Pengajian Tatap Muka Perdana
Pengajian Tatap Muka Perdana
(Artikel 14)
Oleh: Siti Nurhayati
Lama banget tidak pengajian tatap muka dari masjid ke masjid, rasanya kangen banget untuk bisa pengajian seperti dulu sebelum pandemi covid-19 melanda seantero jagad. Hampir dua tahun pengajian tatap muka tidak terlaksana lantaran pandemi yang mengharuskan orang melakukan segalanya di rumah. Jika tidak penting hindari keluar rumah. Harus menghindari kerumunan.
Melihat situasi pandemi covid-19 yang nampaknya memang membaik sekarang ini, maka pengurus pengajian ‘Aiyiyah Ranting Maguwoharjo memberanikan diri untuk menjadwalkan pengajian tatp muka untuk satu tahun ke depan. Tadi sore adalah jadwal perdana. Sebelumnya saya menghubungi pembicara, setelah dikabulkan saya membuat undangan yang saya sebarkan melalui grup WA. Alhamdulillah saya yang tadinya menginstruksikan membuat senek lima puluh ternyata malah dibuat 70 dan semua terbagi habis. Itu artinya bahwa jama’ah pengajian lumayan banyak, setidaknya seneknya habis tak bersisa.
Cuaca cukup bersahabat sehingga membuat para ibu yang memang rindu mengaji menjadi semangat untuk melangkah ke masjid tempat pengajian berlangsung.
Undangan jam lima belas tiga puluh dengan toleransi waktu tiga puluh menit, alhamdulillah persis jam enam belas acara pengajian dibuka. Bakda basmalah sebagai pembukaan, jama’ah diajak tadarus bersama. Tadi mengawali tadarus adalah membaca QS. Al Fatihah sampai dengan Al Kafirun. Kemudian acara dilanjut dengan menyanyikan Mars ‘Asiyiyah dengan penuh semangat dan menghayati. Yang tidak hapal liriknya mereka melihat teks yang sudah dibagikan. Selepas menyanyi, waktu diserahkan pada pak ustadz.
Pak ustadz telad siap di tempat yang telah disediakan. laptop yang tentu saja berisi banyak materi ceramah pun telah dibuka. Sehingga bakda salam, pak ustadz menguraikan materi ceramahnya dengan gayanya yang khas. Jama’ah awalnya diatanya dulu tentang apakah bahagia saat ini. Kamudian ditanya apa yang menyebabkan bahagia. Ada interaktif antara ustadz dan jama’ah sehingga pengajian tidak terasa membosankan.
Dalam ceramahnya pak ustadz menyampaikan bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah atas ijin Allah, baik berupa anugerah maupun musibah. Jika sudah berkata demikian maka itu adalah ranah keimanan atau keyakinan. Sehingga itu tidak terlihat melainkan hanya bisa dirasakan oleh hati yang kemudian berpengaruh pada siakp dan perilaku. Beliau juga bilang bahwa kehidupan dunia adalah senda gurau semata. Kehidupan yang sejati adalah kelak di akhirat. Oleh karena itu jangan mau diperdaya oleh tipu daya dunia. Karena semua hanya fatamorgana.
Selesai pak ustadz bicara, pembawa acara menyerahkan kesempatan kepada ketua pengajian untuk menyampaikan kata sambutan dan menyampaikan beberapa pengumuman. beliau mengimbau agar terus mendukung aktifitas dakwah ‘Aisyiyah dalam segala lini.
Maguwoharjo, 14 Januari 2022

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
