Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Masuk Sekolah Setelah Libur
Siswa PAUD. dokpri

Masuk Sekolah Setelah Libur

Masuk Sekolah Setelah Libur

(Artikel 4)

Oleh: Siti Nurhayati, M.Pd.

Senin, 3 Januari 2022 adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur semester gasal selesai. PAUD ‘Aisyiyah Maguwoharjo juga melakukan hal sama. Para peserta didik ada yang sangat semangat sehingga mereka sudah bangun pagi dan bersiap diri ke sekolah diantar orangtua mereka, namun ada yang masih pingin libur dan tidak sekolah sehingga terlihat tidak semangat bahkan ada yang menguap terus karena masih mengantuk. Bersyukurnya adalah bahwa pada hari itu semua peserta didik masuk kecuali satu anak putri tidak masuk karena sakit.

Hari itu anak-anak mengenakan seragam baru yatu atasan kuning muda dan bawahan hijau. Yang putri berkerudung kuning, sedangan yang putra berkopyah hijau. Untuk seragam olah raga adalah kaos atas merah dan celana hitam. Ada yang sudah mendapatkan seragam sebelumnya yakni mereka yang hadir di ulang tahun Zielrafie (cucu), sehingga mereka langsung mengenakannya sejak dari rumah, namun sebagian besar belum mendapatkannya sehingga mereka mengganti baju yang biasa dengan baju seragam di sekolah. Aku yang pesan seragam, sehingga aku yang harus membawanya ke PAUD. Kebetulan aku sebagai kepala PAUD sementara yang hari itu sedang tidak ada jadwal di sekolah induk, bisa datang ke PAUD untuk memantau situasi dan kondisi sekaligus bisa membantu memakaikan seragam baru pada mereka yang baru mendapatkan seragam di sekolah.

PAUD kami memang betul-betul baru karena baru beroperasi dengan sekolah tatap muka pada 11 Oktober 2021, namun alhamdulillah sudah lumayan bagus. Ada empat belas peserta didik dengan rentang umur 3 – 5 tahun. Awalnya mereka dicampur menjadi satu kelas. Mulai masuk semester genap mereka dibagi menjadi dua grup yakni grup A untuk mereka yang berusia 3 – 4 tahun, dan grup B yang berusia 4 lebih – 5 tahun. Grup A terdiri delapan anak, grup B terdiri enam anak.

Melihat suasana kelas yang berubah anak-anak sedikit heran karena yang awalnya tidak ada penyekat ruangan kini ada penyekatnya. Tadinya ada perosotan dan mainan lainnya berupa bebek dan kuda goyang, kini semua dipindahkan ke lantai bawah. Lantai atas khusus untuk belajar dan juga ruang kepala sekolah plus kantor. Namun hal itu tak berlangsung lama karena anak-anak segera dikondisikan oleh para pendidik yang sudah berpengalaman. Meskipun PAUD kami baru namun pendidiknya adalah bukan orang baru di dunianya. Ada dua pendidik baru namun sudah segera bisa beradaptasi dengan dunia anak.

Saat pembukaan mereka yang grup A dan B masih bersama. Mereka diajak bergerak bersama dengan bernyanyi “Lingkaran kecil Lingkaran besar”. Kemudian duduk melingkar. Satu pendidik memimpin berdoa, lalu hafalan surat-surat pendek dan juga hafalan hadits tentang “Jangan marah”. Setelah selesai pembukaan anak-anak yang di grup A tetap di tempat, sedangkan yang di grup B menuju ke ruang belajar sebelah. Mereka hanya dibatasi oleh penyekat yang bisa di geser-geser.

Anak-anak yang di grup B adalah anak-anak yang sudah bisa lebih paham saat diberi pemahaman walau ada satu anak yang belum mau ditinggal ibunya. Namun setelah terlibat dalam pembelajaran pelan-pelan ibunya keluar dia tidak menyadari jika ibunya sudah keluar kelas dan menunggu di luar. Sedangkan yang di grup A sedikit lebih heboh karena ada yang masih pingin main sendiri keluar sehingga dia berdiri di pintu dan menggoyang-goyang pintu minta dibuka. Ada pendidik yang mendekatinya dan bertanya mau apa. Dia menjawab mau ketemu ayahnya minta dibuatkan susu. Akhirnya dibujuk untuk ke dapur dan dibuatkan susu. Setelah minum susu dia berlari-lari lagi memutari ruangan dan mendorong-dorong kontainer yang ada rodanya yang berisi APE (Alat Permainan Edukasi). Isinya dikeluarkan semua terus dia naik ke dalamnya sambil keliling. Saat kontainernya diminta dan disimpan dia berontak dan menangis sejadi-jadinya. Anak-anak yang lain malah bengong melihat tingkah Theo.

Pendidik yang sedang menjelaskan tema hari itu yakni tentang Pekerjaan/Profesi dengan sub tema Guru, akhirnya turun tangan. Theo digendong dan lalu dipangku. Sambil menjelaskan sambil memangku Theo yang masih menangis. Tak lama Theo tertidur di pangkuan bu guru. Anak-anak yang lain diberi lembar kerja dan fiber pensil warna, lalu mereka menebalkan tulisan G U R U yang berupa titik-titik. Sedangkan kegiatan di grup B dengan tema yang sama mereka satu per satu diminta maju untuk meniru tulisan G U R U. Setelah tidur kira-kira setengah jam, dia terbangun dan sudah tenang.

Aku yang aslinya adalah guru bahasa Inggris SMK merasa salut kepada para pendidik PAUD. Sungguh mereka sabar dengan tingkah laku anak-anak yang beraneka macam. Ada yang tiba-tiba teriak minta perhatian, ada yang lari-lari, ada yang pipis dan sebagainya, namun dengan penuh kesabaran dan kasih sayang menangani mereka semua sehingga mereka merasa nyaman dan mau belajar lagi.

Hari itu saat anak-anak istirahat makan senek, mereka duduk rapi lalu berdoa bersama sebelum makan. Mereka lalu menikmati biskuit dan minuman yang telah disediakan oleh sekolah dengan tertib. Saat selesai makan minum, mereka membaca hamdalah dan memasukkan sampah ke tempatnya. Sungguh pendidikan karakter yang luar biasa harus tertangani dengan baik. Pada usia dini yang utama adalah pembentukan karakter sehingga pembiasaan baik sangat ditekankan.

Selesai istirahat anak-anak masuk lagi kemudian ditanya lagi tentang hal-hal yang baru saja mereka pelajari dan menyimpulkan. Tak lama mereka berdoa bersama sebelum pulang. Kemudian saling meminta maaf dan memaafkan kalau ada kekhilafan dan lalu bersalaman terus pulang. Mereka semua diantar sampai bawah dan sudah dijemput orangtua masing-masing. Tak lama kelas B juga penutupan terus mereka pulang.

Para pendidik tidak langsung pulang melainkan melakukan refleksi pembelajarn pada hari itu. Juga mereka memeriksa lembar kerja siswa untuk dinilai. Alhamdulillah hari pertama masuk telah berjalan dengan baik, semua masalah teratasi dengan baik pula. Dunia anak-anak sungguh memberikan pembelajaran bagi yang dewasa.

Aku yang diberi amanah oleh Aisyiyah Ranting Maguwoharjo Depok Sleman untuk mendirikan PAUD merasa optimis bahwa PAUD ini akan tumbuh bagus menjadi lembaga tempat tumbuhnya tunas-tunas calon penerus bangsa yang beriman dan bertaqwa serta cerdas menguasai ilmu pengetahuan dan mampu berkomunikasi dengan siapapun dengan baik. Insha Allah. Aamiin.

Maguwoharjo, 4 Januari 2022

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post