Sitti Asmah, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
KHAWATIR SELERAKU TIDAK SAMA DENGAN SELERA MEREKA  Oleh Sitti Asmah, S.Pd.

KHAWATIR SELERAKU TIDAK SAMA DENGAN SELERA MEREKA Oleh Sitti Asmah, S.Pd.

#Tantangan Menulis Hari Ke-174

#Gurusiana

#Media Guru Indonesia

#Pentigraf

KHAWATIR SELERAKU TIDAK SAMA DENGAN SELERA MEREKA

Oleh: Sitti Asmah, S.Pd.

Pagi-pagi aku sudah sibuk berbenah. Aku membereskan rumah dan mencuci piring bekas makan sahur keluargaku. Aku juga menginstruksikan buah hatiku untuk mandi. Aku menyiapkan baju mereka. Mereka memakainya dengan rapi Rencananya kami akan ke rumah Tante. Aku akan membantunya. Hari ini tanteku mengadakan acara buka puasa bersama di rumahnya.

Kemarin pagi tante datang khusus mengundang kami sekeluarga. Beliau mengingatkan agar aku datang pagi-pagi membantu. Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Tanteku mengundang tetangga dan keluarga terdekat saja. Tanteku tidak mengundang keluarga jauh mengingatkan situasi masih pandemi.

Setelah pekerjaan rumahku beres. Aku dan buah hatiku berangkat ke rumah tante. Di sana sudah banyak tetangga yang membantu. Aku langsung bergabung dengan mereka. Aku ikut membuat kue. Pukul 16.00 WITA kami sudah sibuk memotong-motong buah. Ada buah pepaya, melon, apel, dan nangka. Buah-buahan itu akan dicampurkan dengan agar-agar dan nitrijel. Ibu Mina yang dipercayakan membuat es buah. Ibu Mina mengambil baskom besar dan mulai mencapur semua bahan yang ada. Ibu Mina tak lupa memasukkan gula, susu, sirop dan es batu. Karena banyak selera maka ibu Mina membuat es buah dengan dua rasa. Es buah rasa melon dan es buah rasa stroberi. Es buah buatan ibu Mina selesai. Aku mendapat tugas mencoba es buah tersebut. Ibu Mina tahu kalau aku berhalangan berpuasa. Rasa es buah buatan ibu Mina sungguh enak. Hampir semua makanan telah kucoba. Mulai dari kue, acar, masakan daging, dan es buah. Aku melakukannya dengan sembunyi- sembunyi. Aku khawatir buah hatiku melihatnya. Aku tidak ingin mereka ikut-ikutan tidak puasa. Aku sudah berusaha melatihnya berpuasa. Aku berharap buah hatiku konsisten berpuasa satu bulan penuh. Sebelum ada lagi panggilan dari arah dapur aku sudah kabur. Aku khawatir selera lidahku tidak sama dengan selera para tamu. Hehehe

Salam Literasi 💪💪💪

Sinjai_Kamis, 15 April 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post