LAMPU HIJAU Oleh Sitti Asmah, S.Pd.
#Tantangan Menulis Hari Ke-158
#Gurusiana
#Media Guru Indonesia
#Pentigraf
LAMPU HIJAU
Oleh: Sitti Asmah, S.Pd.
Maman merasa sedikit lega. Ibunya telah bersedia menceritakan penyebab permusuhan keluarganya. Kini Maman menemui Mimin untuk berdiskusi. Keduanya ingin masalah keluarganya berakhir dengan baik.
Maman dan Mimin sepakat untuk mencari solusi yang terbaik. Keduanya sepakat tidak melawan arus. Maman dan Mimin tidak ingin orang tua mereka banyak pikiran. Maman dan Mimin tidak ingin orang tua mereka sakit karena permintaan mereka. Keduanya memegang prinsip " biar lambat asal selamat".
Maman meminta Mimin membujuk orang tuanya berdamai. Mimin akan berusaha melakukan tugasnya dengan baik. Mimin tahu orang tuanya sangat menyayanginya. Setelah makan malam keluarga Mimin duduk menonton televisi. Dengan basmalah Mimin mulai melakukan aksinya. Mimin juga menanyakan sebab permusuhan keluarganya dengan keluarga Maman. Kali ini ayahnya yang bercerita tentang masalah tersebut. Ternyata yang diceritakan ibu Maman sama persis dengan cerita ayah Mimin. "Sebenarnya ayah ingin sekali berdamai dengan keluarga Maman nak", ungkap ayah Mimin dengan penuh ketulusan. Tanpa sadar Mimin memeluk erat ayahnya. Hati Mimin bahagia. Mimin merasa ada lampu hijau melanjutkan kisah cinta mereka di pelaminan.
Salam Literasi 💪💪💪
Sinjai_Selasa, 30 Maret 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
