Sitti Asmah, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SAYUR PARE YANG MENGGIURKAN  Oleh Sitti Asmah, S.Pd.

SAYUR PARE YANG MENGGIURKAN Oleh Sitti Asmah, S.Pd.

#Tantangan Menulis Hari Ke_170

#Gurusiana

#Media Guru Indonesia

#Pentigraf

SAYUR PARE YANG MENGGIURKAN

Oleh: Sitti Asmah, S.Pd.

Kamis kemarin kami mengikuti Lonching Satuan Pendidikan Ramah Anak. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan. Kami warga madrasah ikut serta dalam kegiatan tersebut lewat via zoom. Kami mengikuti acara tersebut dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Kegiatan Lonching Satuan Pendidikan Ramah Anak rencananya berlangsung pada pukul 12.00 s.d 14.00 WITA. Manusia hanya bisa berencana Allah SWT jualah yang menentukan. Kami menunggu dan menunggu terlaksananya kegiatan tersebut. Hingga pada akhirnya acara Lonching Satuan Pendidikan Ramah Anak baru dimulai pada pukul 15.00 WITA.

Kami mengikuti acara tersebut dengan antusias. Baru sekitar setengah jam acara berlangsung azan ashar sudah berkumandang. Kami bergantian meninggalkan ruangan zoom. Kami ingin menunaikan shalat ashar di ruangan Tata Usaha. Saat aku masuk ke ruangan itu, tak sengaja netraku tertuju pada sesuatu yang terhidang di atas meja. Di atas meja tersebut terhidang nasi, lauk, dan sayur pare andalan. Aku tergiur dengan sayur pare isi kelapa itu. Aku langsung menyantapnya bersama kedua temanku. Kami makan dengan lahapnya. Tak lama kemudian makanan itu sudah masuk ke perut kami tanpa sisa. Kami mengira makanan itu sudah tidak bertuan lagi. Makanya kami sepakat menyelamatkannya. Kami khawatir kalau tidak dihabiskan makanan tersebut akan basih dan ujung-ujungnya mubazzir. Kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada ibu Hana. Kami mengira ibu Hanalah pemilik makanan itu. Ibu Hana menanggapi ucapan terima kasih kami dengan tertawa renyah. Sambil tertawa Bu Hana mengatakan kalau sayur pare itu sebenarnya sudah dia berikan ke ibu Nisa untuk buka puasanya. Ibu Nisa akan mengambil dan membawanya pulang setelah acara Lonching berakhir. Kami pun merasa malu telah menyantap makanan itu. Kami meminta maaf kepada ibu Nisa pemilik sayur pare yang sebenarnya. Ibu Nisa tersenyum dan mengikhlaskannya. Dia hanya berkata kalau sayur pare itu bukan rezkinya. Kami akhirnya istigfar telah menyatap makanan orang berpuasa.

Salam Literasi 💪💪💪

Sinjai_Ahad, 11 April 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post