Sitti Asmah, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
PENGORBANAN NINA  Oleh Sitti Asmah, S.Pd.

PENGORBANAN NINA Oleh Sitti Asmah, S.Pd.

#Tantangan Menulis Hari Ke-203

#Gurusiana

#Media Guru Indonesia

#Pentigraf

PENGORBANAN NINA

Oleh: Sitti Asmah, S.Pd.

Nina seorang gadis yang sangat cantik. Nina tinggal bersama ibunya. Ibunya bernama Muna. Ibu Muna sudah tua dan sakit-sakitan. Nina dan ibunya tinggal di rumah sederhana di pinggiran kota. Nina sangat sayang kepada ibunya. Ayahnya telah meninggal sejak Nina berusia tiga tahun. Nina sangat bersyukur karena masih mempunyai ibu yang luar biasa dan sangat menyayanginya.

Nina sangat ceria. Dia sangat disenangi oleh teman-temannya. Nina baik dan juga cerdas. Nina telah banyak menjuarai lomba-lomba di sekolahnya. Nina sangat senang dan ibunya pun sangat bangga dengan prestasinya.

Suatu hari ibunya jatuh pingsan. Sudah lama Bu Muna mengidap penyakit anemia. Nina bergegas meminta tolong ke tetangganya untuk membawa ibunya ke rumah sakit. Nina berdoa dan terus berdoa agar Allah tidak mengambil nyawa ibunya. Nina berdoa agar nyawanya saja yang dicabut untuk menggantikan nyawa ibunya. Nina terus menangis di perjalanan hingga sampai di rumah Sakit. Bu Muna langsung ditangani dokter. Buu Muna membutuhkan banyak darah. " Ambil saja darah saya dok", kata Nina dengan memohon. Setelah dicek ternyata darah Nina tidak sama dengan darah ibu Muna. Nina segera mencari uang dengan cara menjual hasil kebunnya. Nina segera panen ubi jalar. Nina membawa ubi jalarnya ke pasar. Nina juga membantu ibu-ibu yang berbelanja membawa barangnya ke mobilnya. Ibu yang dibantunya memberikan upah. Setelah uangnya cukup Nina menuju rumah sakit agar ibunya bisa diberikankan darah secepatnya. Nina berjalan kaki dari pasar menuju rumah sakit. Jarak pasar ke rumah sakit tak begitu jauh. Nina terlihat tergesa-gesa. Netranya tak henti mengeluarkan tetesan air. Nina begitu sedih dengan keadaan ibunya. Untung tak bisa diraih malang tak dapat ditolak. Di perjalanan menuju rumah sakit uang Nina dirampok. Nina terlempar di trotoar. Kepalanya terbentur keras dan banyak mengeluarkan darah segar. Nina tidak perduli dengan keadaannya. Nina terus menangis dan berteriak agar uangnya dikembalikan. Seorang wanita cantik melihat Nina menangis di pinggir jalan. Wanita itu menghentikan mobilnya tidak jauh dari tempat Nina. Wanita itu menenangkan Nina. Nina bersyukur masih ada orang yang baik di dunia ini. Nina menceritakan keadaan ibunya secara singkat ke wanita yang menolongnya. Wanita itu merasa terpanggil untuk membantu Nina dan ibunya. Wanita itu membawa Nina ke rumah sakit tempat ibunya di rawat. Wanita itu berjanji ke Nina akan membantu perawatan ibu Muna hingga sembuh. Sesampai di rumah sakit Nina pingsan dan langsung dibawa ke ruang UGD. Nina tidak dapat tertolong akibat kepalanya banyak mengeluarkan darah. Nina meninggal dunia saat itu juga dengan wajah yang pucat kehabisan darah. Berakhirlah sudah pengorbanan Nina untuk ibunya tercinta. Semoga Nina ditempatkan di Surga-Nya Allah. Aamiin...

Salam Literasi 💪💪💪

Sinjai_Jumat, 14 Mei 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post