Kau Pergi Begitu Tiba-tiba
Kau Pergi Begitu Tiba-tiba
(Artikel 22)
Oleh: Siti Nurhayati
Belakangan engkau sering bicara tentang kematian. Bahkan saya sempat ingatkan agar jangan bicara ngelantur. Hal itu tidak baik, membuat mood jadi jelek. Bicaralah tentang anak kita yang baru tiga bulan. Cantik dan lucu. Baru saya sadari setelah kau pergi dengan tiba-tiba, membuat kaget siapapun yang mengenalmu dan menyayangimu, bahwa kau bicara tentang kematian adalah isyarat bahwa kau memang benar-benar pergi dan tak pernah kembali.
Pagi-pagi tanggal 22 – 1 – 2022, saya dan istri siap-siap pergi ke rumah orangtua istri. Sebelum berangkat saya melihat keanehan yakni ikan koi dagangan saya kok keluar loncat dari kolam. Tentu saja harus saya ambil dan dikembalikan ke kolam sebab kalau tidak pasti mati. Padahal tahu kan ikan koi itu harganya tidak murah, dan itu adalah mata pencaharian saya sebagai kepala keluarga adalah bisnis ikan koi.
Setelah istri siap dengan bayinya, kami berangkat ke rumah mamah mertua. Tapi sampai di rumah, mamah dan papah sudah pergi ke acara akad nikah putrinya pak dukuh (kepala dusun). Putri kepala dusun adalah teman istri saya, sehingga memang kami bermaksud hadir acara resepsi pernikahan siangnya. Papah adalah ketua RT sehingga diminta pak dukuh menjadi salah satu pasangan among tamu di gedung tempat akad nikah dan resepsi tersebut.
Tiba-tiba istri tanya tanggal berapa sekarang. Saya jawab, “Memang kenapa kok tanya tanggal. Kan kita ke sini mau hadir resepsi Dinda teman kamu itu kan. Jadi sesuai tanggal nikah adalah tanggal 22 bulan 1 tahun 2022.”
Lantas istri bilang bahwa sekarang itu tanggal yang bagus sekali makanya banyak yang nikah, operasi sesar pada hari ini, bagus juga loh kalau mati hari ini juga. Mendengar istri bilang begitu saya tegur lagi karena biacaranya ngelantur lagi. Bicara kematian lagi. Bicara itu doa, kalau bicara yang baik-baik saja. Kamu masih muda, kasihan bayi kamu kalau kamu omong ngacau. Dia hanya senyum saja sambil memandang saya.
Karena tadi belum sempat sarapan maka kami jalan sambil mendorong kereta bayi mencari warung soto yang kebetulan tidak jauh. Kami berdua menikmati soto dengan lahapnya. Setelah kenyang kami jalan balik ke rumah. Sampai rumah bayi ditidurkan di kamar dan istri juga tiduran. lalu saya pamit sebentar ke ATM.
Sepulang dari ATM, saya lihat pintu rumah kok tutupan semua. Saya dengar bayi saya menangis. Saya lari masuk lalu saya bangunkan istri yang saya pikir tertidur. Saya bangunkan karena bayi menangis terus tanda haus pingin netek. Tapi saya bangunkan tetap saja tidak bangun, wajahnya pucat sekali. Saya langsung kebingungan. Saya panggil adik ipar yang bari SD kelas empat untuk menjaga bayi. Saya minta tolong tetangga untuk membonceng saya dan istri ke rumah sakit. Repot memang karena bertiga naik sepeda motor sementara saya membopong istri yang lunglai tak berdaya. Saya tidak paham apakah istri masih bernafas apa tidak.
Kami tiba di rumah sakit yang tidak terlalu jauh. Sampai di sana langsung dibaringkan di IGD. Setelah dokter memeriksa, lantas bilang agar saya sabar dan tabah karena sang istri telah pergi. tentu saja saya bingung dan seperti mimpi. Bahkan tubuh saya serasa tidak di bumi. Saya bingung harus apa.
Saya langsung tilpun ibu saya untuk datang, lalu saya lari ke gedung tempat resepsi dan minta papah mamah pulang segera. Tentu saja mereka berdua juga shock dan tanpa pikir panjang langsung pamit pada yang punya hajat yakni pak dukuh dan istri. Sampai di rumah langsung buka kostum seragam among tamu dan terduduk lemas sambil menangis.
Rumah sudah dipasang tenda oleh tetangga kiri kanan. Pak kaum juga telah menyiapkan penyelenggaraan jenazah. Jam setengah dua jenazah tiba di rumah duka. Mamah dan papah langsung menciumi jasad istri saya yang sudah jadi mayat sebegitu rupa membuat haru semua yang menyaksikan. “Mengapa kau pergi begitu tiba-tiba sayang...”
Maguwoharjo, 22 Januari 2022.
Saya tulis ini saat suami sedang membaca doa di rumah duka di belakang rumah saya. Jenazah dimakamkan jam lima sore. Ini saya tulis sebagaimana suami dari mendiang mb Esa cerita.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
