KESERUAN DI SEBUAH BUTIK Oleh Sitti Asmah, S.Pd.
#Tantangan Menulis Hari Ke-182
#Gurusiana
#Media Guru Indonesia
#Pentigraf
KESERUAN DI SEBUAH BUTIK
Oleh: Sitti Asmah, S.Pd.
Ibu Rina salah seorang guru baru yang ditugaskan di sebuah Sekolah Dasar Negeri yang berada di Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai. Ibu Rina berasal dari Kabupaten Bone.
Ibu Rina temasuk guru yang cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya. Dia guru yang pandai bergaul. Ibu Rina juga paham dan mahir IT. Penempatan ibu Rina di sekolah tersebut membawa keberuntungan. Ibu Rina mampu membantu tugas kepala sekolah yang serba IT saat ini. Ibu Rina sangat disenangi oleh guru-guru lainnya. Selain itu ibu Rina juga sering membuat tertawa teman-temannya. Logat Bonenya sangat kental. Teman-temannya selalu tersenyum jika ibu Rina yang berbicara. Ibu Rina tidak malu dan salah tingkah jika temannya tersenyum-senyum sambil tertawa. "Pokoknya Ibu Rina sangat seru dan kocak", kata ibu Wiyah.
Kamis sore sepulang sekolah Ibu Rina diajak temannya singgah ke sebuah butik. Sebelum berangkat temannya telah memberitahukan nama pemilik butik itu. Pemilik butik itu bernama Mirna. Mereka pun berangkat dengan mengendarai motor masing-masing. Mereka berencana langsung pulang ke rumah masing-masing jika sudah belanja di butik Mirna. Sesampai di butik tersebut ibu Rina dan temannya masuk sembari memberi salam. Orang yang ada di dalam butik menjawab salam mereka. Ibu Rina dan temannya dipersiapkan masuk. Mereka melihat koleksi pakaian di butik itu. Tak lama kemudian ibu Mirna mengangkat sebuah gamis yang menurutnya elegan dan menarik. Ibu Rina tidak ingin berlama-lama di butik itu. Dia ingin pulang secepatnya. Waktu untuk mempersiapkan takjil buka puasa sudah mendesak. Dengan tidak sabar ibu Rina berteriak memanggil nama pemilik butik itu. Dia ingin menanyakan harga gamis yang dipilihnya. Orang yang ada di butik itu tersenyum dan menghampiri ibu Rina. Dia menanyakan keperluan ibu Rina. Ibu Rina tetap memanggil Mirna seakan kenalan lama. Temannya menyadarkannya jika orang yang ada di depannya itu Mirna si pemilik butik. Wajah ibu Mirna seketika memerah menahan malu. Ibu Rina tidak tahu kalau Mirna seorang waria (wanita pria). Ibu Rina meminta maaf atas tingkahnya tadi. Mirna hanya tersenyum saja. Teman ibu Rina tak dapat menahan tawa atas ulah ibu Mirna.
Salam Literasi 💪💪💪
Sinjai_Jumat, 23 April 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
