Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Suminten Kena Gendam
Pasar Beringharjo. indonesia-feature.blogspot.com

Suminten Kena Gendam

Suminten Kena Gendam

(Artikel 30)

Oleh: Siti Nurahayati

Sore hari sepulang Paijo dari kantor, Suminten mendekat suaminya sambil senyum dan menyampaikan maksud hatinya.

“Ada apa to dik kok senyum- senyum seperti ada yang mau diutarakan,” tanya Paijo pada istrinya.

“Mas boleh ya saya pinjam dulu sepeda motormu yang baru itu? Mas pakai lagi dulu sepeda motor lama ya? Boleh ya mas?” Suminten mencoba merayu suaminya.

“Kenapa kok pinjam motor mas segala, bukankah ada motor yang lain kalau mau ada perlu pakai motor, kata suaminya sambil duduk di serambi rumahnya.

“Anu kok mas saya pingin aja merasakan naik sepeda motor baru sekalian ke Malioboro belanja sesuatu,” ucapnya sambil menyusul duduk disebelah suaminya.

“Mau beli apa to ke Maliobro pakai sepeda motor baru segala?” tanya Paijo.

“Cuma mau beli baju batik untuk kita sarimbitan nanti pas njagong manten putrine temanmu itu lo mas. Sama sekalian beli baju baru untuk Helmi. Bajunya sudah pada kekecilan. Dia tumbuh cepat sekali mas. Lihat tuh badannya lebih besar dari anak seumurannya,” kata Suminten mencoba menjelaskan dengan penuh keyakinan.

“Terus anak juga mau kamu bawa belanja naik motor?” tanyanya menyelidik.

“Ya ndak to mas. Aku belum berani bawa Helmi, takut kalau dia ngantuk di jalan. Nanti dititip simbah saja. Tidak lama kok mas. Setelah dapat belanjaan langsung pulang kok,” kata Suminten meyakinkan suaminya.

“Ya sudah dik, tapi ingat ya harus hati-hati. Itu sepeda motor masih sangat baru, jangan tergores apapun ya apalagi kredita baru saja, jadi untuk lunas masih lama,” kata suaminya mencoba menasehati.

***

Keesokan harinya, Paijo berangkat ke kantor pakai sepeda motor lama. Sepeda motor yang baru tetap di rumah karena istrinya pingin belanja naik motor barunya.

Hilmi dititipkan ke mertuanya kemudian Suminten menstarter motornya lalu melaju ke Malioboro. Dia mengenakan celana panjang dipadu dengan baju blus yang panjang selutut terus mengenakan jilbab yang serasai dengan baju dan celananya yang berwarna hijau muda. Sekitar empat puluh lima menit perjalanan, Suminten sampai di pasar Beringharjo yang ramai karena cuaca cerah bersahabat.

Setelah memarkir sepeda motor di tempat parkir, Suminten masuk pasar Beringharjo. Ia segera sibuk mencari kain batik untuk sarimbitan. Saat sedang memilih kain, tetiba ada seseorang yang mengajak bicara sambil menabok pundaknya. Anehnya setelah pundaknya ditabok Suminten seperti orang linglung. Ia bahkan menurut saja saat orang itu mengajaknya ke tempat parkir sepeda motor.

“Yang mana sepedamotormu mbak?” tanya seorang laki-laki yang belum terlalu tua.

“Yang itu loh pak, yang warna hitam masih kinclong itu loh,” kata Suminten sambil menuju sepeda motor barunya diikuti oleh prang tadi.

“Mana STNK dan kuncinya mbak? tanya orang itu.

“Ini loh pak kuncinya, dan ini STNK ada di dompet” jawab Suminten sambil menyerahkan kunci dan dompetnya.

Tak lama orang itu mengeluarkan sepeda motornya kemudian bablas entah kemana.

Setelah sadar bahwa sepeda motornya dibawa kabur orang tak dikenal, Suminten menangis teriak-teriak dan lalu pingsan.

Maguwoharjo, 30 Januari 2022

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post