NIKMATNYA DEKAPAN IBU WALAU DALAM MIMPI Oleh Sitti Asmah, S.Pd.
#Tantangan Menulis Hari Ke-166
#Gurusiana
#Media Guru Indonesia
#Pentigraf
NIKMATNYA DEKAPAN IBU WALAU DALAM MIMPI
Oleh: Sitti Asmah, S.Pd.
Aku teringat masa MTs ku Waktu itu ayahku sudah sah menikahi wanita pilihannya. Beliau tidak tinggal bersama kami lagi. Setelah menikah ayahku tinggal di pondok indah mertuanya. Aku dan adik-adikku tak dapat menahan kesedihan kala itu. Kekecewaan kami berbalut rasa benci yang membuncah. Kami kecewa kepada ayah dan benci kepada ibu tiriku. Dialah wanita perampas kasih sayang ayahku.
Paman dan nenekku tercinta tak bosan menasihati dan memberi pemahaman kepada kami. "Ikhlaskanlah ayahmu menikah nak. Sudah waktunya dia bahagia dan punya pendamping yang bisa mengurus segala kebutuhannya. Kamu kan masih kecil. Belum bisa mengurus keperluan ayahmu" bujuk beliau kala itu. Kami masih anak-anak. Kami belum paham kebutuhan seorang ayah. Kata nenek ayah butuh istri yang bisa memenuhi kebutuhannya.
Aku tetap tidak menerima pernikahan ayahku kala itu. Aku dan adik-adikku marah dan kecewa kepada beliau. Kami tidak mau bertemu beliau apalagi istri barunya. Aku begitu hancur dan rasa-rasanya duniaku semakin kelam. Motivasi belajarku menurun sehingga prestasiku pun anjlok. Padahal sebentar lagi aku akan mengikuti Ujian Nasional (UN). Aku tidak peduli, aku sering melamun dan melamun saja setiap harinya. Aku selalu membayangkan hancurnya hati dan perasaan ibuku yang telah dimadu. Akhirnya, lamunanku terbawa dalam mimpiku. Dalam mimpiku ibu datang dan menghampiriku. Ibu memelukku sambil tersenyum manis kepadaku. Aku menikmati hangatnya dekapan ibu. Dalam mimpiku itu ibu sangat bahagia. Beliau bahagia sudah ada wanita yang bersedia menggantikan posisinya di hati ayah. Beliau senang aku dan adik-adikku sudah punya ibu yang menggantikan posisinya. Ibuku berpesan agar aku dan adik-adikku berdamai dan hormat kepada ibu tiriku.
Dalam Literasi 💪💪💪
Sinjai_Rabu, 07 April 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
