Sitti Asmah, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
ACARA BERBUKA JADI AMBYAR  Oleh Sitti AsmahS.Pd.

ACARA BERBUKA JADI AMBYAR Oleh Sitti AsmahS.Pd.

#Tantangan#Tantangan Menulis Hari Ke-184

#Gurusiana

#Media Guru Indonesia

#Pentigraf

ACARA BERBUKA JADI AMBYAR

Oleh: Sitti Asmah, S.Pd.

Sabtu sore aku tidak menyiapkan makanan untuk berbuka. Kami sekeluarga berencana buka di luar. Suamiku dapat informasi dari temannya. Pantai Mallenreng bisa dikunjungi menjelang buka puasa. Banyak penjual takjil buka puasa di sana.

Sebelum ke Pantai Mallenreng terlebih dahulu kami ke toko hp. Aku ingin memperbaiki androidku yang sudah sekarat. Androidku tak bisa bergerak lagi sejak terjatuh kemarin. Aku sedih karena banyak data dalam hp tersebut. Sesampai di toko aku langsung menyerahkan hpku untuk diperbaiki. Pemilik toko hp tersebut menjelaskan kerusakan dan biaya yang harus aku bayar. Aku menyetujuinya. Hpku bisa diambil sebentar malam.

Jarak rumahku ke toko hp cukup jauh. Kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Pantai Mallenreng saja. Kami berencana berbuka puasa di sana. Terbayang di pantai itu banyak pengunjung yang datang berbuka. Hari semakin sore. Tak lama lagi waktu berbuka tiba. Mobil kami melaju dengan cepat. Di perjalanan aku singgah membeli es buah, kue, dan air mineral. Di sepanjang jalan banyak penjual jajanan buka puasa. Kami tinggal memilih yang kami sukai saja. Kami tidak terlalu lama memilih jajanan. Suamiku inginnya beli di pantai Mallenreng saja. Kami melanjutkan perjalanan. Tak lama kami pun memasuki area pantai. Kami sangat kecewa karena pantai Mallenreng sangat sepi. Hanya dua orang nelayan berkeliaran di pantai itu. Buah hatiku langsung keluar dari mobil menuju pantai. Mereka berselfi dan main seluncuran. Aku agak kecewa dan memanggil suamiku segera pulang. Setelah buah hatiku bosan kami memutuskan untuk pulang saja. Di tengah perjalanan waktu berbuka telah tiba. Azan telah berkumandang. Suamiku menghentikan mobil dan kami berbuka. "Untung tadi aku singgah membeli jajanan", bathinku bermonolog. Kami berbuka di dalam mobil dengan sajian alakadarnya saja. Tiba-tiba suamiku memuntahkan es buah yang dimakannya. Suamiku mengatakan es buah yang aku beli bau kentut. Buah hatiku ikut menimpali kalau es buah yang dimakannya sepertinya sudah basi. Kami berhenti memakannya. Kami membuang es buah tersebut ke luar mobil. Kami tidak ingin sakit perut. Kami sungguh kecewa hari ini. Kami berharap refreshing sambil berbuka. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Acara buka puasa membawa rasa kecewa dan sesal yang mendalam. Pantai Mallenreng kali ini tak bersahabat. Acara berbuka kami jadi ambyar. Semoga ini yang pertama dan terakhir.

Salam Literasi 💪💪💪

Sinjai_Ahad, 25 April 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post