BIBIKU MADU IBUKU Oleh Sitti Asmah, S.Pd.
#Tantangan Menulis Hari Ke-197
#Gurusiana
#Media Guru Indonesia
#Pentigraf
BIBIKU MADU IBUKU
Oleh: Sitti Asmah, S.Pd.
Nurdin seorang remaja yang periang. Dia anak tertua dari empat bersaudara. Keluarga Nurdin masih lengkap bapak dan ibunya masih muda. Nurdin dan keluarganya tinggal di sebuah desa terpencil. Nurdin bertetangga dengan bibi dari ibunya. Bibinya seorang janda yang ditinggal mati suaminya. Bibinya memiliki empat orang anak yang masih kecil-kecil. Bibinya sendirian mengasuh anak-anaknya.
Ibu Nurdin seorang ibu rumah tangga. Daerah kekuasaannya hanya dapur dan pasar saja. Jika ibu Nurdin ke pasar saudaranya yang berstatus janda selalu datang ke rumahnya. Ibu Nurdin menganggap biasa saja karena janda itu adik kandungnya. Lama kelamaan ibu Nurdin merasa adiknya sangat perhatian kepada suaminya. Ibu Nurdin menepis pikiran jeleknya terhadap adik dan suaminya.
Hari berganti hari dan bulan pun berganti bulan. Bapak Nurdin pamit ke istri dan anaknya untuk kembali ke tempat kerjanya yang lama. Ibu Nurdin mengizinkan demi kesejahteraan keluarganya. Tak lama kepergian bapak Nurdin tiba-tiba kampungnya dihebohkan dengan menghilangnya adik ibu Nurdin. Adik ibu Nurdin meninggalkan rumahnya. Dia membawa serta empat buah hatinya. Ibu Nurdin menaruh curiga terhadap suami dan adiknya. Kemungkinan besar mereka janjian dari awal. Ibu Nurdin semakin mencium bau perselingkuhan antara suami dan adiknya. Ibu Nurdin merasa gelisah dan kalut. Ibu Nurdin menceritakan kecurigaannya selama ini pada anaknya. Tak terasa sudah dua bulan kepergian bapak dan bibinya. Nurdin merasa kasihan dengan ibunya. Nurdin mencoba menghubungi bapaknya dan menanyakan alamat tempat tinggalnya saat ini. Esok harinya Nurdin pamit ke ibunya untuk menemui bapaknya di alamat yang telah dikantonginya. Nurdin tidak memberitahukan bapaknya. Nurdin menuju kota Pare-Pare. Jarak desanya ke Pare-Pare sangatlah jauh. Nurdin menempuh perjalanan yang sangat jauh dan melelahkan. Nurdin tidaklah sulit menemukan alamat bapaknya. Sebelumnya Nurdin sudah pernah ke daerah itu bersama bapaknya. Nurdin pun akhirnya sampai di tempat tinggal bapaknya. Nurdin masuk ke dalam rumah. Nurdin sangat terkejut mendapati bapak dan bibinya tidur bersama. Ternyata kecurigaan ibunya terbukti sudah. Usut punya usut bapak dan bibinya ternyata sudah menikah. Akhirnya Nurdin pulang ke desanya tanpa pamit ke bapaknya. Nurdin pulang membawa rasa kecewa, luka dan kepedihan yang mendalam. Nurdin tidak menyangka bibinya kini telah menjadi ibu tirinya. Nurdin membayangkan hancurnya hati ibunya telah dimadu dengan adik kandungnya sendiri.
Salam Literasi 💪💪💪
Sinjai_Sabtu, 08 Mei 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
