Sitti Asmah, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
TITIK TERANG RESTU ORANG TUA  Oleh Sitti Asmah, S.Pd.

TITIK TERANG RESTU ORANG TUA Oleh Sitti Asmah, S.Pd.

#Tantangan Menulis Hari Ke-159

#Gurusiana

#Media Guru Indonesia

#Pentigraf

TITIK TERANG RESTU ORANG TUA

Oleh: Sitti Asmah, S.Pd.

Malam itu Mimin telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Hati Mimin sedikit lega dan bahagia. Dia senang ayahnya ingin berdamai dengan keluarga Maman. Mimin meraih ponselnya dan menghubungi Maman. Tak sabar Mimin menyampaikan kabar baik tersebut.

Ponsel Maman berdering. Dia segera mengambil dari saku celananya. Terlihat jelas nama kekasih hatinya di layar ponselnya. Maman segera mengangkatnya. Dari seberang terdengar suara lembut nan merdu. Mimin mengabarkan hasil pembicaraannya dengan orang tuanya. Maman sangat senang mendengar kabar tersebut. "Berarti sudah ada titik terang perdamaian keluarga ini", bathinnya bermonolog sambil menyimpan gawainya.

Maman berpikir keras dalam menentukan langkah selanjutnya. Dalam benak Maman ingin segera menemui orang tuanya. Maman ingin membujuknya agar hati orang tuanya juga melunak. Setelah menarik nafas dalam-dalam Maman menemui orang tuanya. Maman memberikan pandangan ke orang tuanya tentang ajaran Islam. Tanah dan harta lainnya takkan dibawa mati. Yang dibawa mati hanyalah amal semata. Maman juga mengingatkan dosa bagi orang yang bermusuhan. betapa berdosanya seorang hamba yang saling bermusuhan lebih dari tiga hari. Maman juga memberikan pemahaman betapa terhormatnya orang yang saling memaafkan di mata Allah SWT. Maman menjelaskannya dengan suara yang lemah lembut. Maman melihat ada air mata tergenang di sudut netra orang tuanya. Maman merasa takut telah melukai orang yang paling berjasa dalam hidupnya. Maman segera mohon ampun dan bersujud di kaki ibunya. Ibunya segera meraih anaknya dan memeluknya. Beliau terharu dan bangga terhadap anak satu-satunya. Beliau meneteskan air mata bahagia. Beliau bersyukur memiliki anak yang shaleh. Maman berhasil menyadarkannya dari kehilafan. Dengan suara terisak beliau bersedia dan ikhlas berdamai dengan keluarga Mimin.

Salam Literasi 💪💪💪

Sinjai_Rabu, 31 Maret 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post