Sitti Asmah, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
HADIAH KUISKU PEPSODENT  Oleh Sitti Asmah, S.Pd.

HADIAH KUISKU PEPSODENT Oleh Sitti Asmah, S.Pd.

#Tantangan Menulis Hari Ke-198

#Gurusiana

#Media Guru Indonesia

#Pentigraf

HADIAH KUISKU PEPSODENT

Oleh: Sitti Asmah, S.Pd.

Aku sudah berseragam putih abu-abu waktu itu. Aku baru saja bergeser dari kelas dua ke kelas tiga. Di kelas tiga sudah pembagian jurusan. Aku terjaring di kelas tiga IPA masa itu.

Kelas tiga IPA merupakan kelas pavorit di zamanku. Pelajarannya kebanyakan eksata. Aku harus lebih giat belajar jika tidak ingin tertinggal dari teman-teman yang nilai eksatanya di atas rata-rata sewaktu kelas dua. Menurut guruku kelas IPA tempatnya siswa pintar. Sebenarnya aku ragu masuk di kelas itu. Aku merasa tidak mampu bersaing dengan teman-temanku. Namun guru Fisikaku selalu memberiku motivasi. Akhirnya aku bertekad untuk lebih giat lagi belajar.

Hari itu pelajaran Fisika berlangsung. Guru idola dan andalanku yang mengajar. Aku sangat senang diajar oleh beliau. Selain pintar mengajar beliau juga cantik. Saat beliau mengajar aku sangat serius memperhatikan. Sebelum masuk ke inti beliau selalu memberi kuis terlebih dahulu. Siapa yang paling cepat menjawab dan benar jawabannya akan diberikan hadiah. Waktu itu aku yang pertama menjawab kuis dan jawabanku juga tepat. Alhamdulilla aku mendapat hadiah dari guru andalanku. Aku tergesa-gesa membuka pembungkus hadiah itu. Terlihatlah tulisan pepsodent sangat besar. Aku langsung menyembunyikannya dalam tas sebelum dilihat teman-temanku. Dalam hati aku merasa malu karena dianggap tidak pernah gosok gigi oleh ibu guruku. Aku diberikannya pasta gigi. Tapi aku tetap bersikap wajar dalam mengikuti pembelajaran. Sebenarnya hatiku agak kesal dapat hadiah pepsodent. Setelah jam istirahat aku mengeluarkan hadiah itu dari dalam tasku. Aku buka dos pepsodent itu. Sungguh aku terkejut ternyata isinya bukanlah pasta gigi melainkan sebuah pulpen yang cantik dan mahal. Aku langsung mencari guru idolaku. Aku ingin meminta maaf telah suuzan dengannya. Beliau tersenyum mendengar penuturan ku. Aku pun bahagia mendapat hadiah spesial pagi itu.

Salam Literasi 💪💪💪

Sinjai_Ahad, 09 Mei 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post