LINGGIS KOK BISA BERUBAH Oleh Sitti Asmah, S.Pd.
#Tantangan Menulis Hari Ke_178
#Gurusiana
#Media Guru Indonesia
#Pentigraf
LINGGIS KOK BISA BERUBAH
Oleh: Sitti Asmah, S.Pd.
Di sore hari menjelang magrib kami kedatangan tamu. Sebelum tamu itu masuk ke rumah Anak keduaku sudah berlari ke dapur. Dia berlari menemuiku. Saat itu aku lagi menyiapkan makanan buka puasa. Anakku datang melapor kalau di luar ada tamu yang mencari ayahnya. Aku mengintip lewat jendela. Kebetulan posisi dapurku di depan. Jadi aku dengan leluasa melihat kejadian di pelataran rumah. Tamuku seorang laki-laki. Dia laki-laki setengah baya.
Tidak lama kemudian terdengar ucapan salam dari luar. Aku pun menjawab salam tersebut. Aku bergegas ke luar untuk mempersilahkannya masuk. Setelah duduk tamu itu menanyakan suamiku. Kebetulan suamiku tidak berada di rumah. Aku rasa-rasanya mengenal bapak itu. Aku berusaha menghilangkan rasa penasaranku. Aku mencoba mengingatnya namun tidak berhasil. Aku menanyakan saja kepada bapak itu keperluannya. Bapak itu menyebut namanya. Bapak itu ternyata salah seorang tukang rumahku. Namanya pak Dirman. Dia ternyata ingin mengambil linggisnya yang masih tertinggal di rumahku.
Aku langsung menelpon suamiku untuk menanyakan linggis pak Dirman. Suamiku mengatakan linggis pak Dirman tersimpan di samping rumah. Kami langsung bergerak mencarinya. Aku dan pak Dirman sudah mencari linggis itu di setiap sudut ruangan. Kami tetap belum menemukan linggis tersebut. Aku sebenarnya gelisah memikirkan sajian buka puasa keluargaku yang belum kelar. Sebentar lagi waktu berbuka. Tak sengaja aku melihat linggis yang terhimpit kayu besar. Aku panggil pak Dirman untuk mengambilnya. Pak Dirman bergegas menghampiri ku dan menarik linggis yang kumaksud. Pak Dirman lama menatap linggis itu. Pak Dirman tiba-tiba berucap" linggisku kok berubah ya Bu?". Aku bingung dengan ucapan pak Dirman. Masa linggis bisa beribah. Aku langsung menanyakan maksud pak Dirman. Pak Dirman lalu menjelaskan sebenarnya linggisnya itu sangat panjang. Linggis yang kami temukan sangat pendek dan kecil. Tak sadar aku tertawa dengan ucapan dan tingkah lucu pak Dirman. Aku meyakinkan pak Dirman kalau linggis yang kami temukan itu bukan berubah seperti perubahan Satria Baja Hitam yang ada di film kesukaan buah hatiku. Aku mengajak pak Dirman mencari lagi linggisnya. Pak Dirman menolaknya. Dia hanya memintaku untuk menelponnya jika linggisnya telah ditemukan. Dia akan ke rumah ini lagi mengambilnya. Dia pun pamit pulang. Aku menawarkan buka di rumahku saja. Dia menolak dengan halus. Akhirnya pak Dirman pulang tanpa linggisnya.
Salam Literasi 💪💪💪
Sinjai_Senin, 19 April 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
