Mubtada Khobar
Mubtada’ Khobar
(Artikel 16)
Oleh: Siti Nurhayati
Tidak seperti Ahad yang lalu yang mana saya ketiduran saat harus belajar bahasa Arab dengan ustdaz Revo Abdul Ghani via zoom sehingga hanya kebagian ujung acara dan langsung penutupan. Hari ini saya sudah mengingatnya sehingga begitu undangan untuk belajar via zoom dimulai saya sudah siap di depan laptop. Saya sangat senang bertemu teman-teman satu angkatan dari berbagai penjuru negeri. Seperti mereka, saya juga semangat sekali menyimak penjelasan ustadz yang usianya masih sangat muda karena baru mau lulus sarjana. Malam ini ustadz menjelaskan tentang Mubtada’ Khobar.
Sebelum melanjutkan menjelaskan tentang materi pelajaran, ustadz Revo menanyakan apakah belajar bahasa Arab di Papan Tulis mengganggu rutinitas yang sudah ada apa tidak. Semua menjawab bahwa tidak karena sudah menyiapkan waktu untuk belajar bahasa Arab dengan sebaik-baiknya. Waktunya sangat fleksibel karena disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta. Mendengar jawaban para peserta ustadz merasa sangat bahagia.
Saya sendir menjawab bahwa sangat seneng belajar bahasa Arab di Papan Tulis. Alasannya adalah metodenya sangat bagus sehingga mudah dipahami. Ustdaz pembimbingnya juga benar-benar membimbing kepada para peserta kursus sehingga, mereka benar-benar merasa terlayani dengan baik sehingga semakin semangat belajar tidak peduli walau usianya sudah tidak muda sementara para pembimbingnya sangat muda. Metode yang digunakan oleh Papan Tulis bahkan bisa diduplikasi untuk pembelajaran semua bahasa.
Malam ini, ustadz Revo agak batuk sehingga terlihat tidak nyaman. Bahkan ustadz sempat meminta ijin untuk menutup kamera sebentar untuk minum air hangat agar mengurangi batuknya. Dan memang benar setelah minum, ustadz Revo tidak batuk secara terus menerus, hanya kadang saja dan itupun tidak separah sebelum minum.
Ustadz Revo bilang bahwa Mubtada’ adalah subyek sedangkan Khobar adalah predikat. Mubtada’ berupa isim (kata benda) yang diawali dengan Al dan bendanya dibaca berakhiran domah. Misal Al qolamu. Sedangkan khobar adalah menjelaskan benda (isim) tersebut. Misal Maksuruun yang artinya patah. Sebenarnya dalam bahasa Indonesia patah adalah kata sifat, namun dalam bahasa Arab tidak ada kata sifat melain kata benda, sehingga susunannya menjadi Al qolamu maksuruun. Artinya Pena itu patah. Attobiibu towiilun artinya dokter itu tinggi. Dan masih banyak contoh yang lainnya. Kalau dalam bahasa Indonesia Mubtada’ Khobar adalah Kalimat Nominal kalimat yang predikatnya berupa kata benda bukan kata kerja. Kalau kalimat verbal adalah menggunakan fi'il setelah isim. Ini akan dijelaskan pada pertemuan berikutnya.
Ustadz juga menjelaskan tentang huruf qomariyah dan huruf syamsiyah. Jika alif lam bertemu huruf qomariyah yang berjumlah 14 yakni hamzah, ba, jim, kha, kho, 'ain, ghoin, fa, qof kaf mim, wau, ha dan ya, maka ailf lam dibaca jelas. Sedang jika alif lam bertemu dengan huruf syamsiyah maka dibaca samar. Kalau di dalam buku pelajaran bahasa Arab Dasar 1 itu sudah sampai bab 22 dan 23.
Maguwoharjo, !6 Januari 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
