yang ada adalah Jamal yang berarti Unta dengan mengabaikan apakah dia jantan ataupun betina. Yang lain juga ikut tertawa.
Saya memang sangat terlambat masuk majelis zoom tersebut gegara ketiduran sehingga majelis segera ditutup. Namun sebelum link tertutup saya sempat protes dichat zoom lagi dengan mengatakan “saya baru masuk kok sudah di tutup.” Membaca tulisan itu ustadz mengatakan untuk tidak usah khawatir karena materi pertemuan malam itu direkam dan segera dirender untuk diupload di kanal youtobe Papan Tulis. Akhirnya saya ikhlas untuk acara tersebut ditutup dan tertawa sendiri ingat pelajaran mudzakkar (kata benda berjenis laki-laki) yang dicontohkan unta atau jamalun malah saya bilang jamalwati. he he
Maguwoharjo, 10 Januari 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
